Oleh: Yusriani Nuruse

Sebagaimana lazimnya umat Islam bersuka cita menyambut datangnya bulan suci ramadan, bulan penuh hikmah, begitu juga diriku dan anak kita yang kini berumur 8 tahun.Ia sudah mulai belajar menjalani ibadah puasa dan Insya Allah akan selalu aku bimbing dijalan yang diridhoi Allah agar kelak kau pun bahagia dan tenang di sana.

Kini 2 bulan kepergianmu, aku tak bisa memungkiri rasa kehilangan dirimu.Ini adalah tahun pertama puasa tanpa dirimu lagi wahai imamku.Rasa sedih masih bergelayut dalam hati ini, namun, aku berdoa dan berharap engkau sedang baik-baik saja di alam sana. Aku selalu berdoa dengan penuh harap agar Allah selalu meluaskan, menerangi barzahmu, dan menjauhkanmu dari siksa dan fitnah kubur.

Wahai suamiku, aku istrimu bersaksi, kau orang baik nan sabar menjalani hidupmu serta sakit yang kau alami.
Di bulan suci ramadan ini, tak ada lagi kau di sisi kami, namun, kau akan selalu ada dalam doa-doa kami. Kutitip rindu buatmu lewat lantunan kalam Ilahi yang berkahnya kukirim untukmu.

Tenanglah di sana wahai imamku. Semoga saja berkah dari lantunan kalam Ilahi serta berkah dari sedekah istrimu ini dan anak-anak kita, kelak Allah menyatukan kita kembali di surga-Nya.

Aamiin ya rabbal Alamin.

Watansoppeng, 2 April 2022

(Visited 147 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.