Setelah kita membuka luka, kita akan membersihkannya dari semua racun. Bagaimana kita melakukan ini? Master yang sama memberi kita solusi dua ribu tahun yang lalu: memaafkan. Tidak ada cara lain selain memaafkan untuk membersihkan luka dari semua racun.

Anda harus mengampuni mereka yang menyakiti Anda. Bahkan, jika apa pun yang mereka lakukan terhadap Anda merupakan perbuatan yang tidak termaafkan dalam pikiran Anda. Anda akan mengampuni mereka bukan karena mereka layak untuk diampuni, tetapi karena Anda tidak ingin menderita dan menyakiti diri Anda sendiri setiap kali Anda mengingat apa yang mereka lakukan terhadap Anda. Tidak peduli apa yang orang lain lakukan terhadap Anda, Anda akan memaafkan mereka karena Anda tidak ingin merasa sakit sepanjang waktu.

Memaafkan merupakan perbuatan untuk menyembuhkan mental Anda sendiri. Anda akan memaafkan karena Anda merasa kasih sayang terhadap diri Anda sendiri. Memaafkan adalah tindakan kasih sayang terhadap diri sendiri.

Mari kita ambil contoh dari seorang perempuan yang diceraikan. Bayangkan Anda telah menikah selama sepuluh tahun dan untuk alasan apapun Anda bertengkar dengan suami Anda atas ketidakadilan. Anda bercerai, dan Anda benar-benar benci mantan suami Anda. Hanya mendengar namanya saja, Anda merasa sakit yang kuat di dalam perut dan Anda ingin muntah.

Racun emosional begitu kuat sehingga Anda tidak bisa tahan lagi. Anda membutuhkan bantuan sehingga Anda pergi ke terapis dan berkata, “Saya sangat menderita. Diri saya dipenuhi amarah, cemburu, dan iri hati. Apa yang telah dia lakukan merupakan perbuatan yang tidak termaafkan lagi bagiku. Aku sangat benci orang ini.”

Terapis itu melihat kepada  Anda dan berkata, “Anda harus melepaskan emosi Anda,. Anda perlu mengekspresikan kemarahan Anda. Apa yang harus Anda lakukan adalah mengamuklah sepuasnya. Ambillah bantal, gigitlah bantal itu, pukul bantal itu, dan lepaskan semua kemarahan Anda… “

Anda menjalankan terapi itu dan mengamuklah sepuas-puasnya. Anda melepas semua emosi itu. Ini benar-benar melepas semua kemarahan anda. Anda membayar terapis $100 dan mengatakan, “Terima kasih banyak. Saya merasa jauh lebih baik.” Akhirnya, Anda memiliki senyum lebar di wajah Anda.           

Anda berjalan ke luar kantor terapis, dan tebak siapa yang melintas menggunakan mobil? Segera setelah Anda melihat mantan suami Anda, kemarahan yang sama muncul kembali, bahkan lebih buruk lagi. Anda harus lari lagi ke terapis dan membayar $100 untuk mengamuk lagi.

Melepas emosi Anda dengan cara ini hanyalah solusi sementara. Ini dapat melepaskan racun dan membuat Anda merasa lebih baik untuk sementara waktu, tetapi tidak menyembuhkan lukanya.

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan luka Anda adalah dengan memaafkan. Anda harus memaafkan mantan suami Anda atas ketidakadilan itu. Anda akan tahu bahwa Anda telah mengampuni seseorang ketika Anda melihat dia dan Anda tidak merasakan apa-apa lagi. Anda akan mendengar nama orang tersebut dan tidak memiliki reaksi emosional. Ketika Anda dapat menyentuh luka dan tidak sakit, maka Anda tahu telah benar-benar mengampuninya.

Tentu saja, bekas luka itu  akan berada di sana, sama halnya seperti luka pada kulit Anda. Anda akan memiliki memori apa yang telah terjadi, tentang bagaimana Anda dulu bereaksi. Namun, setelah luka tersembuhkan, tidak akan pernah menyakiti perasaan Anda lagi.         

Mungkin Anda berpikir, “Yah, itu mudah untuk mengatakan kita harus memaafkan. Saya telah mencoba, tetapi saya tidak bisa melakukannya.” Anda memiliki semua alasan itu; semua pembenaran mengapa Anda tidak bisa memaafkan. Tetapi ini tidak benar. Anda tidak bisa memaafkan karena Anda belajar untuk tidak memaafkan, karena Anda berlatih untuk tidak memaafkan, dan karena Anda menguasai untuk tidak memaafkan.

Pada saat kita masih anak-anak, pengampunan adalah naluri kita. Sebelum kita menangkap penyakit mental, mudah dan alami untuk saling memaafkan. Kita terbiasa mengampuni orang lain saat itu juga. Jika Anda melihat dua anak bermain bersama, lalu mereka mulai bertengkar dan saling memukul, mereka menangis dan berlari ke ibu mereka.

“Hei, dia memukul saya!”

Seorang ibu pergi untuk berbicara dengan ibu lainnya. Kedua ibu bertengkar hebat, dan lima menit kemudian kedua anak bermain bersama lagi seolah-olah tidak ada yang terjadi. Sekarang ibu-ibu itu saling membenci selama sisa hidup mereka.

Ini tidak berarti bahwa kita perlu belajar memaafkan. Kita dilahirkan dengan kapasitas untuk memaafkan. Tetapi coba tebak apa yang terjadi? Kita belajar perilaku yang berlawanan. Kita berlatih perilaku yang berlawanan. Sekarang, sangat sulit untuk memaafkan.

Barangsiapa melakukan sesuatu untuk kita, lupakan saja. Dia ada di luar  kehidupan kita. Ini menjadi suatu perang kebanggaan. Mengapa? Karena betapa pentingnya diri pribadi kita dan merasa bangga ketika kita tidak memaafkan. Itu karena pendapat kita lebih penting ketika kita mengatakan, “Apa pun yang dia lakukan, saya tidak akan memaafkannya. Apa yang dia lakukan tak termaafkan.”

Masalah sebenarnya adalah kebanggaan. Karena kebanggaan, karena kehormatan, kita menambahkan lebih banyak api ketidakadilan untuk mengingatkan diri kita bahwa kita tidak bisa memaafkan. Tebak siapa yang akan menderita dan mengumpulkan lebih banyak racun emosional? Kita akan menderita segala macam hal yang dilakukan orang di sekitar kita, meskipun mereka melakukan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kita.

Kita juga belajar untuk menderita hanya untuk menghukum siapa pun yang menyalahgunakan kita. Kita berperilaku seperti anak kecil yang mengamuk hanya untuk meminta perhatian. Aku menyakiti diriku sendiri hanya untuk mengatakan, “Lihatlah apa yang saya lakukan karena Anda!”

Ini adalah sebuah lelucon besar, tetapi itulah apa yang kita lakukan. Walaupun yang benar-benar ingin kita katakan adalah, “Tuhan mengampuni saya,” tetapi kita tidak akan mengucapkan sepatah kata pun sampai Tuhan datang dan meminta kita untuk memaafkan terlebih dulu. Seringkali kita bahkan tidak tahu mengapa kita begitu marah dengan orang tua kita, teman-teman kita, pasangan kita. Kita marah dan untuk beberapa alasan orang lain datang meminta kita untuk memaafkan. Segera kita mulai menangis dan berkata, “Oh tidak, Anda memaafkan saya.”

Pergi dan temukan anak kecil di sudut hati Anda yang sedang mengamuk. Ambil rasa kebanggaan Anda dan buang ke tempat sampah. Anda tidak membutuhkannya. Lepaskan saja semua kepentingan pribadi anda dan mintalah pengampunan. Maafkan orang lain dan Anda akan menemukan keajaiban mulai terjadi di dalam hidupmu.

Pertama, buatlah daftar orang-orang yang Anda percaya untuk meminta maaf darinya. Lalu meminta maaflah kepada mereka. Walaupun tidak cukup waktu bagimu untuk menemui atau telpon mereka, minta pengampunan dari mereka melalui doa dan mimpi Anda.

Kedua, buat daftar orang-orang yang telah menyakiti Anda. Semua orang yang perlu Anda maafkan. Mulailah dari kedua orang tua, saudara-saudara, anak-anak, suami, teman, pacar, kucing, pemerintahan, dan “Tuhanmu”.

Sekarang, Anda akan mengampuni orang lain dengan mengetahui bahwa apa pun yang orang lain lakukan untuk Anda tidak ada hubungannya dengan Anda. Semua orang bermimpi atas mimpinya sendiri, ingat? Kata-kata dan tindakan yang menyakiti Anda hanyalah sebuah reaksi terhadap setan di dalam pikiran orang itu sendiri. Dia bermimpi di neraka dan Anda adalah karakter sekunder dalam mimpinya. Tidak ada apa pun yang mereka lakukan karena Anda. Setelah Anda memiliki kesadaran ini, Anda tidak akan mudah tersinggung. Kasih sayang dan pengertian akan membawa Anda ke pengampunan.

Mulailah memaafkan; mulai berlatih memaafkan. Ini akan sulit di awal, tetapi kemudian akan menjadi kebiasaan. Satu-satunya cara untuk berlatih memaafkan adalah terus mempraktikkan. Anda berlatih dan berlatih, sampai pada akhirnya Anda bisa memaafkan diri sendiri.

Pada titik tertentu, Anda menemukan bahwa Anda harus memaafkan diri sendiri untuk semua luka dan semua racun yang Anda buat untuk diri sendiri, dalam mimpi Anda sendiri. Ketika Anda memaafkan diri sendiri, penerimaan diri dan cinta terhadap diri mulai tumbuh. Itulah pengampunan tertinggi; ketika akhirnya Anda memaafkan diri sendiri.

Buat kekuatan dan memaafkan diri sendiri untuk segala sesuatu yang telah Anda lakukan sepanjang hidup. Karena keyakinan kita, untuk menjadi baik dan buruk, kita merasa malu tentang apa yang kita percaya adalah buruk.

Kita merasa diri kita bersalah, kita percaya kita pantas dihukum, dan kita menghukum diri kita sendiri. Kita memiliki keyakinan bahwa apa yang telah  kita lakukan begitu kotor sehingga perlu dibersihkan. Dan hanya karena Anda percaya, maka “Jadilah kehendak-Mu.”

Hal ini nyata bagi Anda. Anda tidak perlu menderita. Anda tidak perlu membayar apa-apa; semua itu sudah berakhir. Saat ini, Anda dapat mulai dari awal lagi. Hidup Anda akan menjadi mudah karena memaafkan adalah satu-satunya cara untuk membersihkan luka emosional. Memaafkan adalah satu-satunya cara untuk menyembuhkan.

[Bersambung]

Diterjemahkan dari The Mastery of Love, Don Miguel Ruiz.

(Visited 109 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.