Mengukir pagi, menyapa hati, melepaskan rasa. Minggu adalah waktu untuk membakar lemak, mengeluarkan keringat yang selama ini menumpuk membebani body yang semakin bongsor karena diet yang tidak pernah berhasil. Waktunya bersama menyusuri jalanan yang masih senyap, jalan setapak yang berkerikil, menghirup udara segar, menghembuskan, melepaskan penat, menikmati rasa.

Akhir pekan, sesuai rencana kami akan menguji adrenalin untuk menaklukkan ” Bulu Gondolo “. Hmm….rencana yang sensasional. Awalnya ada ragu yang menyelinap. Bisakah aku dengan body seperti ini mewujudkan sensasi rasa itu ?. Banyak pikiran bermunculan seakan saling berebut menggoda rasa penasaranku. Tapi ah…sudahlah. Ikuti saja mereka. Toh….kalau terjadi apa – apa pada aku setidaknya mereka sudah berjanji untuk melakukan apa saja…ha..ha..ha..ha.

Akhirnya, dengan semangat membara untuk bersama – sama menciptakan body yang menarik, kami mulai sensasi rasa itu. Berbekal minuman yang tidak beralkohol, cemilan yang beraneka rasa, kami tenteng semuanya menyusuri jalanan yang berbatu. Jalanannya saja sudah menantang, apalagi kalau sudah mendaki bukit-bukit yang akan dilewati menuju puncak.

Aku mendongak ke puncak yang akan kami tuju. Wow…….jadi merinding. Bagaimana aku dapat mencapai puncak itu. Semakin dekat, aku mulai berpikir untuk membatalkan saja misi ini. Biar aku duduk saja di bukit kecil nan cantik ini, sambil mencari pelepas rasa lainnya. Tapi yaa…aku malah dimarahi. Soalnya tanggung. Ngos…ngosan, napas sengal – sengal, aku mengikuti langkah mereka sambil sekali – kali rehat sejenak. Semuanya tertawa menoleh ke aku.

Sekarang kami sudah mulai mencari jejak jalan yang biasa dilewati para pendaki dan anak-anak remaja yang sering datang kesini untuk berkemah menikmati malam di puncak Bulu Gondolo. Astaga, ternyata tidak ada pilihan lain.Kami harus mendaki lewat titik pendakian yang kalau kaki terpeleset sedikit, kami sudah jatuh ke jurang yang sangat dalam.

Kami sudah mencapai ketinggian. Aku berusaha menahan gejolak rasa yang membelitku. Jangan menyerah. Aku harus menaklukan puncak gunung ini. Entah apa maksud dari semua sensasi ini. Mendapat pengakuan ?. Atau semata – mata membuang lemak jenuh yang mengotori tubuh ? Nanti akan terjawab semuanya.

Dan…aku tidak tahu bagaimana melukiskan rasa ini ketika sudah ada di puncak gunung yang sangat terkenal di kota Soppeng ini sebagai titik pendakian untuk menguji adrenalin dan jiwa petualang para penakluk gunung.

Luar biasa…mengukir pagi di ketinggian, menyapa rasa pada mereka yang mungkin masih terlelap bersama mimpi di bawah kelambunya. Tak henti – hentinya pujian atas ciptaan paling sempurna dari Allah Yang Maha Kuasa. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan ? Hamparan bak permadani hijau membentang, kokoh,perkasa, siap menjadi pelindung umat.

My trip, my adventure.…berhasil menaklukan puncak Bulu Gondolo.

Watansoppeng, 20 Juni 2021

(Visited 129 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.