Satu minggu terakhir pikiranku terkonsentrasi pada dua hal yang sangat penting dan berarti bagiku. Penting karena keduanya menjadi sumber inspiratifku dan penyemangatku. Sangat berarti karena keduanya membahagiakan hatiku dan menentramkan jiwaku. Apakah kedua hal itu?
Pertama, menanti buku “Sumpah Pena” yang akan dilaunching sabtu malam 24 Juli 2021 pukul 18.30, Sementara sabtu pagi belum ada kabar dari ekspedisi jasa pengiriman dari Makassar. Lebih gelisa lagi karena Sabtu sore detik-detik acara launching benar-benar bukunya belum sampai di Bumi Patampanua. Sampai puncak acaranya pun buku Sumpah Pena belum ada di tangan kami seluruh anggota BN di Kolaka Utara.
Kedua, mempersiapakan acara syukuran bertambahnya usia putri tunggalku Wihda pada hari Jumat 23 Juli 2021. Bagaimana saya tidak gelisah, sementara kado yang dikirim om RIM ada bersama dengan buku Sumpah Pena yang masih dalam perjalanan. Tanda tanya pun mulai bergelantungan dipikiranku, kado ulang tahun apa yang dikirim om RIM untuk Wihdaku.
Kegelisahanku menunggu terbaca oleh om RIM dengan mengirim pesan, “Orang yang selalu berdamai dengan kesabarannya akan menerima keajaiban Tuhan.” Narasi ini membuat jiwaku damai, hatiku kembali bahagia untuk terus menunggu buku Sumpah Pena bersama dengan kado ulang tahun Wihda dari om RIM.
Alhamdulillah Minggu pagi mendapat kabar kalau kiriman buku Sumpah Pena sudah sampai. Itu berarti kado om RIM sudah sampai juga. Penasaranku semakin menggeliat ingin melihat bagaimana wujud kado ulang tahun Wihda yang dikirim seorang inspirator dan penulis buku-buku motivasi. Apakah sama dengan kado ulang tahun umumnya yang diberikan oleh orang tua, keluarga, atau sahabat?
Menerima kado ulang tahun seperti gawai, jam cantik, dan pernak-pernik lainnya, itu hal yang sudah lumrah. Apakah kurang lebih sama kado yang dikirim om RIM ke Wihda? Ternyata sebagai inspirator handal om RIM mengirim kado ulang tahun yang tidak ternilai harganya kepada Wihda putriku. Bahkan mesin kalkukator sekali pun tidak mampu menghitung jumah nilainya.
Kado om RIM ternyata sebuah peta menuju kesuksesan dunia akherat berupa buku karyanya berjudul KADO BUKU UNTUK SAHABAT. Tulisan dalam buku itu mengandung energi dahsyat yang mengalahkan kekuatan bom atom sekalipun untuk membangunkan jiwa menjemput masa depan gilang gemilang.
Mungkin sebagian orang menganggap kado buku itu tidak biasa, dan hampir tidak ada nilainya. Namun bagiku dan putriku kado buku merupakan hadiah yang sangat istimewa dan berkesan. Apalagi kado buku tersebut dikirim langsung sang penulisnya sendiri Ruslan Ismail Mage yang biasa kami panggil bang RIM dan putriku memanggilnya om RIM. Buku ini sangat luar biasa manfaatnya untuk seusia putriku yang sedang merancang masa depannya.
Semoga dengan adanya tulisan ini memberi inspirasi kepada kita khususnya orang tua untuk membiasakan memberikan kado buku untuk anak dan orang-orang yang kita sayangi. Teristimewa kepada bang RIM terima kasih banyak atas kado spesial ini semoga bisa bermanfaat untuk putri kami dalam menjalani kehidupan di masa yang akan datang.


Buku Adalah kado tErindah dIhari Yg spesial