pedas

Judul:                           Kuliner Cita Rasa Pedas, Gigitan Nikmat yang Selalu Memikat

Penulis:                        Forum Komunikasi Kuliner Indonesia (Forkomkulindo)

Editor:                         Murdijati-Gardjito dan Rachma Wikandari

Penerbit:                     Nightoon Cookeries

Tahun Terbit:               2019

Jumlah Halaman:        xii + 180

ISBN:                            9786239146610

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku ini adalah kumpulan makalah dari kegiatan Seminar “Mengungkap Keunikan Kuliner Bercita Rasa Pedas”  yang diselenggarakan pada tanggal 8 Mei 2018 di Balai Pamungkas. Makalah yang telah diseminarkan, kemudian dikumpulkan dan disesuaikan untuk penerbitan buku. Ada tambahan beberapa artikel sebagai pelengkap.

Topik utama pembahasan buku ini adalah kuliner pedas Indonesia dengan judul ‘Kuliner Pedas Indonesia-Cita Rasa Nikmat yang Selalu Memikat’. Cita rasa pedas pada produk makanan di Indonesia telah lama dikenal oleh nenek moyang kita, bahkan mungkin sejak ribuan tahun silam. Berbagai naskah kuno telah mendokumentasikan adanya kuliner kuliner yang bercita rasa pedas di Indonesia. Bahan utama dan mungkin yang pertama dikenal sebagai bahan yang membuat cita rasa pedas pada masakan adalah cabai/cabe atau lombok. Namun selanjutnya dikenal pula bahan pemedas yang lain misalnya jahe, lada, merica dan andaliman.

Penyebab utama cita rasa pedas pada cabai atu lombok adalah adanya azat yang bernama kapsaisin. Zat inilah yang membuat cabai terasa pedas. Olahan cabai dalam makanan Indonesian yang paling utama adalah sambal. Sambal inilah yang menjadi daya pikat dalam berbagai menu masakan utama di Indonesia.

Berbagai topik pembahasan dalam buku ini ini misalnya sejarah jejak cita rasa pedas dalam kuliner Indonesia, dan kisah kisah cita rasa pedas. Ada juga diulas berbagai macam bahan makanan sumber cita rasa pedas, manfaat dan efek lain dari cabai, dan profil sambal Indonesia. Uraian tentang bisnis hidangan bersambal juga ada dalam buku ini. Ada prospek dan tantangan bisnis, membangun resto lokal, usaha tepung penyalut, dan lain lain.

Kuliner bercita rasa pedas dan makanan pasangannya juga dibahas. Ada tentang makanan pedas yang menjadi produk wisata kuliner, ada pula tentang lalapan yang menjadi pasangan sambal sekaligus menjadi cerminan biodiversity Indonesia. Bahkan bagaimana peran penyalutan tepung pada makanan gorengan dan strategi menggoreng untuk menghasilkan produk makanan yang bermutudan aman, juga dijelaskan pada bagian terakhir buku ini.

Karena berupa kumpulan makalah, sehingga berbagai sudut pandang (point of view) dari para pakar, termasuk praktisi kuliner, akademisi, budayawan, hingga pelaku industri tersaji dalam buku ini.

Pembahasan topik cita rasa pedas bukan hanya dari sisi gastronomi, tetapi juga dari sisi budaya, sejarah, sosial, dan ekonomi. Buku ini juga merupakan dokumentasi sejarah kuliner Indonesia khususnya kuliner dengan cita rasa pedas. Hal ini sangat penting karena merupakan rekaman dokumentasi pemikiran para pakar di bidang masing masing yang membahas kuliner pedas Indonesia. Buku ini juga menganalisis secara mendalam tentang cabai sebagai komoditas, filosofi rasa pedas dan tren kuliner pedas Indonesia.

Buku ini sangat cocok dijadikan bahan rujukan bagi para peneliti maupun mahasiswa dan umum, karena pada penulisnya memiliki kompetensi yang relevan dengan topik pembahasan.

Namun demikian ada beberapa kekurangan buku ini. Buku ini merupakan kumpulan makalah, sehingga mungkin ada pembaca merasa kurang mengalir dan tidak terintegrasi dengan baik antar bab atau bagian. Kualitas makalah juga bisa berbeda beda tergantung dari kedalaman analisis, gaya bahas dan ketajaman argumentasi para penulis makalah. Beberapa makalah menggunakan istilah akademis sehingga mungkin ada pembaca yang kesulitan dalam memahaminya. Buku ini juga tidak banyak menyajika resep resep masakan bercita rasa pedas Indonesia. Dengan kata lain, buku ini lebih fokus ke pemikiran dan kajian dibanding dengan praktek pembuatan kuliner pedas di dapur.

Buku “Kuliner Cita Rasa Pedas, Gigitan Nikmat yang Selalu Memikat” sangat kuat sebagai referensi akademik dan kultural, tetapi kurang ideal sebagai bacaan populer atau praktis.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Umum, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.

tt
Tandatangan
(Visited 3 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Suharman Musa

Suharman Musa, seorang Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.