Sebuah bahasa yang mengandung METAFORA. Mengapa negara lain yang dikunjungi oleh Pope Francis tidak mengatakan hal ini, sedangkan negara lain jauh lebih maju dan sudah berkembang.
Sebagai generasi muda Timor-Leste aku bangga dengan Metafora LAFAEK oleh Pope Francis. Benar kata Pope bahwa masyarakat Timor-Leste memang memiliki tradisi serta warisan budaya yang sudah hampir punah.
Entah mengaoa Pope Francis yang bukan kelahiran sebagai anak Timor-Leste justru lebih peduli kepada kita, untuk bisa berharti-hati, agar kita tetap menjaga nilai-nilai dari budaya kita, yang di wariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita, akan tetapi kita justru terdampar dan terjebak dengan budaya asing, merupakan satu pertanyaan batin yang butuh kita pelajari, agar memahami inti sari dari Metafora LAFAEK yang terang-terangan sudah dijelaskan oleh Pope Francis, ketika di tanya oleh para Wartawan.
Sebagai intelektual kita tidak boleh hanya duduk menafsirkan, kata Pope Francis, akan tetapi bagaimana menganalisis agar apa yang di sampaikan benar-benar tidak terjadi, karena budaya adalah warisan nenek moyang kita yang diwariskan sebagai fondasi terbentuknya suatu negara.
Pope Francis mengatakan sebuah kata yang mengandung makna unik dimana beliau mengatakan dengan nada penuh isi kecintaan bahwa, Pope Francis Jatuh Cinta Pada Timor-Leste.
Jika seorang lider gereja Katolik yang mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada Timor-Leste negara kita, itu pertanda bahwa, ia bukan hanya Pope, melainkan seorang yang penuh rasa cinta, dan kepercayaan serta kepedulian terhadap sesama manusia, tanpa memilih-milih siapa umat Katolik yang terbaik bagi dirinya.
Ia mengatakan pula agama Itu Universal berarti umum, dimana setiap insang di dunia termasuk masyarakat Timor-Leste yang memiliki agama tentu harus bisa memprediksi kata Universal.
Pope Francis yang terkasih selama tiga hari berpijak di bumi Timor-Leste tujuh bulan yang lalu selalu memberi senyum kepada umat Katolik di Timor-Leste.
Apabila ungkapan mengatakan ia jatuh cinta pada Timor-Leste itu artinya, hatinya selalu terbuka bagi semua masyarakat yang membutuhkan kehadiran di Timor-Leste. sejak kunjungan Pope Francis di Dili ibu kota Timor-Leste.
Ungkapan Pope Francis bukan hanya diletakan di atas bebatuan kering atau tanah, melainkan telah tersimpan rapi oleh umat katolik di hati dan pikiran masing-masing, di mana terbukti misa untuk merayakan berpulangnya Pope Francis di Tasi-Tolu sama seperti ketika para umat Katolik menerima kedatangan-Nya di Timor-Leste tujuh bulan yang lalu.
by Dev.Seixas’1125
