Oleh : Ghinda Aprilia
Ada banyak cara untuk mengisi waktu luang. Di Hong Kong PMI mau jadi apapun bisa. Banyak kegiatan positif, ada yang kuliah, belajar mengaji, kursus-kursus (salon, menjahit, kuliner, komputer, terapi).
Hidup di rantau membutuhkan tempat untuk berkreasi. Salah satunya adalah KMF, menjadi wadah untuk PMI melakukan aksi sosial kemanusiaan. KMF menjadikan sebagai keluarga besar teman berkumpul di hari libur.
Ya salah satu kegiatan yang diadakan teman-teman dari KMF. Setiap malam Minggu mengadakan pengajian rutin pukul 22.00. Sebagai penceramahnya kali ini yaitu Ustadz Sukeri Abdillah dari klinik hati Jakarta.
Ketika Ustadz berceramah rasanya waktu 1 jam sangat singkat. Walau diadakan malam hari setelah bertugas seharian sebagai ART, tak menyurutkan semangat untuk tetap menyimak. Gaya bicaranya Ustadz yang humble, mudah diterima semua orang. Sehingga para jamaah merasa nyaman.
Setiap bulan di minggu ke-4, mengadakan doa bersama, pembacaan Yasin dan Tahlil. Sebagai rasa syukur kami kepada Sang Khalik, juga mempererat tali silaturahmi sesama anggotanya.
Ketika mampir di komunitas ini, semua beban hidup seperti hilang. Ada saja celotehan yang mampu mengocok perut. Makan bersama, senasib sepenanggungan di Negeri Beton.
Selain itu kegiatan KMF adalah fundraising, mereka meluangkan waktu setiap hari Minggu. Alhamdulillah target yang sudah dicapai adalah bantuan untuk Palestina, bantuan bencana di Indonesia, donasi Isoman, donasi untuk guru ngaji dan Beasiswa.
Terkait informasi KMF saya kutip dari KM Filantropi.org.
Tentang KMF Filantropi
Katalis Madani
Filantropi Foundation adalah sebuah lembaga filantropi, yang berikhtiar untuk mempercepat kebutuhan masyarakat pada aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dakwah dan kesehatan agar terwujudnya masyarakat Madani yang berkeadilan.
Menurut Anwar Ibrahim, masyarakat Madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. Inisiatif dari individu dan masyarakat akan berupa pemikiran, seni, pelaksanaan pemerintah yang berdasarkan undang-undang dan bukan nafsu atau keinginan individu.
Visi Misi
Mempercepat Ekspansi Kepedulian untuk mewujudkan Masyarakat Madani di Indonesia yang berdaulat, mandiri dan sejahtera di dalam kerangka tata kelola pelayanan dan pengayoman yang berkeadilan.
Memastikan Tauhid menjadi landasan utama setiap stakeholder KMF.
Melakukan pembelaan kepada masyarakat yang membutuhkan dan keluarganya.
Meningkatkan kapasitas masyarakat yang membutuhkan.
Mendorong terwujudnya tata kelola pelayanan dan pengayoman yang berkeadilan.
Menjadikan masyarakat pra sejahtera menjadi objek program pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Melakukan sinergi kerjasama dalam penghimpunan Sumberdaya
Pengembangan Kapasitas
Sebuah aksi nyata meningkatkan kemampuan objek program untuk memiliki daya dan upaya agar bisa mandiri dan berkesempatan membuat peluang pendapatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Pilarnya terdapat pada UUD 1945 pasal 27 sd 34 yang menyebutkan tentang kewajiban sebagai warga negara.
Kegiatan minggu ini lumayan padat. Malam Minggu selain pengajian ada penyerahan donasi secara simbolis untuk Batu, Malang dan donasi Isoman untuk daerah Jakarta. Dilanjutkan Minggu di pagi hari selain penggalangan dana juga ikut event Kuliah Umum dan Launching Akademi Pekerja Migran Indonesia (APMI).
Demi kelancaran event ini walau cuma via zoom, Emak-emak KMF antusias bahu membahu mempersiapkan segala kebutuhan. Karena acara ini pun mendadak, mulai dari persiapan konsumsi, banner, menyebar undangan.
Senang, seru bisa berkumpul dengan teman-teman dari berbagai negara.
Kuliah Umum dan Dialog Bersama :
1. Dr. Salim Segaf Al Jufri, MA.
Ketua Majelis Syuro PKS
2. H. Suharna Surapranata, M.T.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS
3. Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si.
Kabid BPKK, dan Anggota Komisi 1X, FPKS-DPR RI.
Dihadiri oleh Bapak H. Ahmad Syaikhu, Presiden PKS dan Bapak H. Martri Agoeng, SH, Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS.
Diikuti secara live dari 6 (enam) titik dalam negeri dan 6 (enam) titik luar negeri; Malaysia, Hong Kong, Arab Saudi, Korea Selatan, Taiwan dan Jepang.
Acara ini terselenggara berkat kerja sama dengan:
1. Departemen Pekerja Migran
2. Bidang Ketenagakerjaan
3. Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera.
Tentu ini kesempatan emas untuk menambah wawasan, mencari ilmu dengan para TKI Purna atau TKI di luar negeri.
Info lengkap event ini saya kutip dari Apakabar online:
Untuk Peningkatan Harkat dan Martabat Pekerja Migran, Akademi Pekerja Migran Resmi Diluncurkan
JAKARTA – Ahad, 14 November 2021, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluncurkan program Akademi Pekerja migran Indonesia (APMI). Acara yang mengambil tema “Bersama PKS; sukses di rantau, mandiri di Negeri sendiri”, dilaksanakan secara daring (online) yang dilakukan di enam titik Kota/ Kabupaten dalam negeri dan enam titik kota di luar negeri yang meliputi Malaysia, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, Jepang dan Arab Saudi. Sedangkan sasaran kegiatan ini adalah para pekerja migrant baik yang masih bekerja diluar negeri maupun yang sudah kembali ke tanah air (purna).
Peluncuran program Akademi Pekerja Migran Indonesia dilakukan dengan tujuan untuk membangun kepedulian terhadap pekerja migran Indonesia dan sebagai wujud keseriusan PKS dalam mengangkat harkat dan martabat para pekerja migran Indonesia serta sebagai sarana untuk mengokohkan peran pekerja migran Indonesia beserta keluarganya agar lebih kuat, mandiri dan berdaya jika sudah tidak lagi bekerja diluar negeri.
Program ini rencananya akan dilakukan setiap pekan dalam bentuk kuliah online sebanyak delapan kali pertemuan atau selama dua bulan. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan pekerja migrant, baik yang berada didalam negeri maupun luar negeri, yang masih bekerja maupun yang sudah kembali ke tanah air (purna). Ada empat tema yang menjadi fokus dalam program ini, yaitu ; keagamaan, keluarga, pengelolaan keuangan dan kewirausahaan. Diharapkan setelah mengikuti program kuliah online tersebut, para pekerja migrant bisa mendapatkan inspirasi, semangat dan bekal yang cukup; baik dalam keagamaan, keluarga, dan pengelolaan keuangan serta diharapkan bisa lebih mandiri ketika sudah kembali ke tanah air.
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Suharna Surapranata, sebagai wakil ketua Majelis Syura PKS, yang memberikan kuliah umum sekaligus meluncurkan Program Akademi Pekerja Migran Indonesia (APMI), Martri Agoeng Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS dan Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si, sebagai anggota Komisi 9 Fraksi PKS DPR RI. Dalam kuliah umumnya, Suharna menegaskan bahwa program Akademi Pekerja Migran Indonesia sejalan dengan visi dan misi serta platform PKS dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Beliau juga menegaskan selama tinggal diluar negeri, para pekerja migran bisa belajar banyak hal terkait kemajuan-kemajuan yang dilakukan negara tersebut baik dalam bidang pertanian, teknologi ataupun yang lainnya.
Sementara itu, Martri Agoeng menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas usaha para pekerja migrant yang bersedia hadir dalam acara peluncuran program tersebut di tengah kesibukan bekerja dan kondisi covid. Martri menambahkan, bahwa program Akademi Pekerja Migran Indonesia, merupakan bentuk perhatian dan kepedulian PKS kepada para pekerja migran. Selanjutnya, di akhir sesi dilakukan dialog antara pekerja migran dengan anggota DPR RI Komisi 1X Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati. Dalam dialog tersebut Mufida menyampaikan informasi terkini terkait berbagai kebijakan yang dilakukan oleh DPR dalam upaya memperbaiki sistem pelayanan terkait pekerja migran dengan dibentuknya Timwas DPR RI yang fokus mengurus permasalahan pekerja migran. Mufida menambahkan, akan berusaha dan memperjuangkan semaksimal mungkin agar kedepan, kebijakan pemerintah yang dibuat bisa sesuai dengan yang diharapkan oleh para pekerja migran, baik yang akan berangkat, sudah bekerja maupun yang sudah purna.

Eta fotona sami anu di handap
Maju teruuuuus Ghinda solehah
Muhun Manini, bunda poho jigana.
Aamiin yaa mujibassaailiin.
Mau mundur, era ku Manini.