Barangkali banyak khalayak yang belum tahu atau tidak kenal bahwa nama HARMOKO, adalah akronim dari Harun Muhammad Kohar, merupakan nama lengkapnya.
http://digilib.uinsby.ac.id
SELAMAT JALAN PAK HARMOKO
Bagi generasi seumuran saya, pasti hari harinya mengenal sosok dan suaranya yang menghiasa televisi saat itu tvri, tiap habis berita selalu ada laporan progress keadaan ekonomi negara kita, secara detail harga sembako di infokan ke masyarakat yang merupakan tugasnya sebagai menteri penerangan saat itu.

SEKILAS TENTANG HARMOKO
H. Harmoko adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia pada masa Orde Baru, dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.
Pada awal tahun 1960-an, setelah lulus dari SMA, ia bekerja,sebagai wartawan dan juga kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka. Pada tahun 1964 ia bekerja juga sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata, dan kemudian Harian API pada 1965. Pada saat yang sama, ia menjabat pula sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko (1965). Pada tahun berikutnya (1966–1968), ia menjabat sebagai pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita. Pada tahun 1970, bersama beberapa temannya, ia menerbitkan harian Pos Kota.

WARTAWAN, POLITIKUS, NEGARAWAN
Sebagai menteri Penerangan, Harmoko mencetuskan gerakan Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan) yang dimaksudkan sebagai alat untuk menyebarkan informasi dari pemerintah. Harmoko pun dinilai berhasil memengaruhi hasil pemilihan umum (Pemilu) melalui apa yang disebut sebagai “Safari Ramadhan“. Sebagai Ketua Umum DPP Golkar, Harmoko dikenal pula sebagai pencetus istilah “Temu Kader“. Terakhir, ia menjabat sebagai Ketua DPR/MPR periode 1997-1999 yang mengangkat Soeharto selaku presiden untuk masa jabatannya yang ke-7.
Namun dua bulan kemudian Harmoko pula memintanya turun ketika gerakan rakyat dan mahasiswa yang menuntut reformasi tampaknya tidak lagi dapat dikendalikan.
Mantan Menteri Departemen Penerangan (sekarang Kementerian )meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021). Kompas. id
Selamat Jalan tokoh bangsa,

Suara bapak selalu terngiang setiap malam diwaktu yg lalu,
“Menurut petunjuk dari bapak persiden, Cabe kriting.. kentang.. sawi.. dan Kol..”
Bagi yang tidak suka. Gebrakan mu memberi mu stempel Hari hari Omong Kosong (HARMOKO). hanya kamu dan Moerdiono yang melekat di ingatanku yang dekat dengan Soeharto.
Semoga dilapangkan kuburnya dan diterangkan jalannya. Permohonan maaf juga secara pribadi dari saya mungkin juga bapak bagian dari kritik dan kebencian saya waktu masih muda.
Alfatihah buat Bapak Harmoko.
Makassar, 5 Juni 2021.
Sudirman Muhammadiyah
(pernah aktivis mahasiswa 90an).
Referensi Sunting :
The Editors” (1993), The Sixth Development Cabinet Announced March 17, 1993, Indonesia, Vol. 55, pp. 167–176
Simanjuntak, P.N.H, (2003), Kabinet-Kabinet Republik Indonesia (Cabinets of the Republic of Indonesia), Penerbit Djambatan, Jkaarta, ISBN 979-428-499-8
. Kompas. id. com.


Setelah diganti atas segalah amanah yang emban dari negara, setelah dia tiada barulah dikenang betapah dia orangnya baik, mungkin sudah ada perbandingan generesi setelahnya.
Selamat jalam bapak tokoh bangsa, pembangun bangsa, jasamu akan menjadi amal jariah. Semoga diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya dan diterangkan jalannya.