Ikatan Alumni Universitas Muslim Indonesia (IKA UMI) Makassar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengadakan pertemuan di Ibu Kota Nusantara (IKN) Sabtu – Minggu, 25-26 April 2026. Kegiatan yang diberi nama Silaturahmi dan Temu Alumni IKA UMI mengangkat tema Berkolaborasi tanpa sekat, berkhidmat untuk negeri.
Rangkaian kegiatan selama dua hari berlangsung di beberapa tempat. Diawali Sabtu sore, ketika para peserta dari seluruh Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Timur dan juga Kalimantan Utara berdatangan di rest area IKN untuk kegiatan pendaftaran peserta, dan pengambilan baju kaos. Setelah itu para peserta langsung diarahkan ke kamarnya.
Malam harinya ada makan malam dan pertemuan di meeting room Gedung Kemenko 1 Jalan Sumbu Timur. Para alumni datang tepat waktu, yaitu pukul 19.00 namun pertemuan resmi baru dimulai agak larut karena harus menunggu rombongan unsur pimpinan UMI Makassar yang terlambat datang. Jadwal penerbangan mereka dari Makassar delay sampai 6 jam, dan itu, baru diketahui saat mereka dalam perjalanan ke bandara Hasanuddin. Jadilah mereka menunggu di bandara selama setengah hari.
Mengetahui akan menunggu selama beberapa jam di ruangan itu, alumni UMI tidak meninggalkan tempat. Mereka memanfaatkan waktu dengan silaturahmi, berbagi cerita, dan mendengarkan live music. Ada pula yang menyanyi. Juga mengabadikan foto bersama antar asal Kabupaten dan Kota, atau antar Fakultas di UMI.
Akhirnya yang ditunggu pun tiba. Rombongan dari UMI Makassar dipimpin oleh Wakil Rektor III bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi dan Hubungan Alumni Hj Nur Fadhilah Mappaselleng. Mereka disambut dengan suka cita oleh Ketua IKA UMI Kalimantan Timur Muhammad Adam dan Direktur Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Budpar Ekraf) IKN Muhsin Palinrungi yang juga alumni Fakultas Sastra UMI angkatan 1993, dan semua yang hadir di tempat itu.
Saat memberikan sambutan, salah satu poin penting yang disampaikan Nur Fadhilah adalah memberikan tantangan kepada Alumni UMI di Kalimantan Timur agar mengupayakan pembukaan Kampus UMI cabang IKN. Saudara kandung artis empat etnis Dian Ekawati Mappaselleng ini menyambut tantangan yang diberikan pembicara sebelumnya, Muhammad Adam dan Muhsin Palinrungi.
Di awal Direktur Muhsin menyampaikan bahwa momentum kehadiran petinggi UMI di IKN bisa dijadikan wadah untuk menjajaki kerjasama pembukaan perguruan tinggi. Muhsin menyebut lahan masih cukup luas untuk itu.
Acara malam itu penuh keakraban meskipun jarum jam telah melewati angka 12. Nur Fadhilah yang masih fasih dalam logat Kalimantan Timur karena pernah tinggal di Samarinda selama 15 tahun, benar-benar memanfaatkan waktu untuk membina keakraban dengan alumni. Dia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menjelaskan kronologi kejadian antara mahasiswa UMI Makassar dengan ojek online beberapa hari sebelumnya, meluruskan berita simpang siur yang menyebar melalui media sosial.
Nur Fadhilah juga sempat menunjukkan kemampuannya dalam tarik suara dengan menyanyikan lagu Makassar. Itu untuk pelipur lara dan pengobat rindu bagi alumni yang pernah bertahun-tahun menimba ilmu di Kota Daeng, katanya. Di akhir, dia memberikan kesempatan kepada semua anggota rombongan untuk menyampaikan informasi seputar UMI yang dikenal dengan oleh alumninya sebagai kampus yang mengajarkan filosofi berilmu amaliah dan beramal ilmiah.
Di hari kedua, kegiatan dilaksanakan di beberapa tempat. Diawali dengan berkumpul pagi-pagi di area parkir IKN lalu menuju ke halaman istana negara yang dibuka hanya 30 menit, yaitu pukul 07.00-07.30 Wita. Selama di istana, pengambilan gambar hanya diperbolehkan dalam bentuk foto, bukan video. Hubungan komunikasi dengan orang luar hanya boleh lewat telepon suara, tidak boleh telepon video.
Dari halaman istana negara, alumni yang juga masih didampingi Nur Fadhilah bersama rekan menuju Glamping IKN. Ada beberapa kegiatan di sini. Yaitu penanaman 50 pohon di Miniatur Hutan Tropis IKN, berfoto di area glamping dengan latar belakang pemandangan IKN, sarapan pagi, dan berjalan di jembatan kaca.
Penanaman pohon dilakukan sebagai bhakti alumni untuk Nusantara. Jenis pohon yang ditanam adalah endemik Kalimantan seperti Meranti, Eboni dan Kapur, pohon buah-buahan seperti manggis, rambutan, durian dan nangka, lalu pohon untuk memperkuat ekosistem hijau seperti Mahoni dan Sengon.
Berjalan di atas kaca dengan ketinggian lebih dari 20 meter menyuguhkan pemandangan berupa istana garuda, kawasan IKN dan hutan alami. Pengunjung dapat berjalan di atas kaca setelah terlebih dahulu melepaskan alas kaki. Untuk satu kali kunjungan, hanya diperbolehkan maksimal 20 orang.
Kegiatan terakhir alumni adalah berkunjung ke Taman Kusuma Bangsa. Lokasinya tepat di sebelah gedung parkir. Hanya saja agak tinggi, sehingga pengunjung harus menaiki beberapa anak tangga dari gedung parkir. Di taman ini, ada tiang bendera merah putih setinggi 79 meter.
IKN, 26 April 2026
