AglonemaAglonema

Masa pandemi COVID-19 belum berakhir juga. Aktivitas di luar rumah masih terbatas hingga kadang-kadang kejenuhan berada di rumah saja semakin menyesakkan dada. Salah satu cara untuk lebih menyenangkan berada di rumah saja adalah dengan melakukan hal-hal yang sifatnya menghibu sekaligus menyehatkan, yaitu dengan menjalani hobi tanaman hias.

Tanaman hias yang cukup populer saat ini adalah Si Ratu Daun, yaitu Aglonema atau biasa juga disebut Sri Rezeki. Meskipun banyak orang yang menanam Aglonema, tidak sedikit juga yang mengalami gagal. Faktanya, memelihara Aglonema memang agak ribet juga, harus tahu ilmunya.

Setiap orang mungkin punya caranya masing-masing untuk memelihara Aglonema. Berikut tujuh tips merawat Aglonema agar tumbuh sehat cantik dan terawat sesuai dengan pengalaman penulis.

Pertama, jauhkan dari sinar matahari langsung.

Tanaman ini sebaiknya tidak diletakkan langsung di bawah sinar matahari. Berikan paparan sinar matahari secukupnya agar pertumbuhannya baik dan warna daun tidak berubah. Namun, sahabat juga perlu mengenali varietas Aglonema yang dimiliki. Varietasnya cukup beragam dan masing-masing memiliki karakteristik tingkat kepekaan terhadap sinar matahari yang berbeda juga. Ada varietas yang suka di tempat yang teduh. Ada juga varietas yang suka di tempat terang untuk memaksimalkan warna daunnya.

Kedua, hindari area bersuhu rendah/dingin.

Nah, jika sahabat meletakkan Aglonema di dalam ruangan, pastikan suhu tidak terlalu dingin. Aglonema tidak menyukai area yang bersuhu rendah atau dingin. Plant Care Today menyebutkan bahwa tanaman ini sebaiknya tidak ditempatkan di suhu udara di bawah 16 derajat Celcius.

Ketiga, lakukan penyiraman dengan baik.

Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan dua hingga tiga kali dalam sepekan. Sedangkan pada musim hujan, bisa dilakukan sekali saja dalam sepekan. Jangan lupa bagian daunnya dibersihkan agar tetap cantik dan bersih dari debu dan kotoran, ya?

Keempat, jaga kelembaban tanaman.

Aglonema juga membutuhkan perhatian pada kelembaban udara di sekitarnya. Terlalu kering akan menjadikannya tidak segar. Namun, terlalu basah juga akan menjadikan akarnya busuk. Karena itu, sahabat bisa menyiasati kontrol kelembaban ini dengan memberikan kerikil di permukaan tanahnya. Siram secara teratur dan berikan sirkulasi udara pada tanaman melalui lubang pada pot atau wadah tanam Aglonema.

Kelima, beri pupuk.

Berikan pupuk sebagai tambahan nutrisi dan menyuburkan tanaman. Namun, pastikan tidak berlebihan, ya? Jika pupuk diberikan secara berlebihan akan mengganggu proses perkembangbiakan Aglonema.

Keenam, perhatikan media tanam.

Tanah organik sangat disarankan untuk menjadi media tanam Aglonema. Tanah yang berasal dari sisa tumbuhan, hewan, dan manusia baik yang telah mengalami dekomposisi lanjut maupun yang sedang mengalami proses dekomposisi dapat membuat tanaman cepat tumbuh subur dan sehat. Selain itu, lakukan pengecekan rutin terhadap kualitas tanah. Apabila kondisi tanah telah menggumpal, kering, atau terlalu basah, gantilah dengan tanah yang baru

Ketujuh, perawatan dari hama.

Hama menjadi salah satu perusak tanaman. Hama tanaman Aglonema antara lain laba-laba, kutu, tungau, hingga ulat bulu. Semprotkan sedikit pestisida untuk mengusir makhluk kecil yang dapat membuat Aglonema layu, bahkan mati.

Semoga bermanfaat! []

(Visited 153 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

2 thoughts on “Geliat Aglonema di Masa Pandemi (Bagian 2)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.