Progbinjas

Penataran Progbinjas TA. 2021 dari Komando Penataran Dinas Jasmani TNI Angkatan Darat untuk mata pelajaran Ilmu Gizi pada hari ini, Selasa (15/06) cukup menyenangkan. Sejak terakhir kali mengajar di kelas TNI, pagi ini menjadi nostalgia tersendiri. Bahkan, ada Pak Kholil yang masih mengenali saya ketika mengisi kelas Bintal bertahun-tahun yang lalu.

Sejak ikut menulis buku bertema gizi dan kesehatan masyarakat, Akhirnya saya pun terseret juga ke kelas-kelas tersebut. Namun, kelas di pagi ini cukup menarik. Selain membahas tentang dasar ilmu gizi, materi harus disampaikan dengan pendekatan nutrisi militer (military nutrition).

Tren Diet Militer

Faktanya, diet militer cukup populer saat ini. Peserta pun sangat antusias menyimaknya. Diet militer terinspirasi dari bagaimana tentara menjaga pola makan dan pola hidupnya agar berat badan dan kesehatannya tetap terjaga. Itulah alasannya kenapa banyak tentara punya tubuh yang atletis dan sehat sehingga tidak gampang sakit dan lelah walaupun dalam keadaan ekstrim sekalipun.

Diet militer memfokuskan pada proses pembatasan kalori yang masuk ke dalam tubuh sehingga tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Diet ini terbagi menjadi dua fase, yaitu fase 3 hari dan fase 4 hari. Diet ini diklaim dapat membantu mengurangi bobot hingga 4,5 kg selama satu sepekan.

Selama 3 hari, jumlah kalori yang diperbolehkan untuk masuk ke tubuh yaitu 1.100-1.400 kalori tiap harinya. Rentang kalori ini berada di bawah kebutuhan kalori harian orang dewasa rata-rata. Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan. Beberapa jenis makanan yang diperbolehan dalam diet militer adalah pisang, roti gandum utuh dalam porsi sedikit, wortel, kopi, telur, anggur, hot dogs, es krim, daging, biskuit asin, teh, dan tuna. Sementara itu, beberapa jenis makanan yang jadi pantangan adalah pemanis buatan, krimer, jus buah, susu, jeruk, dan gula.

Selanjutnya, 4 hari berikutnya mereka bisa mengonsumsi hingga 1.500 kalori per hari yang terdiri dari beragam makanan dan cemilan sehat. Sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi daging olahan, junk food, dan fast food. Konsumsi banyak sayuran dan kacang-kacangan. Untuk minuman, mereka bisa mengonsumsi teh hijau, teh herbal, dan tentunya air putih. Fase ini dilakukan hingga mendapat berat yang diinginkan.

Apa yang Perlu Diperhatikan?

Meskipun diet militer menawarkan hasil yang menakjubkan dalam waktu yang relatif singkat, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mencobanya.

Pertama, diet militer dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Namun, berat badan yang turun sebagian besar dipicu oleh hilangnya air dari badan, bukan lemak. Anda juga berisiko untuk kembali mengalami kenaikan berat badan setelah berhenti menjalani diet ini.

Kedua, tidak disarankan untuk dilakukan selama lebih dari tiga minggu berturut-turut karena dapat membahayakan kesehatan. Menurunkan 4,5 kg dalam satu pekan meningkatkan risiko menderita penyakit batu empedu. Kondisi ini dapat terjadi karena organ hati melepaskan kolesterol tambahan ke empedu saat terjadi penurunan bobot yang drastis.

Ketiga, ketika melakukan diet ini, Anda juga akan mengonsumsi makanan olahan. Beberapa makanan mengandung garam, gula, dan lemak jenuh yang tinggi. Misalnya hot dog mengandung lemak jenuh dan garam yang tinggi. Kedua zat tersebut meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung.

Keempat, ketika Anda melakukan diet ini, tubuh bisa saja merespon bahwa Anda sedang kelaparan sehingga pembakaran kalori dan lemak berjalan lambat. Jika Anda mengikuti diet ini selama berbulan-bulan, pembatasan kalori yang ketat membuat Anda berisiko kekurangan nutrisi.

Kelima, jika Anda punya penyakit atau kebutuhan khusus dan ingin melakukan diet ini, cobalah konsultasikan kepada dokter.

Keenam, pembatasan seperti ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang cepat dan gangguan makan pada hari di mana Anda diperbolehkan untuk makan secara ‘normal’. Ini bisa membuat Anda merasa kesal, lapar dan lelah, yang artinya tidak akan efektif dalam jangka panjang. Ditambah lagi, diet ketat bisa berakhir dengan kebiasaan makan berlebihan pada hari-hari ‘libur’ untuk mengompensasi penderitaan mereka selama tiga hari sebelumnya.

Pilihan Diet Seimbang

Lalu, seberapa sehat diet militer? Diet ini memang tidak mengeliminasi kelompok makanan, misalnya seperti diet keto terhadap karbohidrat, sehingga terlihat lebih seimbang. Namun, Kebanyakan profesional menyampaikan bahwa penurunan berat badan yang baik adalah 0,5-1 kg per minggu. Bahkan, angka tersebut juga sangat menantang bagi sebagian orang.

Penurunan berat badan bergantung pada sejumlah faktor. Maka menjadi hal yang mustahil untuk mengklaim satu pola diet cocok bagi semua orang dan bisa memberikan hasil yang sama. Tubuh tetap membutuhkan energi untuk menjalani aktivitas harian dari asupan kalori yang didapat. Kebutuhan kalori pada setiap orang juga saling berbeda satu sama lain.

Sebagian besar ahli gizi sepakat bahwa makan makanan yang seimbang adalah cara terbaik untuk mencapai penurunan berat badan yang sehat dan konsisten, maka itu berarti kita hanya harus fokus pada protein yang dikonsumsi tubuh seperti protein tanpa lemak, beberapa lemak berkualitas baik dan sejumlah kecil karbohidrat kompleks, kemudian, sisanya, adalah mengonsumsi sayuran dan buah. Pengurangan konsumsi gula dan alkohol sering kali dapat membantu program penurunan berat badan.

Pada intinya, semua orang harus menemukan pola diet yang paling cocok dengan diri masing-masing serta menyeimbangkannya dengan rutinitas olahraga. Apa yang berhasil bagi Anda mungkin tidak berlaku untuk orang lain, jadi cari tahu apa yang berhasil untuk Anda pribadi tanpa terlalu ekstrem atau membahayakan kesehatan Anda. []

(Visited 65 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Military Diet, Berani Coba?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.