Kurikulum berubah, tidak otomatis kualitas pendidikan meningkat. Namun, jika kualitas guru meningkat, kualitas pendidikan pasti meningkat, itu kuncinya.

Anies Baswedan

A. PROLOG
Perubahan merupakan sebuah siklus. Siklus perubahan tidak bisa kita hindari. Dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, kemudian berubah kembali menjadi tidak ada.

Dari tidak mampu menjadi mampu kemudian menjadi tidak mampu lagi. Dari yang tadinya lemah menjadi kuat kemudian menjadi lemah lagi.

Perubahan adalah sebuah ke niscayaan. Tidak ada seorang pun yang dapat menolak atau menghindar dari sebuah perubahan karena perubahan merupakan keniscayaan, Hal yang tetap bahkan hanya perubahan itu sendiri.

Termasuk perubahan kurikulum pendidikan di negara kita, bahkan ada istilah bahwa ganti menteri ganti kurikulum.

Walaupun berbagai argumen dari kebijakan tersebut sebagai bentuk penyempurnaan. Setidaknya sudah kurang lebih 11 kali perubahan kurikulum pendidikan kita mengalami perubahan, sejak era kemerdekaan sampai sekarang.

B. SEKILAS TENTANG  KURIKULUM

Seseorang melihat ke belakang dengan penghargaan kepada para guru yang brilian, tetapi dengan rasa terima kasih kepada mereka yang menyentuh perasaan manusiawi kita. Kurikulum adalah bahan mentah yang sangat diperlukan, tetapi kehangatan adalah elemen penting untuk pertumbuhan tanaman dan jiwa anak.

Carl Gustav Jung (psikiater swiss)


Dalam kupasan Eureka Pendidikan. Istilah kurikulum pada mulanya dipopulerkan dalam dunia olah raga pada zaman Yunani kuno.

Dalam bahasa Yunani Curriculum berasal dari kata curir artinya pelari dan curere yang artinya tempat berpacu. 

Curiculum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dalam dunia pendidikan diartikan “sejauh mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan oleh peserta didik untuk memperoleh ijazah.

Isi dari kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran (subject matter) yang diberikan oleh institusi pendidikan yang kemudian dapat diperluas dengan kegiatan intra kurikuler dan ekstra kurikuler dan tujuan utama pendidikan atau kurikulun adalah agar peserta didik menguasai pengetahuan atau mata pelajaran yang disimbolkan dalam bentuk ijazah atau surat tanda belajar.

Secara terminologis, istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan.

Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang peserta didik telah mencapai standar kompetensi tersebut adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat yang diberikan kepada peserta didik.

Menurut UU No 20 Tahun 2003 Sisdiknas (Bab I, Pasal I ayat 19):
“Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.”

C. SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA
Dalam tulisan Rusliansyah Anwar 2020,  membahas sejarah kurikulum di Indonesia sebagai berikut :
1). Kurikulum 1947
(Rencana Pembelajaran 1947)
Kurikulum pertama sejak Indonesia merdeka. Perubahan arah pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Saat itu mulai ditetapkan Pancasila sebagai asas pendidikan.

Kurikulum ini juga disebut dengan Rencana Pelajaran 1947, namun baru dilaksanakan pada tahun 1950.

Karena kurikulum ini lahir dikala Indonesia baru merdeka, maka pendidikan yang diajarkan lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini.

Fokus Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan hanya pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat.

2). Kurikulum 1952
(Rencana Pembelajaran Terurai 1952)

Kehadiran kurikulum ini merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, dengan merinci setiap mata pelajaran sehingga dinamakan Rencana Pelajaran Terurai 1952.

Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan Indonesia, seperti setiap pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Silabus mata pelajaran menunjukkan secara jelas bahwa seorang guru hanya mengajar satu mata pelajaran.

3). Kurikulum 1964
(Rencana Pendidikan 1964)
Pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pada 1964, yang dinamakan  Rencana Pendidikan 1964.

Kurikulum ini bercirikan bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD.

Sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.

4). Kurikulum 1968
Kurikulum pertama pada era orde baru. Bersifat politis dan dimaksudkan untuk menggantikan Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk orde lama.

Kurikulum ini bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni.

Cirinya, muatan materi pelajaran bersifat teoretis, tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan.

Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik sehat dan kuat.

5). Kurikulum 1975
Pemerintah kemudian menyempurnakan kurikulum 1968 pada tahun 1975. Kurikulum ini menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien.

Menurut Mudjito, Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan kala itu, kurikulum ini lahir karena pengaruh konsep di bidang manajemen MBO(management by objective).

Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), dikenal dengan istilah satuan pelajaran (SP), yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

6). Kurikulum 1984 (Kurikulum 1975 disempurnakan). 
Kurikulum 1984 mengusung pendekatan proses keahlian. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut dengan Kurikulum 1975 Disempurnakan.

Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar, yaitu dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

7). Kurikulum 1994
Pada tahun 1994 pemerintah memperbarui kurikulum sebagai upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya, terutama Kurikulum 1975 dan 1984. Namun, perpaduan antara tujuan dan proses nampaknya belum berhasil. Akibatnya banyak kritik berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal, seperti bahasa daerah, kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain.

8). Kurikulum 2004
( Kurikulum Berbasis Kompetensi/KBK)
Pada tahun 2004 diluncurkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sebagai pengganti Kurikulum 1994. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi yang harus mengandung tiga unsur pokok, yaitu :
(1)pemilihan kompetensi sesuai spesifikasi,
(2) indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi, dan
(3) pengembangan pembelajaran.

KBK mempunyai ciri-ciri yang menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman.

Kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.

9). Kurikulum 2006
(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan / KTSP).
Kurikulum ini hampir mirip dengan Kurikulum 2004. Perbedaan menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu pada jiwa dari desentralisasi sistem pendidikan Indonesia.

Pada Kurikulum 2006, pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Guru dituntut mampu mengembangkan sendiri silabus dan penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya.

Hasil pengembangan dari semua mata pelajaran dihimpun menjadi sebuah perangkat. Kurikulum ini juga dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

10). Kurikulum 2013
Kurikulum ini adalah pengganti kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku.

Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan.

Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun.

B. KURIKULUM BARU KURIKULUM 2022
(Kurikulum prototipe)
Kurikulum baru ini,  akan ditetapkan mulai tahun 2022-2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memunculkan kurikulum baru sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya serta sebagai pendukung program pemulihan pembelajaran menanggapi terjadinya loss learning di Indonesia.

Kurikulum 2022 atau kurikulum prototipe ini akan diberlakukan secara bertahap dan terbatas melalui beberapa program sekolah penggerak dengan sekolah sekolah tertentu dan dijadikan opsi bagi sekolah yang nantinya akan di terapkan di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Lahirnya kurikulum prototipe ini sebagai usaha dari pemulihan pembelajaran di Indonesia setalah mengalami loss learning (pandemi covid 19)dapat segera teratasi dengan walaupun harus secara bertahap, semuanya demi kelangsungan kualitas pendidikan dan pembelajaran kita bersama di Indonesia.
Ada tiga elemen penting di dalam kurikulum 2022 ini : 
(1). Berbasis kompetensi 
Yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap dirangkaikan sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh.
(2). Pembelajaran yang fleksibel.
Penyusunan capaian pembelajaran dalam fase-fase (2-3 tahun perfase), sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan tingkat pencapaian, kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajarnya. 
(3). Karakter Pancasila 
Sinergi antara kegiatan pembelajaran rutin sehari-hari di kelas dengan kegiatan nonrutin (projek) interdisipliner yang berorientasi pada pembentukan dan penguatan karakter berdasarkan kerangka Profil Pelajar Pancasila.

Tiga elemen yang terdapat dalam kurikulum baru 2022 Banyak pembaruan yang muncul pada ik kurikulum baru ini, seperti salah satunya akan ada kembali mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komputer), jam pelajaran yang ditetapkan pertahun tidak lagi perminggu seperti pada KTSP-2013, siswa mengikuti pelajaran IPA IPS secara terpisah pada tingkat SMP bukan lagi SMA/SMK.
Demikian sejarah perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia, semoga utas ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan kita.
Sumber : Disunting dari beragam sumber.
Makassar, 23 Desember 2021.

Koleksi privat sdm


Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si.
Pengampu mata kuliah Sosiologi pendidikan

Sumber medsos 2021

Hemat sy, jika Menteri ingin mengganti Kurikulum, sah-sah saja, selama atas dasar hasil evaluasi yang komprehensif dan reliable tethadap implementasi Kurikulum sebelumnya. Selain itu, dalam proses penyusunan kurikulum baru harus melibatkan berbagai pihak terkait. Yg sering terjadi. perubahan kurikulum di negeri ini tdk seperti itu.

Dr. Sudirman,S.Pd.,M.Si.
(Visited 3,223 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

6 thoughts on “Sejarah Perkembangan Kurikulum Pendidikan Indonesia”
  1. Perubahan kurikulum sebagai kebijakan nasional kadang tidak di-sport kebijakan daerah. Beberapa program seperti diuraikan dalam artikel ini, yang diharapkan mendukung tercapainya kurikulum baru 2022 ada kemungkinan tidak akan tercapai dengan maksimal karena adanya kebijakan daerah yang kadang “dimasuki” politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.