Sejak 1 September, Bengkel Narasi kedatangan kontributor (penulis) misterius. Namanya Pelangi. Setidaknya itu nama pena yang dia gunakan.
Aku memang tidak full 100% menyimak diskusi di grup WhatsApp. Aku pun belum sempat menyimpan semua nomor anggota grup yang bergabung. Sebagai admin, payah juga ya?
Karena penasaran, aku tulis pesan di grup dan bertanya siapakah Pelangi? Dari tulisan pertamanya, sepertinya dia mengenal Bang RIM, founder Bengkel Narasi. Sayangnya, tidak ada satu pun yang mengenalnya. Entahlah, apakah Pelangi juga berkonspirasi dengan Bang RIM untuk menyembunyikan identitasnya? Menarik juga…
Aku cek datanya sebagai pengguna, ada alamat emailnya. Aku coba menelusuri identitasnya di Google, nihil. Apakah Pelangi terlalu cerdas menyembunyikan identitasnya atau aku yang masih gaptek, ya?
Sejauh ini, tiga puisi yang Pelangi tulis di www.bengkelnarasi.com cukup menarik. Teman-teman di komunitas Bengkel Narasi pun menyukai karya-karyanya. “Meski aku tak mengenalnya tapi aku suka, mencerahkan. Aku tak peduli siapa dia. Pastinya bukanji teroris. Jadi, aku akan pelihara dalam jiwa,” komentar salah satu anggota.
Baiklah, sebenarnya aku bisa mengganti kata sandi Pelangi melalui dashboard admin. Dengan demikian, dia tidak akan bisa lagi memposting tulisannya. Tetapi, misteri Pelangi ini mungkin cukup menarik untuk diselidiki. Bermain detektif-detektifan dulu deh…
Hei, Pelangi… Suatu hari nanti identitasmu akan kami ungkap! Ayo, siapa yang mau bergabung menjadi tim detektif? Oya, peringatan: postingan ini mengandung spoiler. Apa tuh? []

Aku punya kata kuncinya
Aku Tahu bahwa aku tidak tahu siapa dia…..
Aku tahu