Oleh: Salsabila Mulya
Dalam menjalini kehidupan membutuhkan sebuah perencanaan, agar target bisa tercapai dengan baik. Rencana hidup adalah usaha yang dilakukan agar terwujudnya keinginan seseorang dengan segala kemampuan untuk dapat mengatasi kegagalan yang mungkin saja terjadi. Perencanaan sebagai strategi dalam memanajemen hidup bertujuan mengendalikan dan mengatur segala langkah demi mewujudkan cita-cita, dan tujuan hidup.
Terkadang rencana yang telah kita susun rapi datangnya tidak sesuai yang diharapkan, karena ada rencana lain yang telah disusun sebaik-baiknya oleh Allah Swt untuk kita hambanya yang belum kita mengetahuinya. Bahkan tidak jarang rencana Allah Swt itu bertolak belakang dengan keinginan. Itulah hidup dan kehidupan yang diatur semuanya oleh sang pemilik hidup dan kehidupan, Allah Swt. Kita hanya bisa merencanakan, namun Allah Swt yang menetapkan segalanya.
Allah Swt lebih mengetahui mana yang terbaik untuk kita hambanya, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 216 bahwa, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. Dengan adanya sabda ini, sebagai umat muslim kita berusaha untuk berikhtiar dan bertawakal, serta memanjatkan doa sambil berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik.
Di balik rencana Allah Swt, ada sesuatu lebih besar disiapkan untuk kita hambanya. Percayalah setiap usaha yang dilakukan tidak akan memberi kecewaan, dan setiap tangis yang dikeluarkan akan digantikan kebahagiaan oleh Allah Swt nantinya.
Kunci kenyamanan dalam menerima takdir yang diberikan oleh Allah Swt adalah bagaimana kita ikhlas dan ridho menerima ketentuan-Nya dan mampu bertahan atas ujian atau cobaan yang direncanakan oleh Allah Swt. Tidak ada yang mampu memahami rencana Sang Maha Pencipta. Sesuatu yang tak mungkin dalam nalar bisa menjadi mungkin atas kuasa-Nya. Sesungguhnya ada rencana lebih indah dari Allah Swt di balik rencana hambanya yang selalu bersabar.
*Mahasiswi Universitas Negeri Padang, pencinta literasi menulis
