Oleh : Andi Fatima Banri
Melihat dan membaca Lampiran XXVII Surat Dirjen Otonomi bernomor : 002.6/2767/OTDA tertenggal 18 April 2022 tentang daftar penerima penghargaan bagi perempuan berjasa dan berprestasi untuk daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, saya hanya mampu membisu sambil menahan butiran-butiran kristal yang menyeruak di sudut mataku.
Bibirku gemetar tak hentinya mengeja kata syukur kepada Allah Swt atas apa yang kulihat. Namaku terpampang di urutan kedelapan daftar penerima penghargaan sebagai perempuan berjasa dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April 2022.
Sebagai honorer di Kantor Kecamatan Katoi setelah pemekaran tahun 2007 -2018, kemudian lulus sebagai pendamping sosial Program Keluarga Harapan 2018 sampai sekarang, saya tidak pernah membayangkan bisa mendapat penghargaan dari pemerintah. Saya hanya bekerja tulus dan ikhkas, aktif diberbagai kegiatan sosial seperti PKK, BKMT, menjadi anggota aktivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) dan organisasi lainnya.
Awalnya ketika masih honorer 2007 sampai 2018 saya merasa bahwa Kecamatan Katoi itu bagian dari saya. Jadi selalu terpanggil melakukan sesuatu agar kecamatan ini bisa sama dengan kecamatan lain. Intinya, saya selalu mengerjakan apa yang ditugaskan oleh pimpinan untuk kemajuan daerah, tanpa mempertimbangkan yang lain. Hal ini tidak lepas dari ajaran kedua orang tua yang selalu menekankan sikap “Sipakalebbi” atau selalu berpikir positif dan menghormati orang lain.
Sambil mengusap dan membaca narasi piagam penghargaan ini, saya tiba-tiba langsung teringat Ayat Kursi : Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.
Pelajaran yang saya petik dari penghargaan ini adalah, “Bekerjalah dengan tulus dan ikhlas, jika lingkungan tidak mengapresiasi kerja ikhlas kita, in syaa Allah Tuhan tidak akan menyia-nyiakannya, karena sesungguhnya Tuhan tidak pernah tidur.
