Oleh: Muhammad Sadar

Dua pekan lalu di bulan kemerdekaan ini saya melakukan touring laut ke sebuah pulau di daerah kami.
Oleh para leluhur di kampung pulau tersebut diberi nama DUTUNGAN. Dutungan sebagai sebuah gugusan kumpulan fraksi pasir, tanah dan batuan bertekstur liat, lempung dan massif yang membentuk sebuah gunungan pulau seluas 6,0 ha. Eksistensi Pulau Dutungan merupakan salah satu pulau eksotis yang ada di Kabupaten Barru yang berada di lepas pantai Kecamatan Mallusetasi dan berjarak kurang 1 mil laut pada saat air surut dari bibir pantai Desa Cilellang.

Akses menuju pulau disiapkan sebuah dermaga kecil oleh pengelola untuk melakukan penyeberangan dengan menggunakan perahu motor berkapasitas 10-20 orang. Lama penyeberangan membutuhkan waktu 4-6 menit sudah bisa merapat di seberang pulau. Kami pun menyambangi perahu motor lengkap dengan sarana camp yang kami bawa, dan sebelumnya kami melakukan reservasi and ticketing di petugas loket sebesar 80 ribu per pengunjung. (Include tiket dan inap camp).

Setelah kami tiba di Pulau Dutungan pada sore hari bersama rekan lainnya langsung menuju ke area camp pulau yang telah siap dan menjadi spot area yang banyak diminati oleh pengunjung pulau.Area camp seluas 0,5 ha mampu menampung tenda sebanyak 100 buah. Pada hari itu ketika kami berada dilokasi camp, jumlah tenda yang terpasang sebanyak 30 buah. Perangkat camp yang kami bawa berupa tenda 6 buah, meja-kursi mobile dan perangkat dapur portable serta kebutuhan logistik makan minum selama di pulau.

Sehari semalam di pulau sungguh sangat menyenangkan dan menyejukkan berada di alam bebas di sebuah gugusan daratan yang dikelilingi oleh perairan laut dan vegetasi flora pantai yang terdiri atas tegakan pohon bakau,waru, ketapang, kelapa dan jenis tanaman hutan alami lainnya. Panorama yang indah jika memandang dari arah pulau dengan hamparan pasir putihnya akan tampak sepanjang pantai Kecamatan Mallusetasi terbentang barisan pegunungan, bukit dan lembah serta perkampungan pesisir pantai, terlebih lagi hilir mudiknya para nelayan dari berbagai kampung yang melintasi kawasan Pulau Dutungan.

Anugerah lain yang bisa kita nikmati di pulau tersebut adalah tentunya wahana air ‘terluas’di dunia yaitu hamparan laut bebas tak bertepi dengan riak ombaknya dan semilir anginnya yang bisa dimanfaatkan untuk swim, scuba diving, snorkeling dan pengelola pulau menyiapkan sarana banana boat, jet ski and flying fox challenge.

Suasana Pulau Dutungan sangat tepat untuk relaksasi, refreshing, dan tempat representative untuk kontemplasi yang tenang sehingga membuat performa asa dan mencipta jiwa lebih dekat kepada khalikNya. Paradigma dan afirmasi konstruksi jiwa ulul-albaab ke arah yang lebih baik karena dilingkupi iklim kondusif, perfect dan dukungan alam pulau yang memadai.

Abdu Salam, ilmuan Pakistan (Pemenang Nobel Fisika, 1979) berkata: Profil dan sifat yang melekat pada diri ulul-albaab adalah Tafakur (berpikir,mengamati) dan Tasyakur (memanfaatkan karunia Allah SWT dengan akal, sehingga kenikmatan itu menjadi berlipat ganda).Tafakur menghasilkan sains dan Tasyakur menghasilkan teknologi.

Camp Dutungan Island-be healthy, be happy and be fun.

Palanro, 19 Agustus 2023

(Visited 250 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.