Oleh: Sumardi
Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung tali silaturahmi, demikian bunyi hadist Rosululloh yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Melalui silaturahim maka Allah SWT akan menumbuhkan kepada umatNya rasa tenteram dan damai di dalam batinnya. Orang yang tenteram dan damai maka biasanya hatinya terbuka, mempunyai motivasi dan muncul inspirasi dalam hidupnya. Orang yang termotivasi akan melipatkan gandakan produktivitas kerjanya baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga akan menghasilkan rezeki berlipat ganda. Orang yang gemar bersilaturahmi, maka hatinya senang, jiwanya damai, dan pikirannya tidak gelisah. Dampak dari kondisi itu badan menjadi sehat dan tidaklah aneh kemudian usia lebih panjang. Pada sisi lain produktivitas yang tinggi atau kesenangannya memelihara silaturahmi maka akan dikenang oleh orang lain. Boleh jadi secara ragawi telah meninggal namun namanya akan tetap diingat oleh orang lain dan tak mudah lekang ditelan oleh waktu.
Berangkat dari betapa dahsyatnya manfaat silaturahmi itu maka penulis sangat berbahagia ketika dapat bergabung di Keluarga Besar Bengkel Narasi. Sebuah keluarga besar baru yang terdiri atas orang-orang dari berbagai macam profesi, dari berbagai asal daerah dan keyakinan serta suku, bahkan latar belakang yang berbeda-beda. Sungguh sebuah potret nusantara kecil laksana garis-garis pelangi berwarna-warni indah dan sedap dipandang mata. Bengkel Narasi merupakan sebuah keluarga baru yang di dalamnya tempat berkumpul orang-orang sejiwa, sehati dan sevisi yang menempatkan sebuah karya sebagai bahasa batin. Kami semua dipersatukan oleh sebuah gagasan besar untuk memompa semangat gerakan literasi ke seluruh pelosok negeri.
Kegembiraan yang membuncah di benak Penulis, manakala dapat bertegur sapa dengan sesama anggota keluarga Bengkel Narasi. Diantara kami saling bercanda, saling menginsiprasi dan saling memotivasi untuk terus berkarya dan berkarya. Tidak ada ucapan saling membenci dan tidak ada kalimat saling menjatuhkan. Semua atas nama silaturahmi yang terus dipelihara dengan sikap saling menghormati. Tidak mengherankan jika penulis merasakan bahwa Bengkel Narasi adalah rumahku sendiri. Roh baru untuk belajar menulis aku peroleh dari komunitas baruku ini. Kutemukan semangat untuk menuangkan setiap gagasan menjadi sebuah tulisan, paling tidak sekedar sebagai catatan pengingat. Syukur jika kemudian dapat menginspirasi bagi orang lain. Semenjak berada di keluarga baruku setiap pengalaman perjalanan, pekerjaan dan semua tentang kehidupanku seakan tidak boleh terlewatkan untuk ditulis dalam sebuah karya yang abadi. Tidak salah jika kemudian rumah baruku mengucapkan kepada setiap anggotanya untuk memasuki dunia baru yaitu keabadian.
Sebuah karya literasi sangat memungkinkan untuk dibaca oleh orang lain di seluruh jagat yang saat ini memang tidak ada lagi penyekat. Sebuah karya tulisan akan dapat dinikmati di manapaun baik di desa terpencil di gunung, di desa, kecamatan, kabupaten sampai kota metropolitan. Saat ini sebuah karya tulisan dapat dinikmati oleh siapapun mulai dari bilik kamar si bibi, di warung kopi sampai di hotel bergengsi di penjuru negeri. Karya literasinya akan akan terus abadi walaupun jasadnya ini sudah mati. Dalam pandangan penulis setiap karya literasi seseorang yang mempunyai manfaat bagi insan lain adalah sebuah amal jariyah yang akan mengalirkan pahala terus-menerus tidak ada hentinya. Tidak berlebihan jika mereka adalah calon-calon penghuni taman surgawi. Mereka berkarya dengan selalu menitipkan hatinya di bumi di saat karyanya terbang mengangkasa melintasi samudra ilmu pengetahuan.
Matraman, 21 Juni 2021
Penulis: PNS tinggal di Jakarta
