Tiga tahun menjabat sebagai kepala sekolah bukanlah waktu yang singkat buatku. Masa kepemimpinan yang telah terlewati selama itu cukup membuatku tersadar bahwa menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah.
Menghadapi empat teman relasi dengan bermacam karakter membuatku harus banyak bersabar. Untuk mengakomodasi semua kepentingan, saya menggunakan filosifi warna bening yang mengatakan, “Jika engkau harus memilih warnah dalam kehidulan sosial, pililah warnah bening, agar bisa diterima dimana saja tanpa merusak warna orang lain.
Pada bulan April saya mendapatkan undangan sosialisasi tentang Program Sekolah Penggerak. Dalam hati seorang pimpinan bertanya-tanya “Apa itu Sekolah Penggerak?” Waktu itu situasi yang sulit bagiku ketika dihadapkan pada dua pilihan. Saat itu baru saja mendapatkan musibah, suami yang baru saja keluar dari rumah sakit dan masih belum pulih membuatku berfikir dua kali untuk ikut mendaftar pada Program Sekolah Penggerak.
Dalam situasi kebingungan itulah saya teringat pada buku “21 Hukum Kesuksesan Sejati” karya sang inspirator bapak Ruslan Ismail Mage, yang akrab dipanggil bang RIM. Dalam buku yang selalu menjadi pegangan langkahku, dijelaskan bahwa, “What Are You Waiting For?” Tinggalkan pemikiran “Kesempatan hanya datang sekali! Kesempatan itu datang berulang kali, yang sekali datang adalah kesiapan anda.”
Alhasil dengan begitu saya dikuatkan untuk melangkah dan membatin menguatkan jiwa, “kenapa orang lain bisa, saya tidak.” Tibalah waktunya saya mengikuti tahap demi tahap seleksi. Seleksi pertama setelah mendaftar secara online adalah tes essai. Kemudian dijadwalkan untuk tes bakat scolastik dan yang terakhir adalah tes simulasi mengajar dan wawancara.
Alhamdulillah tahap seleksi tersebut dapat saya lewati dengan baik. Saya menjawab sesuai kemampuan setiap pertanyaan yang diajukan. Singkat cerita akhirnya pengumumanpun disampaikan. Diantara 40-an peserta kepala sekolah yang ikut seleksi, tersaring menjadi tiga lembaga PAUD yang berhasil lolos, dan dua lembaga PAUD lolos menjadi sampling acak pada Program Sekolah Penggerak khusus PAUD di Kabupaten Kolaka Utara untuk Angkatan pertama.
Alhamdulillah, puji syukur tak terhingga, saya termasuk dari tiga yang lolos itu. Apa yang saya capai saat ini tidak terlepas dari campur tangan teman-teman semua, baik teman-teman di Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang selalu mensupport, maupun teman-teman di TK Kuncup Mekar Pitulua, orang tua murid sebagai komite dan anak-anakku peserta didik yang kami cintai.
Harapan saya semoga lembaga PAUD di Indonesia, khususnya di Kolaka Utara semakin maju dan berkembang dengan adanya Program Sekolah Penggerak Ini. Karena sesungguhnya PAUD adalah lahan pertama tempat benih-benih unggul bangsa tersemai. Semoga PAUD di Kolaka Utara bisa menjadi penabur benih berkualitas tinggi untuk tumbuh kembangnya generasi emas bangsa. Itulah asa yang terus kupupuk. Amin!
