Ada rasa rindu
Ada rasa suka
Ada rasa cinta
Ada rasa sedih
Ada rasa terpendam
Ada rasa dekat
Ada rasa takut
Ada rasa bahagia
Ada rasa dari jauh

Namun
Rasa itu terlahir dari hal yang murni
yaitu rasa persaudaraan

Untukmu yang menginspirasi
Kutuliskan ribuan puisi
Mencurahkan segenap isi hati agar nanti kau mengerti

Tentang rasa yang lain dari biasa
Tentang damba yang menyesaki dada
Tentang rindu yang mulai membasi

Dan tentang cerita yang tak kunjung usai di pantai lacaria.
Untukmu wahai saudaraku
yang tak terbatas rasa.

(Visited 200 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

One thought on “Rahasia sebuah rasa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.