Oleh : Andi Risna

Sunyi hening selalu mengiringi langkahku ke peraduan malam, mengistirahatkah tubuh setelah bekerja di siang hari. Malam bukan hanya aku peruntukkan untuk mengumpulkan tenaga dalam tidurku, tetapi sebisa mungkin bisa memanfaatkan sepertiga malamku untuk berdialog dengan Tuhanku.

Alarm handphone yang selalu membuatku terjaga di sepertiga malamku, membuatku selalu berdamai dengan sunyinya malam. Pelan-pelan kubuka mata ini yang masih hendak terpejam. Sesekali terdengar bunyi jangkrik menemaniku mengambil air wudhu. Kubasuh tubuhku dengar air wudhu, lalu bergegas untuk sholat tahajud.

Dalam gelap yang sunyi hening, aku menggelar sajadahku, bersujud menohon dengan sejuta keinginan, kupanjatkan doa-doa dan harapanku. Ada cita-cita yang ingin kucapai, ada asa yang ingin kugapai, ada harapan yang ingin kuraih, ada mimpi yang hendal kuwukudkan. Derai air mata menjadi saksi pintaku, sesak di dada menemani asaku, sembah sujud mengantarkan pasrahku.

Sepertiga malam yang begitu hening di tengah lelapnya mata-mata yang terpejam di muka bumi ini, membuat jiwaku tenang dan damai ketika melafalkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Aku percaya Allah Swt Maha Adil, Maha Pengasih dan Penyayang untuk semua hamban-hambanya yang ikhlas bekerja dan berdoa.

Aku yakin menemukan kasih sayang dan cinta Tuhan di sepertiga malamku. Sebagaimana hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim menyebut, “Setiap malam Allah Swt turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata,” Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang dia minta? Adakah hamba-Ku yang berdoa hingga pasti Aku kabulkan doanya? Adakah hamba-Ku yang beristighfar sehingga Aku ampuni dosanya?”

Hadis itulah yang membuatku yakin selalu menemukan cinta Tuhan dalam setiap tahajudku di sepertiga malamku. Itulah yang membuatku yakin, doa-doa hambanya yang khusu dan ikhlas berdoa akan terkabulkan. Kini aku tidak akan pernah menonaktifkan alarm handphone di sepertiga malamku, karena telah kutemukan cinta Tuhan dalam tahajudku.

(Visited 149 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.