Oleh : Muhammad Sadar*

Aneka tantangan dan peluang sebagai issue penyesuaian varietas dan benih unggul antara lain : (1) Peningkatan Indeks Pertanaman-IP hingga 3-4 kali setahun yang membutuhkan perubahan umur suatu varietas dari umur genjah menjadi sangat genjah hingga ultra genjah. (2) Meningkatnya perubahan lingkungan meliputi suatu varietas harus mampu beradaptasi dan toleran terhadap cekaman abiotik seperti kekeringan, suhu dingin, rendaman dan salinitas. (3) Keterbatasan sarana terutama dalam responsif pada low input untuk efisiensi pada usaha tani.

(4) Selera konsumen seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita penduduk sehingga preferensi pasar akan mencari sumber pangan yang sehat terutama beras fungsional yang mengandung gizi tertentu untuk menjaga kesehatan. Seperti beras kaya besi dan zink dalam varietas padi inpari nutrizink untuk penanggulangan stunting, golden rice-kaya beta karoten dan varietas padi ber-Indeks glikemik rendah untuk penderita diabetes.

Sedangkan kendala penggunaan benih bermutu di tingkat lapangan adalah produksi benih bersertifikat belum mencukupi kebutuhan, distribusi benih belum merata di seluruh wilayah sentra produksi, kurang lancarnya alur perbanyakan benih dari benih sumber ke benih sebar, keragaman tingkat penerapan teknologi pemupukan dan sebagian petani belum mampu menggunakan benih bermutu.

Karena itu pemerintah harus konsisten mendorong dan melakukan penguatan kelembagaan petani agar mereka mampu dan berdaya dalam memproduksi benih secara mandiri baik melalui skema kerjasama kemitraan berbasis korporasi maupun secara swadaya dalam memproduksi dan menyediakan benih untuk kebutuhan kelompoknya. (Habis)

*Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru

(Visited 112 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.