#penguasaancinta #themasteryoflove
Mungkin anda tidak akan pernah berpikir tentang hal ini. Tetapi dalam satu level atau seterusnya, kita semua adalah PENGUASA. Kita Penguasa sebab kita mempunyai kekuatan untuk menciptakan dan mengatur kehidupan kita.
Seperti halnya masyarakat dan agama di seluruh dunia menciptakan mitologis yang menakjubkan, kita menciptakan mitologis di dalam diri kita sendiri. Mitologis pribadi kita dihuni oleh pahlawan dan penjahat, malaikat dan setan, raja dan rakyat jelata.
Kita menciptakan seluruh penduduk di dalam pikiran kita, termasuk kepribadian ganda untuk diri kita sendiri. Kemudian kita menguasai kepribadian itu sesuai dengan keadaan tertentu. Kita menjadi seorang artis dalam keberpura-puraan dan menampilkan kepribadian kita, dan kita menguasai apa pun yang kita percayai. Ketika kita bertemu orang lain, kita segera mengklasifikasi mereka, dan menetapkan mereka peran dalam kehidupan kita. Kita menciptakan kepribadian kepada orang lain, sesuai dengan apa yang kita yakini mereka. Dan kita melakukan hal yang sama dengan semua orang dan segala sesuatu di sekitar kita.
Kita mempunyai kekuatan untuk menciptakan. Kekuatan kita begitu kuat. Apa pun yang kita percayai akan menjadi nyata. Kita menciptakan diri kita sendiri, apa pun yang kita percayai tentang diri kita. Merupakan bagaimana cara kita menjadi diri kita sendiri karena itu adalah apa yang kita percayai tentang diri kita. Seluruh realitas kita, apa pun yang kita yakini adalah ciptaan kita sendiri. Kita memiliki kekuatan yang sama seperti manusia lainnya di dunia ini. Perbedaan utamanya adalah bagaimana menerapkan kekuasaan kita, apa yang kita ciptakan dengan kekuasaan/kekuatan diri kita. Kita mungkin saja sama dengan yang lainnya dalam berbagai hal, tetapi tak seorang pun di seluruh dunia ini hidupnya sama dengan cara hidup kita.
Kita telah melatih sepanjang kehidupan menjadi siapa diri kita Kita melakukannya dengan sangat baik hingga kita menguasai apa yang kita percayai siapa diri kita. Kita menguasai kepribadian kita sendiri, keyakinan kita. Kita menguasai setiap aksi, setiap reaksi. Kita berlatih bertahun-tahun dan mencapai tingkat PENGUASAAN menjadi apa yang kita percayai. Akhirnya kita dapat melihat bahwa kita semua adalah penguasa, kita dapat melihat jenis penguasaan yang kita miliki.
Ketika kita anak-anak, dan kita mempunyai masalah dengan seseorang, kita marah. Apa pun alasannya, amarah mendorong masalah berlalu atau selesai; kita mendapatkan hasilnya apa yang kita inginkan. Terjadilah yang kedua kalinya – kita bereaksi dengan amarah – dan sekarang kita tahu jika kita marah kita mendorong masalah berlalu. Lalu kita berlatih dan berlatih, hingga kita menjadi PENGUASA KEMARAHAN.
Dalam hal yang sama, kita menjadi penguasa cemburu, penguasa kesedihan, penguasa penolakan diri. Semua drama dan penderitaan adalah dengan praktik. Kita membuat perjanjian dengan diri kita sendiri. Kita melatih perjanjian itu sampai kita menjadi seluruh penguasa. Cara kita berpikir, cara kita merasa, dan cara kita bertindak menjadi begitu rutin sehingga kita tidak membutuhkan lagi perhatian terhadap apa yang kita lakukan. Itu hanya reaksi tindakan bahwa kita berperilaku dengan cara tertentu.

Untuk menjadi penguasa cinta, kita harus berlatih cinta. Seni hubungan juga adalah merupakan suatu penguasaan. Salah satu cara untuk mencapai penguasaan adalah melalui praktik.
Don Miguel Ruiz, “The Mastery of Love”
Karena itu, untuk menguasai suatu hubungan adalah mengenai suatu tindakan. Ini bukan hanya mengenai konsep atau sekadar pengetahuan semata. Ini adalah tentang tindakan. Tentu saja, untuk memiliki tindakan, kita perlu memiliki pengetahuan, atau setidaknya kesadaran yang lebih dari sekedar cara manusia menjalankannya.
[Bersambung]
