Oleh: Aura Insia

Perjalanan hidup setiap manusia berbeda-beda, ada yang terlahir dari keluarga kaya (konglomerat), sederhana, bahkan miskin sekali pun.

Sebagai hamba Allah yang diberikan akal serta pikiran yang sempurna, tidak salah apabila setiap dari kita mempunyai tujuan hidup ingin menjadi apa dan bagaimana cara agar bisa sampai pada tujuan tersebut.

Aku  terlahir dari keluarga menengah ke bawah juga broken home yang mempunyai cita-cita ingin menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, nusa bangsa, serta agama. Namun, keberuntungan tidak berpihak kepadaku. Maka dari itu, dengan cita-cita yang kuat aku memberanikan diri untuk menjadi pejalan (perantau) ke berbagai belahan dunia dengan harapan dapat sampai pada impian tadi sambil bekerja mendapatkan pundi-pundi rupiah supaya bisa mandiri tidak membebani orangtua.

Jauh sudah perjalanan dari Malaysia, Saudi Arabia, serta Dubai. Namun, masih belum sampai pada harapan dan pada akhirnya aku memberanikan diri singgah di Taiwan dengan tekad harus bisa. Selama bertahun-tahun menjadi Pekerja Migrant Indonesia, hasilnya masih tetap nihil tanpa arah. Alhamdulillah, pada akhirnya tidak selang berapa lama di Taiwan ( Formosa ), Allah Swt menuntun aku untuk sampai pada asa tadi. Sejak 2015 memasuki dunia pendidikan hingga 2020 bukan hal yang mudah belajar sambil bekerja. Kami dituntut untuk masuk kelas dari jam 22.00 pm-00.00 am wib 21.00 pm-01.00 waktu Taiwan, semua itu tidak menyurutkan kami untuk tetap antusias menjalaninya.

Aku percaya tidak ada yang tidak mungkin di tangan Allah, juga kami percaya semua perjalanan yang lalu adalah juga atas izin-Nya untuk menempa kami supaya menjadi insan-insan yang kuat mental juga lebih banyak pengalaman.

Alhamdulillah, harapan ( asa) tadi sudah menjadi nyata dan bukan sebatas impian lagi. Tahun 2020 aku mendapatkan ijazah di umur yang bukan lagi muda. Next level lanjut ke jenjang lebih tinggi yaitu kuliah di Universitas Yamisa Bandung mengambil Jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam).

Sabar, ikhlas mengikuti arah hidup, mengalir seperti air dari hulu ke hilir tanpa ada kata menyerah.

Allahuma shalli wasalim’alaa sayyidina Muhammad 🤲🤲.

(Visited 57 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.