Dua orang yang berbeda takdir sama-sama menjalani kehidupan yang abadi dalam tulis-menulis. Bagus santoso adalah seorang loper koran yang tidak pernah berhenti belajar dari kehidupan. Pada akhirnya, kehidupan pula yang menjadikannya seorang responden dan wartawan berita, anggota legislatif Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau, hingga saat ini mendapat amanah sebagai Wakil Bupati Bengkalis 2021-2024.
Ruslan Ismail Mage atau Bang RIM adalah anak kampung di Allimbangeng, Desa Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Ketekunannya belajar di kampus Universitas Hasanuddin Makassar membuatnya terpilih menjadi mahasiswa penerima beasiswa TID (Tunjangan Ikatan Dinas) dari Dirjen Pendidikan Tinggi untuk langsung diangkat menjadi dosen ilmu politik tahun 1994. Setahun kemudian, berkat jaringan jurnalistiknya ia mendapat beasiswa dari JICA (Japan International Cooperation Agency) untuk berangkat ke Jepang. Sebagai founder Sipil Institute, Bang RIM selalu menyisipkan motivasi menulis buku dalam setiap sesi pelatihannya.
Buku XYZ Writing adalah karya kolaborasi yang bernas dari dua orang penulis andal tersebut. Keduanya secara apik mengurai bagaimana mudahnya menjadi penulis. Judulnya pun sangat menarik, “Mengapa XYZ?”
Pertama, XYZ adalah tiga huruf alfabet terakhir. Bersama 23 huruf lainnya, semua berpadu menyusun narasi kata dan kalimat. Huruf alfabet dituntaskan oleh XYZ. Begitu pula dengan panduan mudah belajar menulis, semua dituntaskan di buku ini.
Kedua, buku ini menghubungkan antara penulis dan pembaca yang pada kenyataannya melintas di tiga generasi: generasi baby boomers (generasi X), generasi milenial (generasi Y), dan generasi Z.
Ketiga, meskipun berganti generasi, hakikat menulis sepanjang sejarah tetap sama. Generasi X yang harus puas dengen mesin tik dan berlumuran tinta cetak. Generasi Y yang mulai mengenal floppy disk dan aktivitas blogging. Generasi Z yang sejak lahir sudah memegang gawai dan berbagai aplikasi yang terhubung dengan internet. Ketiganya menulis dengan hakikat yang sama: menuju dunia keabadian literasi.
“Buku ini sangat bernutrisi. Dibuka dengan motivasi menulis dan ditutup dengan bagaimana teknik-teknik mudah menulis bagi siswa, mahasiswa, bahkan aparatur sipil negara. Saya sendiri sebagai penulis dan editor banyak mendapat pencerahan dari naskah buku ini,” ungkap Iyan Apt. []
