Oleh: Elvira Pereira Ximenes
Aku adalah aku apa adanya
Aku bersyukur atas limpahan rahmat hari ini
PadaMu aku bersujud sembah
Inilah aku ciptaanMu
Aku memujiMu
Wahai penciptaku
Ya Allah Tritunggal Maha kudus
Kasihanilah aku
Wahai kawanku sang Surya
Kaulah penerang alam raya
Sumber cahaya penghasil energi
Adil menerangi alam semesta
Wahai kawanku rembulan
Kau menerangi bumi
Ketika malam tiba
Ku menikmati indahnya kesejukan malam
Wahai kawanku bintang-bintang di langit
Kehadiranmu sangat menakjubkan hatiku
Walau jumlahnya miliaran di angkasa
Namun ku ingin memilih satu di antaranya tuk menerangi hatiku
Wahai kawanku langit
Kau tunjukkan variasi warnamu begitu mempesona
Ketika aku memandang ke atas
Mengingatkan aku akan kemegahan sang Ilahi
Wahai kawanku samudera raya
Hembusan ombak memikat hatiku
Laut bergelora
Bagaikan cinta mengalir tiada henti-hentinya
Wahai kawanku air
Kaulah sumber kehidupan
Kau membasahi bumi
Pertanda adanya kehidupan
Wahai kawanku angin
Aku bernapas
Sebagai tanda aku bernyawa
Itulah karya Roh kudus
Wahai kawanku tanah
Tempat aku berpijak
Dari hari ke hari kau tetap tenang menopangku
Hingga tiba saatnya nanti aku bakal menyatu dengamu kembali menjadi tanah
Wahai kawanku seperjuangan
Aku bersyukur atas kehadiranmu dalam hidupku
Aku berterima kasih atas ruang dan waktu untukku
Kawanku lengkapilah kekuranganku
Wahai kawan sejatiku
Belahan jiwaku
Jika aku bersalah padamu
Ku mohon maafkan aku
Wahai kawanku budiman
Aku bersukacita atas kebaikanmu
Kehadiranmu adalah berkat bagiku
Aku sungguh bersyukur pada sang pencipta
*Penulis adalah penggiat dan pencinta literasi Timor Leste
