Semangat baru dalam pengelolaan rumah ibadah resmi dimulai di Kecamatan Biringkanaya. Pengurus Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Biringkanaya periode 2025–2030 resmi dilantik dalam suasana khidmat di Masjid Babussalam, Bumi Permata Sudiang (BPS) I, Makassar, pada Kamis, 1 Januari 2026.

Membawa tema “Memakmurkan Masjid untuk Peradaban Umat”, kepengurusan baru ini diharapkan mampu mentransformasi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) susunan pengurus oleh Sekretaris DMI Kota Makassar, Dr. H. Syaifullah Rusmin, LC, M.Rh.I. Prosesi pelantikan kemudian dipimpin langsung oleh Ketua DMI Kota Makassar, Drs. H. M. Yunus HJ, M.Si.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan. Staf Ahli Wali Kota Makassar. Unsur Tripika (Kapolsek dan Danramil) Biringkanaya. Pimpinan Ormas Islam dan tokoh masyarakat setempat.

Selaku tuan rumah, Ketua Kemakmuran Masjid Babussalam Bumi Permata Sudiang (BPS I) Muh. Aksan Ibrahim, S.H menyatakan bahwa masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah wahdah saja, tapi bagaimana kita mengembangkan masjid ke aspek-aspek sosial kemasyarakatan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar masjid sehingga bisa dipadukan dalam kehidupan bermasyarakat dan berdampak kepada masyarakat sekitar masjid.

“Organisasi adalah sesuatu yang memang penting, namun yang terutama ada jalinan komunikasi dan interaksi harus diperkuat, karena keberhasilan organisasi simbol utamanya adalah bagaimana memupuk kebersamaan dalam menggerakkan roda-roda organisasi,” tutup Ketua Kemakmuran Masjid Babussalam Bumi Permata Sudiang.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Biringkanaya Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan, saya berfikir sejenak kalau ada satu masjid yang dibangun susah dananya, kalau ada 150 perwakilan masjid di Makassar. Cukup 1 juta saja kita minta persetujuannya pada setiap masjid maka akan terkumpul 150 juta, maka masjid itu akan dibangun lebih leluasa.

Ketua DMI Biringkanaya terpilih, Andi Hadi Ibrahim Baso, SS, MA, juga mengajak para pengurus untuk meluruskan niat dalam mengurus umat. Ia juga secara khusus meminta dukungan pihak kepolisian untuk menjaga lingkungan masjid.

“Kami memohon kepada pihak Polsek agar rutin mengunjungi masjid-masjid untuk memberikan penyuluhan terkait bahaya miras dan narkoba kepada remaja masjid dan masyarakat,” tutur Andi Hadi.

Kakanwil Kementerian Agama Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, M.Pd.I, menekankan pentingnya konsep Ekoteologi dalam pengelolaan masjid.

“Masjid kita harus ber-ekoteologi. Artinya, masjid menjadi tempat yang nyaman, sejuk, dan ramah lingkungan. Imam dan muazinnya membuat betah, fasilitas seperti WC bersih, sehingga jamaah merasa tenang dan bahagia saat berada di dalam masjid,” ujar Ali Yafid.

Dia mengajak seluruh jajaran Kemenag, termasuk ASN dan P3K, untuk bersinergi dengan DMI dalam melayani umat dengan “kurikulum cinta” pendekatan yang ramah dan penuh senyum.

Senada dengan itu, Staf Ahli Wali Kota Makassar, H. Akhmad Namsum, S.Ag., M.M, berharap DMI mampu menghidupkan lebih dari 200 masjid yang tersebar di Biringkanaya sebagai wilayah dengan penduduk terbanyak di Makassar.

Menutup rangkaian acara, Wakil Ketua I DMI Biringkanaya, Drs. H. Ahmad Syihabi, menginstruksikan kepada seluruh bidang untuk segera menyusun konsep program kerja.

“Setelah ini, tiap bidang harus berkomunikasi dan berkolaborasi untuk perencanaan rapat kerja. Dengan kekompakan di 11 kelurahan, kita optimis masjid-masjid di Biringkanaya akan semakin makmur,” pungkasnya.

(Visited 6 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Subhan Riyadi

Bukan siapa-siapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.