Oleh : Khatimah Bakri

Melanjutkan goyangan penaku di panggung destinasi Bumi Patampanua Kolaka Utara yang eksotis, saya akan mengajak sahabat pembaca budiman menelusuri Sungai Tinukari seperti berikut.

Masih teringat di benakku, Sungai Tinukari ini dulunya hanya sungai biasa saja, seperti sungai di kampung pada umumnya, yang berfungsi untuk mandi dan mencuci pakaian. Siapa sangka seiring waktu, sungai ini bisa menjadi destinasi wisata yang keren di Kolaka Utara.

Tempat wisata ini menyediakan beberapa wahana yang dapat dinikmati pengunjungnya, seperti, Arung jeram. Derasnya arus Sungai Tinukari ini, membuat para pengunjung yang hobby arung jeram merasa tertantang untuk menaklukkannya. Hanya dengan membayar 5.000 rupiah perorang, sudah bisa bercengkrama menikmati derasnya arus sungai.

Selain arung jeram, tersedia pula wahana flaying fox yang tidak kalah sensasinya. Dengan mengeluarkan kocek 30.000 rupiah, sudah bisa  bergelantungan dengan bebas di atas tali dibantu dengan roll.

Seperti tempat-tempat wisata lainnya, tidak lengkap bila tidak tersedia wahana untuk bernyanyi bersama (karaoke). Di pelataran sungai ini juga disiapkan tempat untuk menyalurkan hobby menyanyi secara gratis.

Jika ingin berkunjung ke pelataran Sungai Tinukari, jarak yang ditempuh sekitar 400 meter dari pemukiman masayarakat. Dapat ditempuh dengan sepeda, motor, dan mobil.

Jika menuju ke obyek ini, harus hati-hati, karena jalan cukup sempit. Lengah sedikit saja bisa terjun ke sungai. Ketika sampai di sana, perasaan sejuk dan damai seketika menyapa jiwa. Suasananya benar-benar asli perkampungan, jauh dari suara bising. Di tempat wisata ini tersedia juga beberapa kasebo yang bisa digunakan para pengunjung untuk beristrahat secara gratis.

Benar kata orang bijak, kembalilah ke alam untuk menemukan kedamaian jiwa dan ketenangan hati. Saya bukan sekedar kembali ke alam, tetapi saya jatuh cinta sama keindahan alam di kampungku. (Bersambung)

(Visited 114 times, 1 visits today)
0 thoughts on “Jatuh Cinta di Pelataran Sungai Tinukari”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.