Analisis Euro 2021
Kesalahan Taktik Kirim Prancis Pulang Lebih Awal
Sebelum kita bahas ulasan teman saya tentang analisisnya mengapa Prancis pulang lebih awal di ajang uero 2021. Alangkah baiknya kita bahas dengan utas yang sederhana tentang taktik dan strategi dalam Sepak Bola.
Permainan Sepak Bola bukan sekadar permainan biasa. Di dalamnya, memuat filosofi taktik dan strategi.
Yang umum biasa kita dengar adalah.hasil dari suntingan referensi berbagai media sepak bola.

Saat kamu bermain sepak bola, sebagian besar waktumu harus membuat bola bergerak, tetapi begitu kamu masuk ke area sepertiga penyerang, kamu harus kreatif, kamu harus membiarkan bakatmu mengambil alih.
Freddy Adu
1). Kick and Rush
Kick and Rush berasal dari bahasa Inggris, yang berarti: tendang dan serbu. Gaya permainan ini memadukan dua unsur, yaitu kekuatan dan kecepatan. Charles Reep adalah orang pertama yang menerapkan gaya permainan ini.
Biasanya, gaya permainan Kick and Rush dikombinasikan dengan umpan-umpan silang dari sektor sayap. Dengan mengandalkan kecepatan dan fisik, akan banyak tercipta peluang mencetak gol. Tim-tim asal Inggris sering menggunakan permainan seperti ini.
2).Total Football
Gaya permainan itu sangat identik dengan Timnas Belanda dan tim-tim asal negeri Kincir Angin, seperti Ajax Amsterdam hingga PSV Eindhoven. Total Football merupakan gaya permainan yang mengandalkan kolektivitas tim saat melakukan serangan dan bertahan.
Saat dalam bertahan, pemain yang berposisi sebagai penyerang diwajibkan membantu pertahanan, begitu pun sebaliknya. Jadi, strategi seperti ini memungkinkan setiap pemain melakukan perubahan posisi kapan pun dia mau.
Total Football muncul kali pertama dari pemikiran Rinus Michel dan mulai populer di masyarakat pada tahun 1960 sampai 1970-an.
3). Tiki Taka
Pola permainan yang menjadi ciri dari Barcelona. Permainan ini menggunakan penguasaan bola yang kuat dengan tingkat akurasi operan yang tinggi.
Strategi ini juga menuntut beberapa pemain melakukan pergerakan yang cepat untuk mencari ruang kosong.
4). False 9
False 9 merupakan stategi yang dipopulerkan Timnas Spanyol saat diasuh oleh Vicente Del Bosque. Saat itu ia memasang Cesc Fabregas pada barisan penyerang Spanyol di Piala Eropa 2012.
Strategi ini tidak menggunakan striker murni dalam penyerangan. Strategi tersebut sukses membawa Timnas Spanyol membantai Timnas Italia 4-0 yang menerapkan strategi bertahan di final Piala Eropa 2012.
5). Jogo Bonito
Jogo Bonito merupakan teknik dan taktik yang melekat dengan sepak bola Brasil. Mereka menerapkan gaya permaian yang indah dan menghibur.
Beberapa pemain akan melakukan gerakan lincah seperti menari-nari di lapangan untuk mengelabui lawan.
6). Tango
Gaya permainan tango hampir mirip dengan jogo bonito. Namun bedanya taktik permainan tersebut memanfaatkan kelincahan dan kecepatan kaki para pemainnya.
Gaya permainan ini populer saat Timnas Argentina meraih gelar juara Piala Dunia saat diperkuat Diego Maradona.
7).Catenaccio
Catenaccio merupakan gaya permainan yang memainkan bola di daerah pertahanan sendiri sambil menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan balik. Ciri khas taktik ini adalah man to man marking dan keberadaan pemain yang berfungsi sebagai libero.
Gaya permainan semacam ini muncul berkat buah pemikiran dua orang asal Italia dan Argentina, yakni Nereo Rocco dan Franco Helenio Herrera. Catenaccio sendiri berasal dari bahasa Italia, yang artinya gerendel.
Ke7 taktik dan strategi ini mewakili berbagai macam strategi yang di pakai pelatih tujuan utamanya MENANG.bertahan dengan parkir bus, atau maju menyerang full semoga tergantung situasi dan kondisi.
Apapun itu teori biasanya tidak sama di lapangan fakta, bukan hanya pelatih, tapi ada unsur X, lucky dll. Sebaiknya kita ikuti ulasan teman saya.
ULASAN ATAS TERSINGKIRNYA PRANCIS UERO 2021

Tulisan dan analisis ini bagian dari diskusi bola saya dengan sahabatku di Jakarta, Dr. Afdal Makkuraga Putra. Diawali dengan bola itu bundar, karena bundarnya nanti selesai berputar ditendang baru muncul komentar dan analisis, fakta lapangan baru muncul hasil teori, kira kira begitu Prof. Apapun itu kami bahagia berinteraksi lewat analisa bola. 30 tahun lebih saya dengan teman saya baru bisa kolaborasi pemikiran nanti uero 2021 ini.
Suntingan analisisnya ;
Mungkin semua orang bertanya mengapa Prancis bisa kalah dari swiss, padahal mereka sudah unggul 3-1 sampai dengan menit 78? Pertanyaan itu juga dilontarkan penjaga gawang Swiss, Yann Sommer yang tidak percaya timnya bisa mengalahkan Prancis, juara Dunia 2018 dan runner up piala Eropa 2016.
Prancis datang ke Euro 2021 dengan kepercayaan diri tinggi. Bermaterikan pemain-pemain kelas Dunia di semua posisi, menjadikan Le Blues dipavoritkan membawa pulang tropi Euro.
Benzema dkk memulai pertandingan dengan mengalahkan Jerman dengan skor 1-0. Meski hanya Menang 1-0 Prancis boleh berbangga, betapa tidak yang dikalahkan adalah pasukan der panser yang Punya tradisi hebat dalam setiap turnamen besar (major turnamen).
Pada pertandingan ke dua, kelemahan Prancis mulai terlihat. Meski penguasaan bola mencapai 67% dan memiliki tendangan ke gawang sebanyak 15 kali tetapi penyerang Prancis gagal menkorversi menjadi gol. Ini menujukkan bahwa penyerang Prancis tidak terlalu tajam. Sebaliknya Deschamps gemar mengganti-ganti formasi back, ia memasukkan Lucas Digne mengganti Peran Lucas Hernandes yang bermain baik kala jumpa Jerman. Ini menujukkan Deschamps tidak Punya formasi tetap di posisi pertahanan.
Pada partai ketiga fase group saat jumpa Portugal, Didier Deschamps merubah taktik dari 4-3-3 ke formasi 4-3-2-1. Deschamps menggunakan formasi 4-3-3 di dua pertandingan sebelumnya. Perubahan formasi ini juga belum membawa hasil menggemberikan. Prancis bermain imbang dengan Portugal. Di laga ini Deschamps kembali merombak formasi back dengan memasukkan Julies Kounde mengganti peran Benjamin Pavard sangat briliant di dua pertandingan sebelumnya.
Kesalahan Prancis kembali diulangi saat bertemu Swiss, Deschamps menggunakan formasi yang tidak biasanya yakni 3-4-1-2. Disini Deschamps Lagi-lagi merombak posisi back, ia memasang Clement Lenglet sebagai “central defender” mengganti peran Presnel Kimpembe, padahal Lenglet belum pernah bermain sebelumnya.
Deschamps juga mendorong Benjamin Pavard lebih ke depan berdiri sejajar dengan Ngolo Kante yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Padahal posisi Pavard adalah back asli. Posisinya selalu sejajar dengan Rafael Varane dan Lucas Hernandes. Perubahan posisi membuat Pavard bermain agak canggung. Beruntung Prancis punya Benzema dan Pogba. Dua pemain ini mencetak gol untuk membawa prancis berada di atas angin.
Deschamps juga terlihat jumawa saat sudah unggul 3-1. Ia tetap menggempur pertahanan Swiss untuk menujukkan suprioritas dan dominasi.
Disini pulalah titik kesalahan taktik Deschamps selanjutnya. Ia tidak menarik keluar salah satu penyerangnya untuk memperkuat pertahanan. Padahal sudah lazim dipakai, jika tim sudah unggul dan waktu sebentar lagi habis pelatih menarik salah satu penyerang atau gelandang serang guna memasukkan pemain bertipe bertahan guna mempertahankan keunggulan. Deschamps tidak melakukan itu.
Come back Swiss di 15 menit akhir membuat back-back Prancis kalang kabut. Deschamps mungkin baru sadar akan kesalahannya. Ia menarik keluar Clement Lenglet, memasukkan Moussa Sissoko dan mengembalikan Pavard ke posisi aslinya serta merubah formasi ke 4-3-3. Tapi semua sudah terlambat. Swiss sudah diatas angin. Pemain mereka bermain lepas layaknya burung terbang diangkasa. Itu terbukti ketika semua pemainnya mampu mengeksekusi tembakan pinalti. Di sisi lain, Kylian Mbappe gagal mengeksekusi penalti untuk Prancis sehingga Timnas Swiss pun menang penalti dengan skor 5-4. Deschamps mengakui kesalahan taktik tersebut. “Ketika Prancis menang, prestasi selalu diberikan kepada para pemain. Ketika hal-hal yang kurang baik maka itu adalah tanggung jawab saya. Tapi begitulah olahraga. Kamu harus menerimanya meskipun itu menyakitkan.”” tuturnya seperti yang dikutip Reuters.
Itu adalah kemenangan babak sistem gugur pertama Swiss di sebuah turnamen sejak 1938 dan pertama kalinya mereka mencapai delapan besar sejak Piala Dunia 1954 yang mereka selenggarakan. Mereka selanjutnya akan menghadapi Spanyol pada Jumat di St Petersburg.
(Afdal Makkuraga Putra.2021)

Sementara itu menurut analisis saya, sepakat dengan sahabat Dr. Afdal, yang membuat menarik sepak bola adalah komentar komentar dari fans atau suporternya. Bahkan Sepakbola mampu menjadi salah satu industri olahraga terbesar dan terpopuler di dunia, salah satu faktornya karena memang sepakbola ini merupakan olahraga yang menarik.
Penonton yang diluar area permainan hanya tahunya menang makanya sangat suka dengan gaya menyerang memang peluang untuk meraih kemenangan menjadi lebih besar karena lebih banyak melakukan percobaan mencetak gol, tapi peluang untuk kalah pun menjadi sama besarnya, mengingat ruang yang dihasilkan di lini pertahanan pun menjadi terbuka.
Sedangkan sepakbola bertahan memang memperkecil peluang mereka untuk kalah, karena mereka benar-benar mencoba bermain disiplin di belakang, tetapi membuat peluang mereka untuk menang pun menjadi lebih kecil.
Pilihan yang lebih baik adalah dengan mampu memahami situasi pertandingan dan benar-benar bisa memanfaatkannya. Jangan sampai terlalu berfokus pada filosofi bermain, jangan sampai permainanmu malah justru mempermainkanmu. Karena mereka yang berfilosofi menyerang pun suatu saat mau tidak mau harus bermain bertahan penuh. Pun yang lebih senang dengan bermain aman lewat bermain bertahan, suatu saat mau tidak mau mereka harus menyerang total.
Pertahanan terbaik adalah menyerang.
Mari menunggu fakta di lapangan uero2021 tetap menarik. Penambah imun sekaligus penurun imun, betapa gembira dan senangnya suporter ketika timnya menang d tv dan medsos tanpa masker berteriak sepuasnya seperti dunia normal normal saja. Itulah Sepak Bola kawan.!!!
Makassar, awal Juli 2021.
Sudirman muhammadiyah.
