Oleh ; Yusriani Nuruse
Iseng-iseng kuposting foto Pak Su di beranda fb saat perutnya masih gendutan, juga foto saat diabetes menggerogoti tubuhnya. Tak kusangka seorang teman lettingnya saat menempuh pendidikan di SPN Karombosan Manado melihatnya. Istrinya menghubungiku via messenger minta nomor ponselku. Katanya temannya sedang mencarinya.
Keesokan paginya, ponselku berdering. Ada beberapa nomor masuk tanpa identitas. Aku sudah menduga itu pasti nomor teman-teman Pak Su yang entah dimana kini mengabdikan diri untuk Negara ini.
Kuterima panggilan itu. Kusambut dengan ramah sambil ucap salam “Assalamu alaikum”, maaf dengan siapa? Spontan dia jawab, ini dengan istri pak Anwar? Ku jawab iya.
“ Bapak mau bicara dengan Pak Anwar? balasku.Tanpa menunggu jawaban, ku sodorkan ponsel ke tangan Pak Su yang sedang menikmati kopi pagi buatanku.
Kudengar Ia semangat sekali bercerita dengan temannya. Kudekati tubuh ringkihnya, sambil sesekali kuusap punggungnya mentransfer energi positif agar ia kembali bersemangat menghadapi penyakit skifornia dan diabetes yang menyerang jiwa dan jasmaninya.
Aku terharu. Bukan Cuma 1- 2 orang temannya yang menghubunginya. Dan pagi ini ada beberapa orang. Terima kasih ya Allah ,di tengah keterpurukan yang kami rasakan , Engkau selalu mengirim orang-orang baik untuk menyemangati kami menjalani lika liku hidup ini. Yang entah ujian atau balasan dari kesalahan yang kami perbuat.
Wahai imamku, semangatlah kembali. Engkau masih punya waktu merangkai esok. Jangan kau terpuruk dengan ujian yang Allah titipkan untukmu. Jadikanlah ukhwah dari teman-teman lettingmu yang prihatin dan memberi support untukmu sebagai obat terapi jiwamu, penawar lukamu. Aku masih di sampingmu, menemanimu walau tak sesabar khadijah istri Baginda Rasul.
Kurangkai kata demi kata untuk kunarasikan sebagai ungkapan jiwa.
Dariku yang masih setia di sampingmu.
Watansoppeng 31 Agustus 2021
