Oleh: Muhammad Sadar*

Tugas pokok dan fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah melakukan penyelenggaraan dan pelayanan birokrasi pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah. Rutinitas ASN dalam pelayanan publik, baik itu urusan wajib maupun urusan pilihan, setiap hari dilaksanakan secara profesional, proporsional, terukur, penuh dedikasi, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Demikian halnya dengan para ASN Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, dalam mengisi hari-hari pelayanan ke petani diselingi kegiatan on healing di internal kantor. Penanganan mood dan refresh ASN dilakukan melalui senam fisik kesegaran jasmani di office yard. Aktivitas senam tersebut diterapkan setiap hari Jumat.

Selain senam dan kerja bakti oleh ASN OPD pengurus hajat petani ini, pada hari Jumat juga diselenggarakan event transaksi hasil-hasil pertanian bertajuk Partajum (Pasar Tani Jumat).
Partajum merupakan sebuah tagline usungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang setiap hari Jumat dalam sepekan menggelar pasar tani bagi para petani untuk memasarkan produksinya dari usaha taninya maupun olahan hasil pertanian lainnya.

Partajum adalah implementasi program kerja dari Aspartan (Asosiasi Pasar Tani) yang berada di setiap kabupaten/kota. Asosiasi tersebut mengajak dan menggalang setiap anggotanya untuk melakukan penjualan produk usahatani dari para petani. Beberapa unit kelompok masyarakat yang dikerjasamakan dengan Aspartan adalah kelompok tani produsen bahan pangan serealia atau hortikultura,UMKM, dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

KWT adalah kumpulan para ibu rumah tangga yang mengelola lahan pekarangan rumah tangganya dan bercocok tanam jenis hortikultura, baik sayuran daun maupun sayuran buah. Model pertanian kota atau urban farming termobilisasi dalam sistem KWT tersebut di mana petani memaksimalkan potensi lahan terbatas di wilayahnya.

Tujuan yang diharapkan dari Partajum adalah mendekatkan jarak pemasaran hasil kreasi bercocok tanam ibu-ibu rumah tangga ke konsumen akhir terutama, para ASN baik di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan maupun ASN di lingkup Pemerintah Daerah Barru. Tujuan lain yang bisa dicapai adalah optimalisasi penggunaan lahan yang berada di tingkat rumah tangga masyarakat sehingga pemanfaatannya menjadi bagian dari penghijauan lingkungan yang asri.

Sedangkan manfaat yang bisa diraih adalah terciptanya kawasan pengembangan hortikultura skala rumah tangga yang akan mampu menjamin ketersediaan sumber pangan bergolongan serat maupun protein yang sangat dibutuhkan manusia dalam proses metabolisme tubuh. Manfaat lain yang diperoleh yaitu adanya peluang usaha produktif bagi ibu-ibu rumah tangga untuk menyibukkan dirinya dalam memenuhi kebutuhan dapur dan belanja sehari-hari.

Pelibatan berbagai komponen ibu-ibu rumah tangga dalam simpul KWT akan menjadi suatu model pemberdayaan ekonomi masyarakat, utamanya dalam menanggulangi tekanan inflasi yang setiap waktu terjadi dan sumbernya berasal dari komoditas pertanian seperti cabai dan bawang merah yang bisa diupayakan pertanamannya walaupun dalam skala kecil pada tingkat rumah tangga. Selain hal tersebut, lokasi pertanaman KWT yang berperan sebagai sumber penyedia pangan sehari-hari disamping berfungsi agrieducation sebagai wadah pembelajaran pertanian bagi anak-anak sekolah sejak usia dini.

Ruang Partajum yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru dalam tiga tahun terakhir ini telah membuka kesempatan kepada setiap kelompok tani, KWT,dan usaha UMKM lain untuk terlibat aktif dalam memasarkan produknya pada etalase yang telah disiapkan. Terlepas dari disparitas harga di pasar umum, produk yang ditawarkan dari para peserta Partajum paling tidak untuk membantu sahabat petani kita dalam melariskan produk hasil kerja nyatanya di lahan usaha taninya atau pekarangannya.

Konsep Pasar Tani Jumat yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru lebih kepada untuk mempersingkat rantai pasok produksi petani ke para pembeli agar pelaku pertanian ini tidak terbebani lagi penyewaan lapak di pasar-pasar tradisional, sehingga tercipta penghematan pada sisi real cost petani dan konsumen ASN maupun masyarakat sekitar lebih mudah memperoleh kebutuhan pangan setiap hari jumat.

Partajum selayaknya menjadi sebuah model penerapan inovasi. Bahkan strategi Partajum ini bisa diperluas lagi menjadi Partabuh/Partamas (Pasar Tani Subuh atau Pasar Tani Masjid) yang ditujukan kepada para jamaah masjid ketika selesai berjamaah fardhu Subuh atau rumah ibadah lain, atau yang lebih inovatif lagi yaitu Partakom, Pasar Tani di Kompleks Perumahan atau di Kompleks Industri untuk membantu kaum tani yang memang selama ini sebagai pensuplai dan penyedia bahan kebutuhan pangan masyarakat.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru telah mengambil peran nyata dan tindakan manajerial kolektif dalam memberdayakan petani serta melayani kebutuhan sarana produksinya,
mengatasi masalahnya maupun memberikan pilihan solusi tepat untuk melanjutkan proses budidaya petani setiap kali menghadiri Pasar Tani Jumat.

Barru,18 Juli 2024

*Warga Bengkel Narasi Indonesia, Jakarta

(Visited 235 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.