Tidak ada penulis terkulai karena tulisannya. Dia akan bangkit berkali-kali menggunakan tongkat penanya atas nama peradaban.

Bisa jadi quote di atas telah meresap dalam kalbu dan terus mengalir menelusuri urat nadi Bagus Santoso. Dalam kondisi apa pun, penanya tidak pernah berhenti mencatat setiap fenomena yang melintas di depannya.

Sejak era 90-an, ketika masih aktif sebagai wartawan, kemudian menyeberang ke parlemen menjadi wakil rakyat tiga periode: 2004-2009 Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, 2004-2009 dan 2009-2019 naik kelas ke DPRD Provinsi Riau, hingga akhirnya sekarang menjadi Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso tidak pernah jeda menulis.

Baginya, menulis bukan lagi sekadar hobi atau menyuarakan aspirasi, tetapi panggilan peradaban. Menyadari benar bahwa sesungguhnya sejak zaman Nabi peradaban dibangun turun-temurun melalui tulisan. Nikmatnya ilmu dan lezatnya agama sampai dalam jiwa kita sekarang itu karena jasa para penulis. Memahami benar bahwa ketika setiap pena berhenti menulis, peradaban bisa stagnan dan ilmu pengetahuan akan memudar.

Saudara Bagus Santoso adalah salah satu anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang berhasil mengharumkan nama korps organisasi. Karena itu, sekarang dan ke depan, kita berharap ini akan menjadi teladan dan motivasi bagi kawan-kawan lain di PWI. Selalu berkarya mengharumkan nama baik PWI di mana saja berada, istimewa di kancah legislatif dan eksekutif seperti yang dilakukan oleh Bagus Santoso.

Konsistensinya menulis kembali dibuktikan dengan mengeluarkan buku baru berjudul, “Penangkal Demokrasi Kriminal” seperti yang ada di tangan pembaca sekarang. Tercatat sudah delapan buku karya besar di antaranya: Menantang Elite Parpol, Merakyat Tak Dapat Dibuat-Buat, Demokrasi Wani Piro, Mahar Politik dan Kontestasi, Dinamika Politik Riau, Layar Ramadan, dan XYZ Writing. Judul terakhir hasil karya bersama Ruslan Ismail Mage, sahabat senior kuliah pasca sarjana S3 Ilmu Politik.


Begitulah Bagus Santoso. Di sela-sela kesibukannya memandu roda birokrasi Pemerintahan Kabupaten Bengkalis, selalu menyempatkan diri menulis dan terus menulis.

Akhirnya, saya ucapkan selamat kepada Saudara Bagus Santoso atas terbitnya buku ini. Sebagai pemimpin daerah yang berjiwa jurnalistik, jangan pernah berhenti bertausiyah melalui tulisan untuk kemajuan daerah. Karena sesungguhnya kemajuan suatu daerah atau bangsa juga sangat ditentukan oleh kemajuan warganya dalam literasi menulis dan membaca.

Jakarta, Juni 2022
Atal Sembiring Depari
Ketua Umum PWI Pusat

(Visited 99 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Sekapur Sirih PWI “Penangkal Demokrasi Kriminal””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.