Oleh: Elvira Pereira Ximenes
Dalam kesunyian malam
Aku beratapkan langit
Kuratapi diriku dalam sepi
Tiada sebatang hidung menanggapiku
Aku berdoa dalam keheningan
Sambil menatap ke langit
Ku dapati miliaran bintang
Seolah mereka sedang mengamatiku dari ketinggian
Apalah daya
Kami hanya bisa saling memandang
Dari atas langit mereka berkedip-kedip
Pertanda si bintang tak tega menyaksikan kesendirianku
Untuk kesekian kalinya
Mataku memandang penuh hikmat ke angkasa
Ternyata kudapati sepintas lalu
Ada sebuah bintang sangatlah unik kedipannya
Letaknya persis di atas kepalaku
Tempat aku duduk
Si bintang memberi tanda lewat kedipan cahayanya yang unik
Warnanya cantik serupa warna merah jingga
Kudengar bunyi serangga
Mengitari tempat aku duduk di halaman rumah
Walau aku tak melihat keberadaan mereka
Namun aku yakin mereka menemaniku sambil bersuara
Aku melirik ke tembok
Tempat sandaranku
Kudapati puluhan semut
Berjalan dalam satu barisan
Kuamati tingkah laku para semut
Aku tak mengerti cara hidup mereka
Mereka hidup berkelompok begitu solid
Saling menyapa dalam diam
Ternyata aku tak sendirian
Aku ditemani oleh mereka dengan caranya
Baik lewat tingkah laku maupun lewat bunyi suara yang dihasilkan
Wahai semua makhluk
Baik makhluk hidup
Maupun makhluk tak hidup
Temanilah aku malam ini
Aku bersyukur atas kali ini
Malam indah penuh kenangan manis
Sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan
Ternyata aku dihibur oleh semesta dengan caranya yang misterius.

Mantap sekali puisimu…ternyata sudah mulai mengepakkan syapmu tuk terbang jauh ke langit eeh…bersama bintang dan semut…
Profisiat.