Al-Fatah Singkatan dari sebuah nama suatu gugus depan Pramuka Penggalang yang berpangkalan latihan di MTs Negeri Lasusua, dan kini beralih nama menjadi MTs Negeri 1 Kolaka Utara. Itulah Ali Bin Abi Thalib & Fatimah Az-Zahra. 2003 Gugus depan tersebut dideklarasi, memilih nama pasukan putra dengan nama Ali Bin Abi Thalib agar kelak pasukan putra tersebut dapat mencontoh sifat khusus dan keteladanan khulafaurrasidin sekaligus menantu Rasulullah. Amanah dalam tanggung jawab, sederhana dan dekat dengan rakyat kecil, serta adil dalam memimpin. Lain hal dengan pasukan Perempuan. Mereka di juluki pasukan Fatimah Az-Zahra, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan teguh layaknya Putri Rasulullah. Seorang yang banyak belajar dari pengalaman hidup dan tumbuh sebagai sosok perempuan yang bijaksana, sabar, dan kuat. Ia tak gentar membela kebenaran, menghadapi apapun itu, serta bekerja keras untuk membantu keberlangsungan hidup keluarga.

Kak Islah Mansyur DM sebagai pembina pramuka gudep Al-Fatah kala itu, selalu menyampaikan hal tersebut disetiap kegiatan yang kami lakukan, sehingga masih jelas dalam ingatan. Disitu ada doa agar kelak kami dapat menjadi teladan layaknya Al-Fatah, ada semangat serta makna tersirat dari nama yang dibuat tersebut.

Mulai angkatan 2004-2020 kami kembali berhimpun duduk bersama (tudang sipulung) saling berkenalan, saling menceritakan suka dan duka selama ditempah di gudep Al-Fatah. Cerita pasti berbeda karena(lain masa lain cerita), namun satu hal yang selalu hadir, rasa hormat menghormati, empati dan tawadhu selalu nampak dalam sikap dan tindakan yang ditunjukkan para alumni Al-Fatah. Nilai itu yang selalu diajarkan setiap kali perjumpaan saat latihan di gugus depan (gudep Al-Fatah)

Berbagai warna latar belakang masing-masing hadir dalam jumpa alumni tersebut. Menunjukkan bahwa kami terus berproses, terus mengasah dan mengasih serta tak henti untuk meraih mimpi dan cita, layaknya harapan para pembina dan guru-guru kami.

5 orang dari angkatan kami 2004 hadir dalam jumpa alumni tersebut. Nostalgia kala digembleng tuk menjadi tangguh, layaknya pasukan yang siap tempur tunggu komando, melengkapi obrolan sebelum matahari undur diri dari peraduan, dan kumandang adzan tanda berbuka puasa di kumandangkan. Banyak story yang tak berkesudahan, mungkin hingga kami menutup mata dan menghembuskan nafas, satya dharma pramuka itu akan selalu terpatri kuat dalam sanubari. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan (point 10). Teriring salam rindu tuk Kakak seangkatan yang tidak sempat hadir, dimanapun kalian berada saat ini, kita tetap saudara tak sedarah. Coklat muda warna bajunya, ikat dipinggang topinya keren, bau tenda bercampur peluh takkan terlupa kakak.❤️

Kebanggaan terhadap adik-adik yang hadir dalam jumpa alumni tersebut sungguh membuatku begitu takjub. Mereka kini telah tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan, sosok yang visioner, dengan latar belakang pendidikan masing-masing. Alhamdulillah saya melihat akan lahir sosok calon pemimpin muda pemilik masa depan kelak, calon pemimpin yang tindakan dan perilakunya mengalir semangat Al-Fatah didalamnya.

Terimakasih terkhusus Kak Arman dan seluruh bapak ibu/guru tercinta, yang senantiasa mendidik, merawat mimpi dan mensuport penerus gudep Al-Fatah hingga saat ini. Segala lelah pasti akan menjadi lillah’, doa kami menyertai dalam setiap langkah. Terimakasih pula tuk pihak Dinas Perpustakaan Kolaka Utara telah menyediakan mobil layanannya Perpustakaan Keliling. Serta segala pihak yang tidak tampak dilayar namun hadir dengan penuh kebahagiaan dan kebaikan.

8/21, Sampai jumpa dilain hari Kakak, semoga kita semua selalu sehat dan terus merawat mimpi pasukan Al-Fatah yang tak pernah usai.

(Visited 324 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.