Oleh: Muhammad Sadar*

Pertarungan tim peraih papan atas top rangking FIFA dengan tim menengah atau kuda hitam mewarnai setiap kompetisi piala dunia semakin menarik untuk di tonton, diulas bahkan meramaikan meja bandar judi sekalipun. Adu strategi antar coach saling memperhitungkan peluang dan tantangan di dalam menyusun formasi terbaik. Setiap pelatih meramu skema yang cocok diterapkan pada pertandingan yang dihadapinya. Rotasi pemain pilar menjadi kunci permainan disertai dengan pertimbangan teknis berdaya serang atau bergaya defensif.

Berbagai metode atau gaya sepak bola setiap negara tentunya memiliki ciri yang berbeda. Skema permainan total football yang diperankan oleh tim orange Belanda telah dibenamkan Maroko, begitupun juga nafas panjang tim panzer yang identik dengan mekanisme diesel engine-Jerman- dihentikan Paraguay, terlebih lagi gaya bermain Jogo Bonito atau sepak bola indah melalui kemampuan individu pemain Brasil seakan tak berdaya menghadapi strategi kolektif big body Norwegia.

Sepak bola adalah satu-satunya olah raga yang dipentaskan mendunia dengan melibatkan seluruh negara di planet bumi ini. Penggunaan sarana dan prasarana pendukung sejak zona kualifikasi antar kontinental hingga opening ceremony dan final, arena pertandingan merupakan investasi besar yang padat modal, promosi dan industri pariwisata negara penyelenggara, manajemen tiket, birokrasi dokumen visa pemain, official, dan supporter, kesiapan tim ahli medis dan pemandu bakat, penggunaan SDM pemandu sorak atau dance music, sistem transportasi lokal dan maskapai dunia, serta perangkat lain seperti printing jersey, ID card, sepatu bola, sponsorship dan security hingga jurnalisme maupun pelibatan liaison officer setiap negara.

Pentas sepak bola dunia tak lepas dari sorotan media lokal dan internasional. Tak jarang pemberitaan yang menganalisis tajam performa sebuah tim termasuk menyoroti kelemahan penerapan taktik atau cara bermain individu atau kerja sama tim, bahkan hingga pelatih pun yang turut disorot. Kegembiraan dan euforia fans negara pemenang setiap babak menjadi pelecut semangat para pemain. Sorakan, teriakan maupun standing applause penghargaan yang layak dipersembahkan kepada sang juara.

Berbanding terbalik dengan pendukung tim yang gagal melenggang ke tahap berikut. Pemandangan yang membumi yaitu tanpa selebrasi, hanya tatapan kosong bahkan suara histeris kekalahan yang memekakkan telinga menyaksikan kegagalan tim andalan.
Tangisan histeris yang menggema di tribun menjadi penanda kekecewaan atau ketidakmampuan melawan kenyataan bola yang bersarang ke gawang tim unggulan. Suara histeris terus menyeruak di stadion tatkala melihat kiper memungut bola dari dalam gawang sebagai pertanda pundi gol bertambah dari lawan.

Kini, braket FIFA World Cup 2026 telah mengakhiri babak 16 besar menuju tahap perempat final dengan menyisakan 4 tim unggulan dunia yang pernah menjuarai panggung sepak bola dunia seperti, Argentina, Inggris, Prancis dan Spanyol. Sementara 4 tim lainnya yaitu Belgia, Maroko, Norwegia, dan Swiss masing-masing akan menghadapi para jagoan dunia tersebut yang telah mengangkat dan mencium piala Jules Rimet di zamannya.

Tahap perempat final adalah masih bagian dari sistem gugur peserta world cup dan merupakan terminal pertengahan yang telah melalui dua tahapan braket dan menyongsong sesi semi final dan final competition. Sejak
babak penyisihan grup hingga fase 16 besar telah tercipta berbagai kejutan, emosi dan tekanan mental kolektif bagi tim tertentu. Pada laga selanjutnya telah membentuk persepsi dari berbagai kalangan tentang siapa tim yang akan bertengger di puncak. Para analis bola memberi penilaian, prakiraan dan modelling dari sudut pandang track record tim selama kualifikasi, fase grup hingga menjelang final.

Akankah intercept dan ulangan sejarah final di Qatar 2022 lalu akan terjadi pada piala dunia 2026?. Histeria akan terus berulang jika melihat peta jalan semua tim menuju semi final dan final terbuka lebar. Duel antara Maroko-Prancis merupakan ulangan semi final empat tahun lalu dan bisa jadi penampilan dan materi pemain Maroko lebih solid saat ini disamping dijadikan sebagai aksi menuntaskan dendam kekalahan dari sang juara dunia 1998 dan 2018.

Pertarungan yang lebih dahsyat adalah pembunuh juara dunia lima kali-Norwegia, akan berseteru Inggris yang baru satu kali menjuarai piala dunia di kandangnya tahun 1966. Melalui titisan semangat petarung bangsa Viking, Norwegia berupaya menang walau beberapa pemainnya berlaga di medan liga Inggris. Berbeda dengan Argentina yang nyaris menciptakan histeris kesedihan abadi bagi fansnya andai dewa-dewi fortune tidak berpihak kepada takdirnya untuk menang. Mengutip Subhan Riyadi di BN, Argentina menang dramatis 3-2 menghadapi Mesir karena membuktikan ia bermental juara.

Bagaimana nasib Belgia yang akan kontra dengan Spanyol sebagai juara dunia 2010 di Afrika Selatan atau takdir Swiss kembali bertempur dengan pemegang piala dunia tiga kali, Argentina. Spirit utama legiun Swiss adalah hendak membuktikan syair lagu Madonna yaitu don’t cry for me Argentina. Bukan lagi histeris yang akan diciptakan pasukan Swiss bagi pecinta tim Tango, namun ia akan membuat menangis si-goat Messi, atau nazab Batigoal atau titisan Maradona maupun suporternya di seantero dunia.

Lebih histeris lagi jika tercipta pemenang world cup baru 2026, seperti Belgia yang memiliki sejarah menumbangkan Brasil pada 2018 di Rusia atau blue print Norwegia yang akan mampu melumpuhkan skuad Inggris atau skenario Maroko yang diharap menumbangkan Prancis dan atau malah sebaliknya mungkin sejarah akan berulang di top final, mesin kapital taruhan piala dunia kembali mencetak duel hidup mati antara tim Argentina-Prancis yang akan bertengger di puncak FIFA World Cup 2026. Lalu siapa yang akan merebut tahta supremasi sepak bola dunia?. Nah, jangan lewatkan periode final beberapa hari lagi kedepan agar tidak histeris empat tahun kemudian.

Barru, 08 Juli 2026

*Warga Bengkel Narasi Indonesia yang telah mulai menonton world cup melalui siaran hitam putih TVRI sejak berusia 13 tahun, pas 40 tahun silam.

(Visited 17 times, 17 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.