(Episode 1)
Gen Alpha Sudah Bisa Membedakan Teladan dan Yapping
Oleh : Naziruddin MS
Apa itu “Gen Alpha” & Yapping ?
Generasi Alpha adalah anak-anak yang lahir mulai tahun 2010 hingga 2025. Mereka adalah generasi pertama yang sepenuhnya lahir di era digital, dikelilingi teknologi canggih sejak hari pertama. Ponsel, tablet, dan algoritma media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil mereka. Berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka tumbuh dengan akses informasi yang sangat luas dan tanpa filter.
Sedangkan Yapping adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti berbicara terus-menerus tentang hal-hal yang dianggap tidak penting atau mengganggu. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang cerewet atau ngoceh tanpa memperhatikan situasi dan audiensnya. Dalam konteks yang lebih santai, “yapping” bisa merujuk pada pembicaraan yang panjang lebar dan dianggap tidak relevan oleh pendengar
Omong Kosong Tanpa Bukti
Di sebuah kelas pagi yang masih sepi, seorang guru berdiri di depan murid-muridnya yang sedang asyik dengan ponsel. Ia baru saja menyampaikan nasihat panjang tentang pentingnya disiplin. Tiba-tiba salah satu anak Gen Alpha menatapnya dengan mata jernih dan bertanya pelan, “Tapi Bu, kenapa Ibu sering terlambat ya?”
Momen itu seperti tamparan lembut. Gen Alpha bukan lagi anak-anak yang mudah dibohongi dengan kata-kata indah. Mereka sudah mahir membedakan mana teladan dan mana sekadar yapping atau omongan kosong tanpa bukti.
Mereka dibesarkan oleh dua guru sekaligus. Guru di sekolah yang mengajarkan nilai-nilai, dan “guru” algoritma media sosial yang menunjukkan dunia orang dewasa tanpa filter setiap hari. TikTok, YouTube, Instagram. Mereka melihat drama keluarga, konflik, pencitraan, kemunafikan, bahkan hal-hal yang seharusnya belum mereka lihat. For You Page tidak mengenal usia. Mereka tahu lebih banyak daripada yang sebenarnya mampu mereka pahami.

Refleksi.
Sebagai pendidik, kita sering merasa sudah melakukan yang terbaik dengan memberi nasihat. Tapi bagi mereka, nasihat tanpa teladan terasa seperti suara angin. Mereka peka sekali terhadap ketidaksesuaian antara apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan. Bukan karena mereka tidak hormat, tapi karena mereka sudah terlalu sering melihat kepalsuan orang dewasa.
Berikut tips praktis berhadapan dengan Gen Alpha :
- Mulailah hari dengan bertanya pada diri sendiri: “Apa yang akan saya lakukan hari ini yang sejalan dengan apa yang saya ajarkan?”
- Kurangi ceramah panjang. Ganti dengan cerita pendek tentang perjuangan Anda sendiri yang nyata.
- Tunjukkan kerentanan. Katakan “Guru juga masih belajar” — ini justru membuat mereka lebih dekat.
Anak-anak ini bukan musuh. Mereka adalah cermin jernih yang sedang mencari teladan sungguh-sungguh. Dan kita masih punya kesempatan besar untuk menjadi teladan itu.
