Oleh: Muhammad Sadar*
Konferensi pers terkait Prediksi Musim Hujan dari BMKG pada 22 September 2026 lalu memaparkan kondisi fenomena El Nino yang ditandai anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir bulan Agustus 2026 sebesar +2,83 dengan nilai indeks ENSO periode Juli- Agustus- September sebesar +2,63 yang mengindikasikan El Nino sangat kuat. Sementara di Samudra Hindia tercatat, indeks IOD bulan Agustus +0,376 yang berpeluang menuju fase positif hingga akhir tahun.
Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan durasinya terjadi lebih singkat. Awal musim hujan di Indonesia terjadi tidak bersamaan dan sebagian wilayah akan mengawali musim hujan pada bulan November 2026 terhadap 185 ZOM/24,66 persen wilayah, dan bulan Desember pada 266 ZOM/17,31 persen.
Dalam keadaan demikian, sektor pertanian dan pangan global hingga domestik telah mengalami dampak yang ditimbulkan oleh fenomena fase kering yang berkepanjangan ini, terutama masa tanam padi yang diperkirakan mengalami pelambatan. Pada bulan oktober ini, efek El Nino selain mengeringkan sumber-sumber air untuk pertanian, pembangkit listrik dan air pemukiman, terlebih berdampak terhadap kebakaran hutan maupun lahan. Pengaruh karhutla yang menjuntai kabut asap pekat dengan tingkat kerentanan polusi dan konsentrasi kualitas udara yang tidak sehat.
Di tengah badai kabut asap yang menerjang hingga merambah di pemukiman penduduk, sekaligus menghambat aktivitas belajar para siswa atau perkuliahan mahasiswa, mengganggu transportasi darat, laut dan penerbangan maupun memengaruhi sistem pernafasan manusia. Kini sampai bulan oktober, pemerintah terus berjibaku berupaya dengan segala metode penanggulangan, peringatan kewaspadaan serta kerjasama lintas sektoral dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan ini.
Sementara event World Food Day yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober sebagai tonggak bersejarah berdirinya organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1945. Lembaga pangan dunia tersebut terus mendorong negara-negara anggotanya untuk senantiasa melakukan proses produksi pangan yang bersumber dari golongan serealia, protein hewani, atau serat lain sebagai bahan asupan untuk perbaikan nilai gizi dan keterpenuhan nutrisi warga dunia.
FAO menaruh kekuatiran besar terhadap ancaman kelaparan dunia yang terus menghantui penduduk bumi. Kebijakan setiap pemerintah tentunya memprioritaskan sistem pangan yang aman dan berkelanjutan di masing-masing negara. Selain faktor perubahan iklim yang mengancam keberlangsungan produksi pangan, juga tak terlepas pula dari guncangan geopolitik global yang berujung peperangan di kawasan produsen energi dunia yang mengganggu pasokan ke negara konsumen. Power minyak adalah sebagai salah satu elemen penggerak penting didalam mempabrikasi sumber pangan.
Jauh sebelum FAO berdiri pada tahun 1945, salah satu wilayah lumbung pangan nasional terbesar di luar Pulau Jawa adalah
Sulawesi Selatan. Pada abad ke-16 atau tepatnya tahun 1669 sebagai babak akhir perang Makassar yang dilakoni oleh Sultan Hasanuddin dalam perlawanan kepada Belanda, dinyatakan sebagai tahun lahir Provinsi Sulawesi Selatan. Momentum bersejarah ini telah diseminarkan pada tudang sipulung 1995 dibawah kepemimpinan Gubernur HZB.Palaguna hingga menetapkan hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan setiap tahun diperingati pada 19 Oktober dan usia daerah ini telah mencapai ke-357 sejak tahun 1669 silam.
Lintasan sejarah yang lain dan terjadi pada negeri ini adalah semangat juang para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia agar bebas dan terlepas dari cengkraman penjajahan. Pergerakan kaum muda ini terdiri atas berbagai latar belakang agama, suku, golongan dan pandangan politik yang berbeda yang menyuarakan harapan untuk bersatu dan berdaulat. Pada akhirnya diselenggarakan Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 yang dipelopori oleh Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Java atau Jong Andalas dan beragam organisasi perhimpunan pemuda lainnya yang melahirkan Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada bulan Oktober 1928 merupakan komitmen kuat bagi putra putri bangsa pada masa itu yang bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Dalam pesan semangat Indonesia hanya SATU, Indonesia only ONE yang mengantarkan kepada jalan menuju kemerdekaan negara sesungguhnya. Setiap 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda untuk mengenang perjuangan pemuda didalam merintis pembebasan negeri dari belenggu penjajahan.
Kejadian menarik pada bulan oktober berikutnya adalah kelahiran seorang putra bangsa yang kelak akan memimpin negara sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8. Ia adalah Prabowo Subianto yang lahir pada tanggal 17 Oktober 1951 di Jakarta ketika masa kepemimpinan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga ahli ekonomi dan disekolahkan hingga ke luar negeri sampai menamatkan jenjang pendidikan pada Akademi Militer Nasional di Magelang.
Dalam berkarir di dunia militer Indonesia, ia belum pernah menjadi komandan militer teritorial semisal dandim atau danrem apalagi seorang pangdam, namun jenjang militer yang dijalani Prabowo Subianto tidak lepas dari pasukan komando khusus atau Kopassus hingga penugasan operasi militer di garis depan seperti di Timor Timur. Ia bahkan menjadi Komandan Jenderal atau Danjen Kopassus yang sangat legendaris melalui operasi yang dipimpinnya dalam keberhasilan pembebasan sandera di Mapenduma hingga ia dijuluki the rising star pada zamannya.
Puncak karir militer Prabowo Subianto ketika menyandang pangkat bintang tiga yaitu Letnan Jenderal pada jabatan Panglima Kostrad ketika transisi pemerintahan orde baru ke masa reformasi. Fase krusial tersebut ternyata menjadi bagian terakhir dari perjalanan militer beliau pasca menjalani sidang Dewan Kehormatan Perwira yang menghendaki berakhirnya ia sebagai militer aktif.
Namun demikian, seorang Prabowo Subianto melanjutkan kiprah pengabdian di negara ini melalui jalur profesi politisi dengan mendirikan partai politik Gerindra yang mengantarkan ia menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8 melalui hasil pemilu tahun 2024. Menjelang genap dua tahun masa pemerintahannya 20 Oktober 2026, ia dihadapkan pada berbagai dinamika dan tantangan pembangunan sebagaimana pemimpin negara sebelumnya.
Diantara kebijakan yang menjadi sorotan publik saat ini meliputi penegakan hukum dan penyimpangan anggaran negara oleh oknum yang tak bertanggungjawab kemudian ketimpangan pengelolaan APBN utamanya dana transfer ke daerah yang semakin berkurang, lalu sektor kesehatan dan pendidikan yang anggarannya terus mengalami defisit, termasuk inflasi ekonomi yang kian hari terus terjadi, lingkungan yang masih saja bersoal seperti dampak areal bukaan tambang yang terabaikan, reklamasi pantai dan banyak lagi sektor hajat hidup rakyat Indonesia yang dinilai masih kurang memenuhi harapan pada umumnya.
Oleh sebab itu, momentum Oktober tahun 2026 yang akan diperingati dari berbagai elemen dan organisasi internasional atau domestik sekiranya membawa angin kemajuan hingga nuansa perubahan yang progresif. Atas kebijakan ke arah yang lebih positif tentunya sebagai sebuah jaminan menuju kemaslahatan masyarakat. Idealisme pemerintahan tak boleh lepas dari visi misi politik negara yaitu kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Akhirnya penulis mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-75 kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, 17 Oktober 2026-17 Oktober 1951, semoga senantiasa dalam rahmat perlindungan Allah swt, diberi petunjuk, kekuatan lahir batin untuk memimpin NKRI.
Begitupun juga terhadap Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan ke-357 Tahun, 19 Oktober 2026-19 Oktober 1669, semoga terus menjadi wilayah aman, damai dan diberkahi sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur hingga mempertahankan daerah ini sebagai lumbung pangan nasional.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun, 28 Oktober 2026-28 Oktober 1928 yang nyaris waktunya menembus satu abad, 100 tahun sumpah ini tetap abadi sebagai basis janji setia kaum muda untuk kejayaan NKRI.
Selanjutnya selamat Hari Pangan se-Dunia, World Food Day ke-81 Tahun, 16 Oktober 2026-16 Oktober 1945. Semoga lembaga pangan global ini, FAO secara konsisten terus memberi perhatian penuh bagi segenap penduduk bumi dalam mengendorce sistem produksi pangan, bantuan teknis hingga pendanaan pembangunan pertanian dan kegiatan introduksi atau inovasi teknologi berbagai bahan tanam komoditas kepada setiap negara anggota.
Barru, 16 Oktober 2026
*Penelaah Teknis Kebijakan, Pemerintah
Daerah Kabupaten Barru
