Ketika senja mulai menua di antara rintikan gerimis. Pikiranku berkelana sedari tadi, entah apa yang membuatku risau. Kegamangan rutin bertamu akhir-akhir ini. Hiruk-pikuk duniawi serasa tak mampu menutupi keheningan yang terasa. Berkaca pada rentetan kejadian di sekitar, nampaknya bumi sudah uzur. Sirine ambulance yang meraung, lalu-lalang setiap hari. Postingan kabar kematian memenuhi beranda sosial media. Sejatinya harus menjadi alarm untuk mawas diri. Aku gamang bahkan tak jarang aku gemetar mengingat akan kematian yang kapan saja bisa datang menjemputku. Takut?? Tentu tidak, sebab kita tidak akan mampu sembunyi darinya. Aku hanya cemas, manakala bekalku masih sangat kurang untuk menempuh perjalanan panjang itu. Tuhanku yang maha pengasih dan penyayang, berikanlah kesempatan pada pendosa ini untuk bermuhasabah diri agar kelak ketika aku menghadap-MU, aku dalam keadaan yang benar-benar mencintaimu.
Kodeoha, 120821
