Selamat Datang Mahasiswa Baru UI 2021

Universitas Indonesia atau UI memberikan ucapan selamat kepada calon Mahasiswa Barunya yang diterima melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Ucapan tersebut diunggah lewat akun media sosial Twitter UI @univ_indonesia pada Senin, 14 Juni 2021.

“Selamat bagi calon Mahasiswa Baru UI yang diterima melalui jalur SBMPTN. Bagi kamu yang belum berhasil, tidak perlu kecewa karena masih ada jalur SIMAK UI. Yuk, bisa yuk! Ikuti dan pantau akun Media Sosial Resmi UI untuk mendapatkan informasi resmi penerimaan mahasiswa baru,” begitu bunyi informasi di kolom kutipan.

Diulas oleh Hendrik Khoirul Muhid di www.tekno.tempo.co dan Kannia Nur Haida Komara di www.pikiran-rakyat.com,
unggahan tersebut disertai dengan flyer atau selebaran dengan sekelompok mahasiswa menggunakan almamater UI berwarna kuning, melayang di atas awan dengan latar belakang langit dan keterangan bertuliskan, “Selamat Datang Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN 2021”. Karuan saja selebaran yang diunggah akun Twitter UI tersebut mendapat sorotan dari netizen. Poster yang diunggahnya justru membuat banyak perhatian dari netizen disebabkan poster tersebut diduga tidak proper.

Beberapa netizen menganggap poster UI ini seperti ajakan untuk ke surga. Netizen lain juga membandingkan selebaran yang dibuat UI tersebut mirip dengan poster salah satu sinetron yang sempat tayang di salah stasiun televisi nasional.

Salah satu netizen pun berpendapat mengenai poster yang diunggah media sosial UI dan menyarankan untuk merekrut orang yang berpengalaman dalam desain. Selain desain flyer yang dinilai tidak biasa, netizen yang jeli juga mempertanyakan kemampuan editing karena salah satu mahasiswa dalam foto tersebut logo UI-nya berada di dada kanan almamater, yang mana seharusnya di sebelah kiri. Sejumlah netizen menilai flyer tersebut dibuat secara asal-asalan, pasalnya banyak terjadi kesalahan, seperti margin yang tidak sama, tone warna kulit yang jomplang, serta skala foto mahasiswi tidak sama.

Gimmick?

Dari sekian banyak komentar, ada komentar positif datang dari salah satu netizen. Ia mengungkapkan bahwa hal ini adalah cara UI untuk mencari perhatian atau dikenal dengan istilah gimmick. Yang jadi pertanyaan, apakah sebuah kampus besar masih memerlukan gimmick? Apakah tidak terlalu jauh berpikir tentang gimmick sementara sebagian besar netizen masih berpikir lebih dangkal?

Jika didefinisikan, gimmick adalah perangkat atau ide baru yang dirancang terutama untuk menarik perhatian atau meningkatkan daya tarik, seringkali dengan sedikit nilai intrinsik. Gimmick juga merupakan serangkaian adegan untuk mengelabuhi, memberikan kejutan, menciptakan suatu suasana, atau meyakinkan orang lain. Berdasarkan KBBI, gimmick atau gimik adalah gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui lawan peran.

Fajria Anindya Utami menuliskan di www.wartaekonomi.co.id bahwa asal-usul istilah gimmick sebenarnya masih belum pasti. Namun, para ahli etimologi menyatakan bahwa istilah tersebut muncul di Amerika Serikat pada awal abad kedua puluh.

Kamus Oxford menunjukkan bahwa gimmick awalnya adalah istilah slang untuk hal yang dimanipulasi oleh penipu atau pesulap. Asal lain yang mungkin adalah kata gimmick mungkin berasal dari gaming table, merujuk pada “perangkat yang digunakan untuk membuat permainan yang adil”. Istilah ini pertama kali muncul di surat kabar Amerika pada tahun 1910-an dan 1920-an.

Dalam dunia markerting, gimmick menjadi salah satu strategi pemasaran suatu produk dengan menggunakan cara-cara yang tidak biasa agar cepat dikenal dan banyak diminati. Gimmick dapat merujuk pada fitur produk yang membuatnya lebih menarik tetapi bukan hal penting untuk fungsi produk. Hal ini juga dapat merujuk kepada jenis iklan tertentu yang dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk, yang disebut gimmick iklan.

Gimmick dalam marketing bisa dimulai dari nama produk yang menarik dan unik. Dengan nama-nama tersebut bisa memudahkan konsumen mengenal produk. Selain itu juga bisa dengan menggunakan iklan yang tak biasa, seperti konsep iklan yang menarik, mengecat mobil dengan logo perusahaan atau membuat bonus merchandise dengan logo perusahaan di setiap pembelian suatu produk.

Sementara dalam dunia hiburan di televisi, gimmick merupakan cara untuk menarik perhatian penonton dengan beragam cara seperti membuat adegan khusus, dandanan yang khas, musik, yel-yel, nyanyian, atau aktivitas lainnya. Seperti adanya penonton bayaran menunjukkan bahwa acara hiburan di televisi membutuhkan penonton dalam jumlah besar yang dapat disuruh-suruh berteriak, ikut bernyanyi, menari-nari, dan bertepuk tangan untuk meyakinkan pemasang iklan bahwa acara yang disokong sangat meriah. Gimmick di program TV dimaksudkan untuk sekadar menghibur dan menaikkan rating acara.

Lalu, di ranah politik tak jarang ditemui gimmick yang dilakukan oleh politikus dalam sebuah peristiwa yang mengharukan, menyentuh perasaan, dengan harapan menarik simpati sebanyak-banyaknya dari konstituen, meski peristiwa itu sudah diatur sebelumnya. Maka tak heran apabila istilah gimmick politik (political gimmick) hingga ‘marketing gimmick‘ kini semakin meluas dibincangkan, bersama istilah lain yang juga populer seperti hoax, framing, play victims, dan semacamnya.

Jadi, apakah sebuah kampus besar masih perlu menggunakan gimmick? Bandingkan dengan sebuah ucapan selamat datang mahasiswa baru UI 2018 dari MWA UI UM 2018 yang secara resmi tayang di website UI. Tidak dipungkiri bahwa unsur gimmick ada, misalnya di penulisan “memwantapkan”. Tetapi, apakah tren gimmick, terutama di media sosialisasi/publikasi kampus besar tersebut sudah sedemikian lebai? Silakan, netizen Indonesia terkenal maha benar lho! []

(Visited 260 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Kampus Besar Masih Perlu Gimmick?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.