
Tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2021 Masehi. Apakah ini kebetulan atau ada rahasia langit didalamnya? Hal ini menjadi menarik, karena bulan Muharram dan bulan Agustus mempunyai banyak keutamaan bagi kita sebagai bangsa Indonesia.
Semangat tahun baru Islam dan semangat nasionalisme kebangsaan bukan kebetulan, karena Allah Swt tidaklah menciptakan segala sesuatu dengan sia sia (rabbana mahalaqta khasa batina). Bulan Muharram termasuk bulan yang sangat istimewa, awal pergantian tahun baru Islam/Hijriyah. Ada amalan Sunnah yang sangat dianjurkan untuk kita lakukan dengan ganjaran pahala yang besar yaitu, “Berpuasa dan bersedekah, serta memberikan keberkahan, kebahagiaan kepada kerabat dan lingkungan sekitar”.
Tulisan ini tidak membahas terlalu jauh ke situ karena sudah jelas keutamaan bulan Muharram. Namun mencoba melihat bagaimana semangat spritual dan semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia di tahun baru Islam ini yang perlu kita sambut ditengah keterpurukan umat Islam. Apa yang mesti kita lakukan sebagai umat Islam sekaligus sebagai bangsa yang besar ini?
Kalau kita lihat sejarah, faktor utama kebangkitan suatu bangsa dimulai dari semangat awal para pendiri bangsa itu. Dalam pembukaan UUD 45 tertulis, “Berkat Rahmat Allah” kemerdekaan bangsa Indonesia dapat diraih. Berdasarkan kalimat pendek itu dapat dipahami bahwa patriotisme kebangsaan Indonesia didorong oleh semangat spiritualisme yang bersumber dari nilai nilai religius.
Tahun baru Islam 1443 Hijriyah dan bulan Agustus tahun 2021 Masehi bagi umat Islam Indonesia adalah keberkahan, sekaligus mesin penggerak utama bangkit dari keterpurukan ekonomi, politik, ukhuwah islamiah dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lalu apa yang mesti kita persiapkan untuk mendapatkan kemuliaan umat dan bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Islam?
Dalam pandangan Ruslan Ismail Mage, penulis buku “Radikaliame, Demokrasi dan Kemiskinan” bahwa, “Tidak satupun agama yang mengajarkan ajaran radikalisme yang kemudian bisa memicu lahirnya teroris. Pemicu utama radikalisme adalah ketidakadilan ekonomi dan hukum”.
Karena itu, untuk menciptakan kondisi yang aman, damai, dan sejahtera di bawah keridhoan Allah SWT, semua elemen bangsa, khususnya umat Islam sebagai penduduk mayoritas harus melakuan beberapa hal seperti berikut ini.
Satu, tingkatkan kesadaran dan jiwa kebangsaan untuk selalu bersatu dalam perbedaan, bersama dalam keragaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, tingkatkan jiwa spritual (akidah Islam) sebagai modal pokok dalam melakukan perbaikan. Ketiga, segera menggalang atau menumbuhkan kekuatan pinansial dan sumberdaya ekonomi ummat.
Keempat, kekuatan politik harus bahkan wajib berada di tangan rakyat. Dalam konteks demokrasi, rakyat tidak boleh buta politik.Kelima, semangat persatuan yang dilandasi oleh ukhuwah islamiah kembali dijalin dengan tidak melihat perbedaan mashab dan aliran. Keenam, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimulai dengan semangat menulis dan membaca (literasi). Ketujuh, tingkatkan kesadaran umat bahwa kita adalah bangsa besar berdasarkan Pancasila dan UUD 45 yang hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kalau semangat tahun baru Islam dan semangat nasionalisme kebangsaan ini dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata, bangsa besar bernama Indonesia ini akan bangkit menjadi megara besar yang mandiri secara ekonomi, berdaukat secara politik, dan dihargai secara budaya. Semoga di usia kemerdekaan yang ke-76 pada tanggal 17 Aguatus 2021 nanti, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia semakin nyata ke depannya.
