Oleh: Muhammad Sadar*

Kurang lebih lima belas menit atau setengah jam
(relativitas waktu terletak posisi kita memantaunya), ketika cahaya memerah bercampur jingga atau kuning berpendar ke segala penjuru langit hingga menjelang matahari melewati batas cakrawala bumi, diiringi angin sepoi berhembus dari arah barat disertai lambaian nyiur di pantai dengan kevakuman laut yang tenang tanpa gemuruh ombak. Pada nuansa demikian setiap sore hari di kampung penulis, nelayan pantai pun tak kalah sibuk berjaga memonitoring pergerakan ikan di perairan laut dangkal dari sambaran komunal burung pelikan pemangsa ikan laut untuk dijaring.

Di belahan negeri yang lain seperti Senja di Kaimana yang sudah melegenda nuansa sunsetnya, atau lagu yang terkenal di Pantai Kuta dengan favorit matahari terbenamnya, hingga di pantai Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi atau pantai Losari Makassar dan Tanjung Butung di Kabupaten Barru, yang kerap kali dijadikan lokus pemantauan hilal ketika matahari akan kembali ke peraduannya, segenap insan di dunia tak akan melewatkan suasana sunset yang demikian indah, menarik dan mengagumi kekuatan ciptaan Tuhan, solar sistem yang memberi pengaruh kehidupan di dunia.

Para wisatawan atau pengunjung lokal akan senantiasa mempersiapkan waktu, tenaga bahkan biaya dan sarana pendukung seperti kamera untuk mengabadikan dan menyaksikan yang namanya momentum sunset di ufuk barat. Tak sedikit orang yang melakukan perjalanan baik di udara, di samudera luas atau traveling di darat yang sengaja berhenti sejenak untuk menyaksikan detik-detik terbenamnya matahari.

Di langit yang berdominasi biru, dan putih keunguan atau terkadang berwarna hitam kelabu-berkabut dan tiba-tiba menutup pancaran cahaya matahari, namun kekuatan semesta tetap menghendaki sang surya yang diistilahkan sebagai sunset tetap menyala merah merona atau jingga yang berbaur warna kuning telur untuk tetap dipandang oleh berbagai pelupuk mata manusia-berdiam ditempat dimana ia berpijak.

Keabadian sunset akan seusia dengan planet bumi ini hingga zaman berakhir. Namun dibalik itu semua, terdapat hikmah yang sangat penting dipelajari yaitu sistem rotasi matahari akan membentuk zona musim pada suatu kawasan diberbagai belahan dunia. Matahari sebagai bagian dari galaksi bimasakti dan menjadi pusat peredaran benda langit akan terus berevolusi pada garis edarnya sebagaimana diterangkan gamblang dalam
QS.Yaasiin (38), “dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”, hingga QS. Ar Rahmaan (5), menyebutnya
“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan”.

Namun mengapa bulan oktober menjadi bagian tema analisis tulisan ini. Bulan oktober sebagaimana khittahnya merupakan waktu yang telah masuk pada kalender masa peralihan musim kemarau ke musim hujan atau sebagai penanda bulan pertama dalam musim rendengan. Bulan kesepuluh ini dalam penanggalan tahun masehi adalah titik balik pergerakan kecenderungan spot terbenamnya matahari ke arah barat daya. Lintasan terbenam matahari yang semakin ke barat daya menunjukkan area pancaran sinarnya kian dominan di kutub selatan.

Pada keadaan demikian maka daratan beku atau patahan es di bagian kutub selatan akan mencair yang kemudian mengakibatkan volume air bertambah besar memenuhi Samudera Hindia yang berdampak banjir pada kawasan benua Australia, Asia Selatan hingga kawasan Asia Tenggara utamanya Indonesia. Siklus fenomena alam ini akan terus berulang seiring dengan datangnya
angin monsoon Asia dari barat yang memperparah kondisi menjadi tidak stabil, dan hal itu berawal sejak bulan oktober hingga awal setiap tahun sekaligus mengakhiri tiupan angin monsoon Australia atau disebut angin barubu, angin bohorok atau angin gending dari timur.

Selain oktober menjadi bulan fenomena alam semesta, di Republik Indonesia beberapa peristiwa penting ikut terekam dalam sejarah pendirian republik. TNI lahir pada tanggal 5 Oktober 1945 yang mengawali berbagai lintasan sejarah perjuangan bangsa. Organisasi tentara republik awalnya hanya sebuah Badan Keamanan Rakyat/BKR,
kemudian dilebur menjadi Tentara Keamanan Rakyat/TKR lalu TRI dan ABRI dimasa orde baru, hingga redesain identitas kembali menjadi Tentara Nasional Indonesia.

Dalam perjalanannya, pada tanggal 17 Oktober 1952, TNI mencoba melakukan pembangkangan institusi kepada pemerintah dan parlemen, oleh sebagian pengamat politik menyebutnya “kudeta setengah hati”. Pengerahan pasukan dan moncong meriam ke Istana Merdeka dan di depan DPR sebagai bentuk protes kalangan tentara kepada pimpinan negara dan intervensi kaum politisi di parlemen kepada organisasi tentara. Aksi ini dikoordinir oleh Letkol Kemal Idris dan penanggungjawab demonstrasi tentara tentunya Kepala Staf Angkatan Darat/KSAD pada masa itu, Kolonel A.H.Nasution yang berakibat pencopotan beliau dari pucuk pimpinan tentara.

Dalam memoar Jenderal A.H.Nasution terkait peristiwa 17 Oktober 1952 mengatakan,” Keesokan harinya memang dipasang sejumlah meriam di depan istana. Tapi tidak hanya dipasang di istana, juga dipasang di depan DPR. Kemudian orang-orang seperti Bung Karno yang takut pada meriam, selalu melihat meriam yang dipasang di depan istana saja. Padahal kami juga memasang di depan DPR dan itu satu bagian dari operasi yang memang akan digelar”.(PDAT dan ISAI, 1998).

Peristiwa lain yang terjadi pada bulan Oktober 1965 adalah operasi pencarian dan penyelamatan para pucuk pimpinan TNI-AD yaitu Letjen Ahmad Yani, Mayjen Suprapto, Mayjen S.Parman, Mayjen MT. Haryono, Brigjen Sutoyo dan Brigjen D.I. Panjaitan yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh pihak yang menamakan dirinya Gerakan 30 September atau Gestapu 1965. Gerakan ini dilakukan oleh sejumlah pasukan pengawal presiden, Cakrabirawa yang dipimpin oleh Letkol Untung sebagai akibat dari pengaruh doktrin PKI yang menguasai dirinya.

Pahatan sejarah yang terukir di negeri zamrud khatulistiwa ini adalah rangkaian suksesi kepemimpinan nasional, dimana pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pasca reformasi 1998 dilaksanakan pada sidang MPR-RI tanggal 20 Oktober setiap periode pemerintahan.
Sejak Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo pengesahannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada masanya dilakukan tanggal 20 Oktober, hingga Presiden Prabowo Subianto saat ini yang memasuki dua tahun masa pemerintahannya jatuh pada tanggal 20 Oktober 2026.

Rangkaian insiden khusus di bulan oktober selain dinamika politik domestik maupun global, ekonomi atau sejarah peradaban dunia hingga merambah kepada dunia layar lebar. Film yang diproduksi oleh Paramount Picture berjudul The Hunt for Red October yang menggambarkan tentang perburuan sebuah kapal selam rudal balistik milik angkatan laut Soviet yang hendak membelot para perwiranya ke negeri Pamansam. Film yang dibintangi oleh aktor kawakan Sean Connery sukses menyempurnakan perannya dengan menyabet berbagai penghargaan film tersebut tahun 1990 silam.

Hadirnya senja yang dibalut dengan view of the sun pada setiap hari di bulan oktober, kapan dan dimanapun untuk melihatnya, kita berharap akan tercipta harmoni dan kedamaian. Aura eksotisme sunset yang menuntun kepada ketenangan atau kebahagiaan bagi yang menyaksikannya. Abdul Kadir Sambolangi mengulas ‘Seumur Hidup Bersama Sunset’ adalah sebuah anugerah dari sang pencipta-penguasa langit dan bumi, Allah swt bagi penulis maupun segenap warga dunia yang telah diberi ruang dan kesempatan dalam menikmatinya.

Sejak empat dekade terakhir, pasca penulis diboyong hijrah oleh orang tua dari sebuah kampung di tepian sungai hingga memiliki kediaman di pinggir pantai, maka nuansa inilah yang membawa paradigma ketika melihat matahari terbenam setiap hari dalam segala desain warna alam dan kelangsungan musim. Arah angin, besaran ombak atau senja di lautan menjadi suatu bagian penciri atau pertanda bahwa perubahan monsoon telah mulai terjadi pada bulan oktober.

Barru, 06 Oktober 2026

*Penikmat Sunset di Terrace Sea View

(Visited 10 times, 10 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.