Tujuan perjalanan saya kali ini adalah Kota Palopo adalah sebuah kota di Provinsi Sulawesi Selatan Kota Palopo sebelumnya berstatus kota administratif sejak 1986 dan merupakan bagian dari Kabupaten Luwu yang kemudian berubah menjadi kota pada tahun 2002 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tanggal 10 April 2002.

Jarak tempuh kurang lebih 8 jam 9 menit. dengan jarak antara titik nol kota Makassar tujuan Polopo diperkirakan , 371.51 km, Tiba di Hotel jam menunjukkan 00.00, perjalanan kami tempuh dengan santai sambil menikmati panorama setiap daerah yang di lewati, kami pilih Kota Pare pare untuk istirahat sekalian Magrib.
Bagi saya pribadi Luwu tidak asing bagi saya, ini sekedar napak tilas,  pada tahun 1993, pernah Kuliah Kerja Nyata di salah satu Kecamatan yang berdekatan Kota Palopo yakni Kecamatan Bua,  kurang lebih 3 bulan bertugas mengkoordinir teman teman selaku Korcam.
Kebiasaan yang rutin saya lakukan setiap di daerah tujuan istirahat, adalah habis subuh, jalan jalan sambil menyaksikan perkembangan kota Palopo, bukan Kapurung saya cari sebagai pusat kulienar yang khas itu. Tapi lokasi yang memiliki makna sejarah, walaupun belum mencicipinya tetapi kuliener ini sudah lama jadi pavoritku, sekilas tentang kuliener ini , Kapurung, sebuah makanan berkuah dengan rasa sedikit asam namun sangat menyegarkan. Kuliner ini merupakan makanan khas tradisional dari Palopo, khususnya masyarakat Luwu.Cara membuatnya cukup mudah, yang perlu disiapkan adalah sagu asli atau tepung sagu yang nantinya akan dilarutkan menggunakan air panas. Setelah sagu tersebut mengental, adonan tersebut dibentuk bulat-bulat kecil seukuran bakso. Makanan berbahan dasar sagu ini disajikan dengan kuah berbumbu kacang yang dicampur berbagai macam sayur mayur serta daging ikan yang penuh gizi. Sayuran yang biasa digunakan untuk menjadi bahan pendamping Kapurung ini adalah kacang panjang, jagung manis, terong, bayam, dan jantung pisang. Sementara itu bumbunya adalah cabai, kemiri, lada, dan bawang putih. Sensasi asam dari kuah Kapurung berasal dari buah patikala. Makanan ini akan lebih nikmat jika disajikan dengan perasan lemon atau jeruk nipis. Dari struktur uraian menunya sudah bisa di prediksi makanan ini bergizi dan lesat, sambil menunggu jadwal ke tempat bersejarah di kota ini, request saya kapurung siap di santap dan sarapan saya pagi ini adalah KAPURUNG. Yummy
Wassalam
Kota, Palopo, 31 Mei 2021

(Visited 125 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

One thought on “SARAPAN PAGI : Kuliner khas PALOPO KAPURUNG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.