
Kota Lasusua laksana gadis cantik yang tidak pernah berhenti bersolek mempercantik diri. Terus memancarkan pesonanya tanpa limit keseluruh penjuru mata angin. Kehadiran taman literasi dengan suguhan air mancur bergoyang yang terus memancarkan cahaya warna-warni seakan melambai mengajak kita untuk bercengkrama dengannya.
Setiap akhir pekan selalu dipenuhi muda-mudi menikmati suasana malam minggu. Mereka bercanda ria sambil sesekali tertawa bersama dengan teman-temannya. Suasana itu semakin syahdu ditemani beranekaragam jajanan makanan ringan di sekitar kita.
Menyaksikan muda-mudi memenuhi taman literasi malam minggu ini, membuatku merasa tiba-tiba terlempar jauh ke masa remaja dulu. Dua puluh tujuh tahun yang lalu aku tidak pernah menyangka kalau teman tidurku adalah pilihan keluarga besarku yang didesain oleh nenek dan tanteku. Waktu itu aku diajak serta ke rumah keluarga besar ibu dengan alasan kunjungan silaturahim.
Singkat cerita nenek dan tanteku bersama keluarga perempuan telah sepakat untuk menjodohkan aku dengan seorang wanita yang selama ini tidak pernah ada di dalam hatiku. Sebagai seorang muslim yang taat, walaupun sedikit play boy kata teman-teman, aku tetap terima kemauan kedua orang tua dan seluruh keluarga.
Kami akhirnya menikah dengan sangat meriah untuk ukuran jaman itu. Pesta itu sangat ramai dan berkesan, karena kami pengantin pertama yang menggunakan Gedung Juang Patampanua untuk resepsi pernikahan.
Kenangan indah itu kembali merasuk dalam jiwaku, dan berhayal jika waktu bisa di undur kembali, rasanya aku ingin seperti anak-anak muda yang duduk asyik berdua dengan kekasih pujaan hatinya memadati taman literasi Kota Lasusua.
Bermalam minggu di Taman Literasi pada usia senja ini membuat cintaku bersemi kembali bagai Romi dan Yuli. Kami berdua berjalan kaki berkeliling di taman literasi sambil menyapa dan berjabatan tangan dengan orang yang kami kenal. Kerlap-kerlip lampu taman literasi yang indah menambah kekuatan cinta kasih kami berdua. In syaa Allah Tuhan Yang Maha Kuasa tersenyum melihat kemesraan kami berdua di tengah ramainya pengunjung taman literasi di akhir pekan.
Akhirnya kami pun pulang ke rumah berjalan kaki kurang lebih satu kilo meter dengan hati yang berbunga-bunga seindah bunga-bunga taman literasi yang dihiasi kerlap kerlip lampu yang warna warni. Begitulah aku kembali jatuh cinta berkali-kali kepada istriku di taman literasi dan Adipura malam ini.

Maaf….edit sikiiit
Literasi ya Dek
Iye Bunda.Sudah diedit.