Oleh: Sri Ulfa

Pada tanggal 19 November 2020, tepatnya hari Kamis pukul 14.00 WITA, adalah hari bersejarah dalam hidup saya. Hari itu saya dilantik sebagai ketua Pengurus Daerah Himpaudi (Himpunan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini) Kabupaten Kolaka Utara. Sebuah jabatan yang harus saya emban dan bagi saya ini adalah hal yang tidak mudah.

Organisasi Himpaudi adalah wadah profesi bersifat independen yang menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia. Bersama-sama dapat berdaya guna dan berhasil guna serta menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.

Saat itu pikiran saya terasa cemas, yang pastinya semua tanggung jawab akan terfokus ke saya. Serta merta rasa was-was menyelimuti pikiran. Bahkan, sudah mulai diserang rasa tidak percaya diri untuk melaksanakan tupoksi saya sebagai ketua. Hal itu membuat saya tidak tenang, banyak hal-hal yang menyita pikiran.

Saya terus membatin sendiri. Apa wajar saya menahkodai organisasi ini? Sementara banyak yang lebih pantas dan lebih mampu dibanding saya. Bukankah pengalaman saya sebagai ketua dalam organisasi belum pernah ada sama sekali? Apakah nantinya mereka akan mau mendengarkan saya sementara mereka lebih senior di banding saya? Selalu pertanyaan batin itu bergelut dalam pikiran saya.

Sebulan setelah pelantikan kami mengadakan Musyawarah Daerah pertama di Sekretariat Himpaudi. Semua Pengurus Daerah (PD) Himpaudi berkumpul, termasuk sekretaris, bendahara, koordinator bidang, dan anggota masing-masing bidang. Pembahasan hari itu membahas tentang pengembangan organisasi sesuai AD/ART, salah satunya yaitu merekrut dan membentuk Pengurus Cabang (PC) di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Kolaka Utara, sekaligus merancang pelantikannya.

Sedikit pikiran saya mulai berubah melihat rekan-rekan Pengurus Daerah (PD) begitu bersemangat dan melaksanakan tupoksi mereka dengan baik. Hati kecil saya berbisik, “Ulfa, apa kamu tidak malu dengan mereka sementara kamu adalah pemimpin dalam organisasi ini? Mereka lebih bersemangat dibanding kamu sendiri!” Batin saya merasa malu.

Saking semangatnya tim ini bekerja, hari berikutnya sudah ada laporan dari mereka bahwa sudah 13 kecamatan yang mau bergabung dalam Himpaudi dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Kolaka Utara. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan kerja sama yang baik dari rekan-rekan Pengurus Daerah Himpaudi.

Tidak menunggu waktu lama kerja sama tim memang tidak diragukan lagi, kami pun berhasil melantik 13 Pengurus Cabang (PC) Himpaudi Kolaka Utara, tepatnya tanggal 10 Desember 2020 di Hotel Utama Lasusua. Dari sini semakin membuatku tersadar bahwa rasa kekhawatiran saya selama ini salah. Kepercayaan diri saya semakin bertambah ketika Pengurus Wilayah (PW) Himpaudi Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan kami amanah agar Himpaudi Kolaka Utara mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara menerima bantuan paket sembako bagi guru PAUD yang terkena dampak Covid-19.

Rasa syukur yang tak terhingga dan rasa senang luar biasa hari itu membuat saya semakin yakin untuk betul-betul merubah mindset saya. Saya tidak ingin lagi berpikir sempit dan berpikir pendek. Rasa percaya diri saya mulai terbangun lagi, dengan berpatokan pada pepatah klasik yang mengatakan, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Ternyata, sebesar apapun tanggung jawab yang di berikan ketika kita ikhlas dan bekerja sama dengan baik maka semua akan terasa lebih ringan. []

(Visited 194 times, 1 visits today)
One thought on “Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing”
  1. Semangat, semangat dan semangat,. Saatnya memperbanyak Bersyukyur dan mengjauhkan Insecure… Hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.