Oleh : Muhammad Sadar*
Tanaman pangan merupakan salah satu sub sektor pertanian dan ekonomi yang sangat penting dan strategis, karena sub sektor tersebut berkait dengan pemenuhan pangan bagi rakyat Indonesia. Pembangunan sub sektor tanaman dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan (pro-growth), memperluas lapangan kerja (pro-job), menanggulangi kemiskinan (pro-poor) dan mendorong pelestarian lingkungan (pro-environment).
Untuk mewujudkan sasaran pencapaian produksi tanaman pangan khususnya komoditi padi dilakukan berbagai program dan kegiatan; antara lain perluasan areal dan pengelolaan lahan, peningkatan produktivitas, rekayasa sosial dan teknologi. Salah satu komponen kegiatan peningkatan produktivitas dilakukan melalui penggunaan varietas/benih unggul bermutu.
Benih unggul bermutu merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman, dan perannya tidak bisa digantikan oleh faktor lain di mana benih sebagai bahan tanam pembawa potensi genetik, terutama untuk varietas-varietas unggul. Benih bermutu merupakan benih berlabel dengan tingkat kemurnian dan daya kecambah yang tinggi. Mutu benih terdiri atas 4 komponen yaitu : 1. Fisik (seragam Kadar air tepat, bersih dari kotoran). 2. Fisiologis (daya kecambah dan vigor). 3. Genetik (Kemurnian spesies yang tinggi). 4. Kesehatan benih.
Kontribusi penggunaan benih unggul bermutu dalam melecut produktivitas antara 30-40%, sementara menurut Syafa’at at al., (2005) bahwa kesenjangan produktivitas antara hasil penelitian dengan hasil petani masih cukup lebar yaitu sekitar 35,6% sehingga peluang peningkatan produktivitas padi bisa dilakukan seiring dengan tersedianya sejumlah varietas unggul baru.
Hingga tahun 2022 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian-Kementan telah melepas 497 jenis varietas padi, namun tidak semua varietas tersebut dikembangkan petani karena tergantung pada preferensi petani dan pasar, produktivitas yang dihasilkan serta tingkat ketahanan terhadap hama dan penyakit.
Kemudian manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan benih unggul adalah pertumbuhan tanaman seragam, ketahanan tanaman yang tinggi, panen menjadi serempak, produksi dan rendemen lebih tinggi, mutu hasil lebih baik, dan total pendapatan lebih tinggi. Adapun kegiatan bantuan benih dari Pemerintah merupakan salah satu cara untuk introduksi dan deseminasi varietas unggul baru sehingga menarik minat petani dan penangkar atau produsen benih. Pada masa mendatang diharapkan penggunaan benih unggul bersertifikat padi terus meningkat seiring meluasnya pertanaman padi secara nasional. (Bersambung)
*Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru
