Membaca,membaca membaca dan baru tulislah
Taufiq Ismal
Persembahan tulisan ini sebagai ole ole dari acara kemarin, 14 Agustus 2021.
Musik dan puisi adalah disiplin ilmu yang merupakan hasil cipta, karya, karsa manusia
Puisi dan musik adalah media ekspresi manusia untuk menyampaikan sesuatu yang bermakna lewat bahasa sebagai simbol peradaban manusia.
Sebagai pemersatu adalah pemersatu bangsa / ( Indonesia Raya).
Puisi dan musik media pendidikan paling efektif, bagaimana kita dulu diajarkan mengenal huruf, mengenal angka dan berhitung, mengenal warna, mengajarkan rasa hormat dan cinta kepada orang tua dan sesama, mengagungkan Tuhan pencipta alam semesta.semua di senandungkan secara musikal., dan tak terhitung lagi perannya.
Puisi dan musik begitu nyata hadir dalam segala aspek kehidupan manusia. Analisis dan narasi ini sebagai bentuk suplemen bergizi dari kegiatan webinar sastrawan lintas generasi salah satu pembahasan dari narsum histori lahirnya lirik lagu KETIKA TANGAN DAN KAKI BERKATA, Lagu yg di ilhami dari Surah Yassin. ayat 65
” Ketika tangan dan kaki berkata ” Karya Chrisye dan liriknya ditulis oleh Sastrawan Taufik Ismail
Sepanjang rekaman lagu ini, Alm. Chrisye terus menangis.., karena begitu magis dan dahsyat nya makna dari lagu ini, akan Hakikat hidup manusia yang kelak akan kita pertanggungjawabkan amal ibadah kita di hari pengadilan hadapan Allah SWT.., dimana tangan dan kakilah yg dg jujur berkata atas dosa dosa kita, sedangkan mulut rapat terkunci.
Tulisan Maestro sastrawan Taufik Ismail dalam Majalah Sastra Horison pada Tahun 1997, menjelaskan secara dalam tentang proses lahirnya lirik lagu ketika tangan dan kaki berkata.
Penasaran dengan tulisan tersebut, kemarin di sebuah acara webinar kebangsaan bertema Sastrawan Lintas Generasi, yang menghadirkan narsum dr. Iin Fadillah Utami Tammase, danTaufik Ismail, sebagai host di acara yang luar biasa ini , saya selip pertanyaan klarifikasi ini seksligus ingin dengar lansung dari sumber utama sekaligus penciptanya dan sang maestro memaparkannya dengan detail dari awal hingga akhir persis apa yang ditulisnya di tahun 1997.
Terjawab penasaran saya sekaligus membuktikan bahwa sang maestro masih kuat daya ingatnya yang telah melahirkan ribuan karya Sastra dalam wujud puisi, Taufik Ismail tokoh utama angkatan 66 bersama WS. Rendra, selalu ada di lintas zaman peradaban.
Moment berharga dan istimewa di kegiatan ini persembahan keluarga besar BENGKEL NARASI dalam Webinar Kemerdekaan “Sastrawan Lintas Generasi” Menginspirasi anak negeri Menulis puisi untuk bangsa (14 Agustus 2021)
Menghadirkan narsum lintas generasi;
Narsum 1 :
Satrawan muda Makassar beda 60 tahun usia dengan maestro puisi Taufik Ismail.
dr. Iiin Fadhilah Utami Tammasse, S.Ked. dokter umum, sastrawan, selebgram, influencer, wakil direktur Inggit Medical Centre, Founder Akademi Mahasiswa Berprestasi Unhas 2017, Ambassador beberapa produk kecantikan, Endorse Mobil Wuling dan beberapa produk makanan, Dosen Privat, dan Mentor Public Speaking. Generasi multi talent, generasi milienial yang multi talent putri dari Bapak Dr. H. Tammasse Bella (HTB).
Narsum 2;
Sekila tentang Sang Maestro Puisi Indonesia.
Taufiq Ismail adalah sebuah nama besar dalam dunia sastra Indonesia. Karya-karyanya melintasi 3 jaman.
Penyair yang terlibat di setiap pergeseran sosial, budaya dan politik yang terjadi di indonesia.
Tak hanya itu, pak Taufik Ismail adalah tonggak besar dalam perjalanan kebudayaan nusantara.
Tak terhitung jumlah buku yang telah ditulis dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia
Beliau selalu ada dalam lintas generasi dengan mahakaryanya, mewarnai era orba dan orla hingga era reformasi dengan karysnya Takut 66 takut 98.
Taufiq Ismail gelar Datuk Panji Alam Khalifatullah, (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 25 Juni 1935; umur 86 tahun), ialah seorang penyair dan sastrawan Indonesia Maestro.
