Wabah virus yang dikenal dengan sebutan Covid-19 atau virus corona muncul ditengah kesibukan manusia. Perubahanpun terjadi hampir di segala aspek kehidupan manusia dan hanya dalam hitungan bulan. Salah satunya adalah cara bekerja. Para pegawai kantoran (white collar) “dipaksa‟ untuk mengadopsi pola kerja baru secara remote dari rumah masing-masing.

Beberapa fasilitas umum tertentu di tutup termasuk Layanan Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan hanya menerimah pengembalian koleksi. Kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home) diberlakukan sejak 16 Maret 2020. Work From Home (WFH) identik dengan melakukan pekerjaan kantor, rapat, diskusi, dan koordinasi dengan rekan dan atau mitra kerja dari rumah pegawai masing-masing secara online.

Demikian hanya dengan pustakawan yang bertugas di Layanan Abdurrayid Daeng Lurang Layanan Abdurrayid, dalam waktu yang cepat harus mampu mengadopsi WFH untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat khususnya koleksi perpustakaan (buku).

Peran pustakawan di masa pandemik Covid-19. Pustakawan harus bisa mengatasi tantangan ini dengan menyediakan layanan jarak jauh melalui layanan virtual kepada pengguna sehingga kebutuhan informasi sedapat mungkin dapat terpenuhi. Pelayanan seperti ini merupakan sebuah peluang di era teknologi informasi, bagaimana informasi dan koleksi yang ada di perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh semua pengguna dari manapun dan kapanpun.

Pustakawan di masa pandemik covid-19 harus memiliki kesadaran menerima kondisi cara bekerja yang baru yakni remote working atau bekerja dari rumah, koordinasi dan pengambilan keputusan secara online, dan lain sebagainya. Perubahan perilaku pustakawan dari bekerja di kantor menjadi bekerja di rumah, mengakibatkan suatu keharusan menggunakan internet untuk mendukung layanan perpustakaan agar tetap optimal. Tingkat kreativitas pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terhadap cara kerja baru WFH di masa pandemik covid-19 menjadi kunci kelancaran proses pemenuhan kebutuhan informasi
masyarakat.

Kreativitas Pustakawan di Masa Pandemik Covid-19 dengan meningkatkan kemampuan informasi secara cepat kepada pemustaka melalui layanan virual RAGAM TELUSUR https://www.koleksilokal.com/. Selama pandemik sejak awal Maret 2020 hingga saat ini 2021 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, secara fisik statistik kunjungan layanan virtual sebanyak 36.957 visitor (25 Juni 2021). Layanan virtual tersebut sebagai ajang promosi untuk menghidupkan kembali dan meningkatkan jumlah pemustaka dan memperluas jangkuan layanan perpustakaan khususnya di masa pandemic covid-19 ini.

Pengunjung virtual Ragam Telusur DPK Sulsel yang rutin (audience) bukan hanya dari Sulawesi Selatan atau dari Indonesia, tapi juga dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Portugis, Jepang, Rusia, Prancis, Belanda, Qatar dan lainnya.

Ragam Telusur DPK Sulsel telah mempublis 574 entries (post), hampir separuhnya berkontent lokal. Sisanya adalah buku yang menunjang “transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial” dan sisanya lagi buku berkontent agama, motivasi, dan umum. Salah satu tujuan menginformasikan koleksi perpustakaan untuk mengkampayekan #literasiuntukkesejahteraan saat pandemik hingga saat ini, seperti cara membuat pestisida organik, cara pengendalian hama pada tanaman budi daya dan lain sebagainya adalah untuk mendukung potensi besar komoditas perikanan, pertanian dan perkebunan sehingga potensi tersebut dapat ditransformasikan menjadi bisnis nyata yang menguntungkan dan sebagai salah satu solusi membuka lapangan pekerjaan di masa pandemi saat ini.

Sejak pandemik covid-19 ini, pustakawan DPK Sulsel telah berhasil menerbitkan dua buku yakni: “Guide 100 Buku berkonten Lokal Sulawesi Selatan”, hasil dari entrian beberapa buku konten lokal Sulawesi Selatan, dalam rangka menyebarluaskan dan memperkenalkan sebagian dari koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun tujuan penyusun buku ini, sebagai salah satu akses (jalan masuk) ke koleksi lokal Sulawesi Selatan yang ada di DPK Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki 5 gedung yang berbeda lokasi. Buku ini membahas mengenai kearifan lokal, budaya lokal, sejarah lokal, kebiasaan dan adat istiadat tertentu, tokoh masyarakat, ritual etnis dan kepercayaan tertentu yang ada di Sulawesi Selatan dan lain-lain. Oleh karena itu, buku ini dapat membantu para pemustaka dengan mudah menemukan topik atau tema yang dicari atau dikaji menyangkut informasi pengetahuan lokal Sulawesi Selatan.

Sedangkan buku “Ragam Telusur untuk Meningkatkan Kesejahteraan”, terdiri dari 77 judul buku berkaitan dengan literasi untuk kesejahteraan. Tujuannya untuk memberikan ragam informasi koleksi yang berkaitan dengan peningkatan literasi untuk kesejahteraan dan memberikan alternatif lapangan pekerjaan serta dukungan potensi yang ada disekitar kita sehingga dapat ditransformasikan menjadi bisnis nyata yang menguntungkan.

Menjalami fungsi dan tugas sebagai pustakawan di masa pandemi. Bisa dipastikan itu tidak mudah, namun kita tidak punya pilihan yang banyak. Berbagai proyeksi dan hitungan para ahli menyatakan kondisi ini akan berlangsung lama untuk waktu yang tidak pasti.

Oleh karena itu, para pustakawan dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif, agar mampu mendistribusikan sumber informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat khususnya di masa pandemic covid-19, dengan lebih meningkatkan kreativitas, dengan melakukan pembenahan kemampuan digital talent. Selain itu dibutuhkan bahan dan koleksi yang memadai sekaligus mengikuti perkembangan teknologi informasi, menyiapkan pustakawan yang memiliki keahlian teknologi, intelektual serta dukungan dan anggaran yang cukup.

Kreativitas para pustakawan sangat diperlukan, apalagi ada kabijakan aktivitas kerja di rumah, sehingga dibutuhkan sistem pelayanan yang bisa memberikan informasi meskipun tidak mengunjungi perpustakaan secara langsung.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.