Penganut Kristen Katolik yang baik selalu membaca dan mengenal isi Kitab Sucinya. Dari kitab sucilah kita akan mengenal Tuhan secara pribadi. Santo Jeronimus mengatakan bahwa “Barangsiapa yang tidak mengenal Kitab Suci ia tidak mengenal Tuhan Yesus”.

Berdasarkan  pada ide Santo Jeronimus diatas, maka untuk memperingati bulan Kitab Suci Katolik “Biblia” di bulan September ini, “Romo Jolino Vieira,SDB”, membagi pengalamanya tentang Kitab Suci pada umatnya dari berbagai group Katolik di Gereja Santo Paulus Lospalos, pada hari minggu sore, 10 september.

Menurutnya bahwa, aplikasi Kitab Suci bagi umat kristiani sebagai petunjuk untuk menerangi jalan kita menuju rumah bapa di surga. Sebelum ada Kitab Suci, Tuhan berfirman langsung pada umatNya melalui nabi-nabinya, bahwa firman Tuhan itu datang dan keluar dari mulut Tuhan itu sendiri.

Firman Tuhan ini dikategorikan 100% bersifat Tuhan (divina) dan 100% manusiawi. Firman itu sendiri yang menjadi manusia dan hidup di antara kita (Imanuel). Firman itu dibagi dalam tiga tahap yakni: informatif, ekpresif dan pengajaran. Sehingga diharapkan pada umat Kristen Katolik supaya setiap hari membaca Kitab Suci, minimal 5 menit, demikian saran Paus Fransiskus.

Kitab Suci Katolik (Biblia) ini ditulis sekitar tahun 1100 Sebelum Masehi (SM), dalam bahasa, Aramaiku, Ibrani, Yunani, lalu diterjemahkan ke Latin, dan bahasa-bahasa lain di dunia sekitar tahun 1962-1965 pada Konsili Vatikan II. Hal ini dibuat berdasarkan pada Konsili Trente dimana mengubah tata cara Konsili Vatikan I menjadi Konsili Vatikan II yang dinamakan Dei Verbum (konsili trente) bahwa, Tuhan menampakkan diriNya bagi kita umatNya melalui sejarah yang panjang sampai sekarang (wahyu masih berlanjut).

Menurut Santo Agustinho bahwa, Sabda Tuhan dalam Kitab Suci itu mempunyai tiga fungsi yakni; berfungsi untuk mengajar, menguatkan dan menolak.

Kitab Suci Umat Kristen Katolik dinamai “Biblia” yang berasal dari bahasa Yunani “Biblos” artinya “Buku” yang terbagi menjadi dua bagian yakni: Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB), yang  berjumlah 73 buah buku, terdiri dari Perjanjian Lama 46 buku, dan Perjanjian Baru 27 buku.

Kajian Pustaka Biblia

Perjanjian Lama (PL) terbagi menjadi 4 bagian yakniu: Pentateuk, Kitab Sejarah, Kitab Kebijaksanaan, Kitab Para Nabi, dengan total 46 kitab.

  1. Pentateuk

Dinamakan Pentateuk karena ada lima buku yang disebut Torah (Perintah Allah), yang terdiri dari; Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan.

  • Kitab Sejarah

Terdiri dari 16 buku yang menceritakan tentang umat manusia dengan pemimpinya, yang terdiri dari: Yosua, Hakim-Hakim, Rut, I & II Samuel, I & II Raja-Raja, I & II Tawarikh, Ezra, Nehemia, Tobit, Yudit, Ester,  I & II Kitab Makabeus

  • Kitab Kebijaksanaan

Kitab ini berisi 7 buku, yang berisi tetang kebijaksanaan umat manusia dengan perasaannya seperti: puisi, nyanyian, doa-doa, dsb…, yang terdiri dari: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung agung, Kebijaksanaan Salomo dan Yesus Bin Sirakh.

  • Kitab Para Nabi

Kitab ini terdiri dari 18 buku, berisi tentang kehidupan dan pesan-pesan dari para Nabi, yang tediri dari: Yesaya, Yeremia, Ratapan, Barukh, Yeheskiel, Daniel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi.

Kitab Suci Perjanjian Lama (PL) ditulis sekitar tahun 1000, dimulai dari sejarah Umat Israel dari mulut ke mulut. Pada zaman Salomo baru mulai menulis tradisi ini menjadi sebuah buku. Melalui Perjanjian Lama inilah yang memperbaharui kehidupan umat Israel dan para Nabi yang membantunya bahwa, Tuhan menampakkan diriNya pada kita melalui mereka. Dari Perjanjian Lama inilah, Tuhan mulai mempersiapkan jalan bagi PuteraNya (Yesus Kristus) untuk turun ke dunia.

Perjanjian Baru (PB)

Melalui Perjanjian Baru inilah Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia sebagai nabi baru dengan mental baru dan paradigma baru untuk, merubah hukum taurat lama menjadi hukum baru, dimana dulu “mata ganti mata, gigi ganti gigi”, menjadi cinta kasih, yakni “barang siapa menampar pipi kirimu, berikan juga pipi kananmu”. Maka barangsiapa yang tidak mengikuti Yesus Ia tidak akan masuk surga, artinya di luar gereja tidak ada keselamatan, maka pada Konsili Vatikan II Paus menetapkan “Ekumenismu” yang berfungsi bagi agama-agama lainnya sebagai toleransi beragama.

Perjanjian Baru (PB) ini, terbagi menjadi 5 bagian yakni: Injil, Kisah Para Rasul, Surat-Surat Paulus, Surat-Surat Katolik dan Wahyu, dengan total 27 kitab.

  1. Injil

Injil ini disebut sebagai Kabar Baik dari Yesus Kristus, Penyelamat Dunia, yang terdiri dari 4 kitab yakni: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Dari ke-4 injil ini, ke-3 injil pertama disebut sebagai injil sinoptik, dan 1 injil terakhir yang isinya berbeda dari ke-3 injil lainnya.

  • Kisah Para Rasul

Kitab ini hanya satu kitab yang berisi tentang kehidupan para rasul, terutama tentang perlakuan Petrus dan Paulus yang saling bertentangan satu sama lain, mengenai pengikut Yesus.

  • Surat-Surat Paulus

Terdiri dari 14 surat yang ditulis oleh Paulus, dimana ke-9 surat pertamanya kepada para jemaat: di Roma, I dan II Korintus, Galasia, Efesus, Filipi, Kolose, I & II Tesalonika, yang berisi tentang solusi penyelesaian masalah mereka. Ke-5 surat lainnya dinamakan “Surat Pastoral” ditujukan pada para pemimpin atau para pastor saja yakni: I & II Timotius, Titus, Filemon dan Ibrani.

  • Surat-Surat Katolik

Terdiri dari 7 Kitab yang disebut sebagai “Epistola Katolik”. Disebut demikian karena, surat-surat ini tidak dikirim ke sebuah komunitas, tetapi dikirim ke semua kriten Katolik (universal), yang terdiri dari: 1 surat Yakobus, 2 surat Petrus, 3 surat Yohanes, dan 1 surat Yudas.

  • Wahyu

Kitab ini hanya terdiri dari 1 kitab saja yang berisi tentang “penampakkan”, ditulis oleh murid Yesus yang dikasihi yaitu Yohanes, dimana ia ingin menolong iman umat Kristiani, memberi semangat dan keberanian, supaya tahan terhadap situasi genting dimana orang mencari dan membunuh mereka dari Kaisar Nero dan Domisianu dari Roma.

Dari Kitab Suci Kristen Katolik yang telah disebutkan di atas ada perbedaan Kitab Suci dengan Kristen Protestan, dimana mereka tidak mengakui 7 Kitab Suci dari Perjanjian Lama, seperti: Tobias, Judit, Kebijaksanaan Salomo, Yesus Bin Sirakh,  Kitab I dan II Makabeus serta Kitab Barukh. Dari ke 39 buku perjanjian lama ini disebut sebagai “protokanonika” artinya daftar pertama, dan ke-7 buku lainnya dinamakan “Deuterokanonika” yang berarti daftar kedua. Jadi Kristen Protestan hanya mengakui Protokanoniku dan tidak mengakui Deuterokanonika.

Cara-cara untuk mempelajari dan mendalami Biblia antara lain melalui: Lectio Divino, Bible Study dan Group BEC (Basic Eclesial Comumunity)

Demikian Analisa mengenai Kitab Suci (Biblia) Kristen Katolik, dengan adanya penjelasan ini, kita dapat meluangkan waktu kita untuk membacanya setiap hari, agar dapat mengenal sejarah keselamatan manusia, dari sejak permulaan dunia ini diciptakan (Perjanjian Lama) hingga Tuhan datang hidup bersama kita sebagai Imanuel dalam (Perjanjian Baru), dan lewat kitab suci ini pula kita dapat mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih baik dengan berbuat baik di dunia “mencintai Allah dan sesama manusia seperti diri kita sendiri”agar kelak kita mati nanti dapat masuk surga.

By Aldo Jlm

Edisi BN-Lpls, 100923

Peserta Pelatihan Biblia di Gereja S.Paulo Lospalos

(Visited 20 times, 1 visits today)
Foto profile

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Timor Leste, Penulis & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Selalu tersenyum pada siapa saja baik kawan maupun lawan. Ingin belajar menulis dari para seniornya yang telah makan garam di dunia literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.