Suatu hari, di suatu  hutan di kaki Pegunungan Mekongga, Nono Anoa berjalan sendirian  menuju sungai karena kehausan, tak lama kemudian bertemulah ia dengan kawanan Rusa  berjumlah tiga ekor. Tiga kawanan rusa, Sasa induk rusa, Nana anak Pertama, dan Ririsi Bungsu melihat Anoa berjalan sendiri, mereka berupaya mendekatinya walau ada perasaan segan dan takut pada Anoa karena mereka tahu bahwa Anoa memiliki temperamen tinggi, tak jarang ia menendang siapapun di dekatnya atau bahkan menanduknya hingga terpelanting bila marah.  Walau demikian, karena ada rasa iba melihat Anoa berjalan sendiri,  ia berupaya menyapa dengan suara seramah dan selembut mungkin. “Hai Anoa, apa kabar hari ini, mengapa hanya sendirian?” sapa Sasa induk rusa tersebut. “Baik” jawab Anoa seadanya dengan suara agak tertahan. Sasa Rusa kembali memberanikan diri bertanya, “mengapa engkau terlihat agak murung?” “Bagaimana aku tidak murung, suamiku, ayah, ibu, dan anak-anakku semuanya telah dibantai oleh orang yang saya tidak tahu siapa dan dari mana mereka.” “ooohhh” hanya itu kata yang terucap dari mulut Sasa Rusa induk rusa. Untuk menghibur Nana Anoa, iapun bercerita bahwa nasibnya sama dengannya. Lalu merekapun menuju sungai untuk bersama-sama minum air untuk melepas dahaganya.

                Ketika mereka asyik meminum air sebagai pelipur dahaga mereka, tiba-tiba ada suara berisik di balik semak di sungai seberang. Mereka saling bertatapan, sambil menganggu sebagai isyarat, saling bertanya siapakah gerangan yang ada ada dibalik semak itu, apakah mereka orang-orang kota yang membantai mereka lagi? Semua spontan memberi isyarat untuk menjauh dan mencari tempat berlindung agar tidak menjadi sasaran pembantaian oleh manusia kota yang akan memangsa daging-daging mereka. Seperti ada aba-aba, serentak mereka berlari menjauhi sumber suara tersebut dan bersembunyi dibalik semak lainnya. Benar adanya, sekelompok manusia yang berjumlah lima orang dengan ransel yang bergantung dibelakang mereka  telah berada di hutan tempat mereka hidup. Nana dan Riri anak rusa yang masih kecil gemetar ketakutan mengingat ayah mereka ditembak di depan matanya tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan ayahnya. Akankah peristiwa serupa akan berulang pada kami? Semua saling tatap menatap. Tak lama kemudian muncullah kawanan babi hutan yang entah berapa jumlahnya makin membuat suasana menjadi tegang karena sekelompok orang kota tersebut akan mengetahui keberadaan mereka dan pasti akan menjadi sasaran pada semua.

                Dalam suasana menegangkan tersebut, derap-derap kaki orang kota tidak lagi terdengar, tapi rasa penasaran Sasa induk rusa membuatnya berlari mengejar orang itu. Iapun berhasil melihat  orang itu seddang beristirahat dan berupaya mendengar pembicaraannya serta mengamati peralatan bawaannya. Sasa menyelidiki, adakah senjata yang dibawa orang tersebut. Dari penyelidikannya dari kejauhan, Sasa tak melihat sepucuk senjata, dan sempat mendengar pembincangan mereka kalau hutan ini akan dijadikan sebagai taman Nasional dan akan melindungi semua flora dan Fauna yanga ada di hutan ini. Woooww, senangnya. Dengan berlari sekencang-kecangnya ,Sasa Rusa menemui teman-temannya dan anak-anaknya yang tentu saja pasti cemas dan takut terhadap kondisi mereka saat ini. Namun dengan kedatangan Sasa Rusa yang terlihat girang, merekapun ikut bergembira karena pasti ada kabar gembra yang akan disasmpaikan. Benar adanya, bahwa hutan tempat mereka hidup beranak cucu akan dilindungi. Mereka sempat berbincang-bincang, saling mengungapkan isi hatinya. Nana Anoa setengah bercanda, “kalau babi dibantai tak masalah, karena mereka masih banyak. Tapi kalau aku, mencari saudaraku saja sudah sangat sulit, sudah sekian bulan hidup menyendiri”. Rusapun tak mau kalah,” kalau saya, meski masih punya anak dua ekor, tapi hanya inilah yang aku punya saat ini, saudarakuyang kain entah bagaimana nasibnya”. Babi hanya tersenyum tanpa ada kata yang terucap. Merekapun akhirnya berpisah dan saling mengucapkan selamat jalan dan tidaklupa saling mengingatkna agar  berhati-hati.

(Visited 31 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.