Minggu lalu, saat singgah di Pasar tradisional Balang Balang Gowa saya menemukan buah ini dijual dengan harga 25.000 Rupiah perkilogram. Buah ini adalah buah Matoa namanya, buah unik khas Papua, meskipun sebenarnya bisa tumbuh di hampir semua daerah tropis. Pohon matoa yang bernama latin Pometia pinnata sendiri berbunga sekali dalam setahun, yaitu antara bulan Juli hingga Oktober dengan masa matang sekitar 4 bulan. Tumbuhan ini tumbuh baik di semua wilayah, baik dataran rendah atau tinggi, yang pasti Matoa merupakan tanaman tropis yang hidup di daerah dengan curah hujan tinggi.
Sepintas, buah Matoa tampak seperti buah pinang yang memiliki kulit keras berwarna hijau, merah, dan hitam, serta berbentuk bulat lonjong dengan panjang sekitar 5-6 centimeter. Namun dalam hal rasa, Matoa memiliki citarasa manis dan wangi layaknya perpaduan antara rambutan, kelengkeng dan leci. Kalau aromanya ada sedikit aroma duriannya.

Meskipun rasanya enak, ternyata banyak orang Makassar tidak tahu buah apa itu, dan dimana bisa didapat atau dibeli. Buah Matoa tidak sepopuler buah rambutan, langsat, salak atau buah lainnya. Padahal kalau mau, cukup banyak dijual di pasar tradisional sekitar Gowa.
Selain memiliki rasa yang nikmat, buah Matoa pun memiliki khasiat yang cukup banyak. Kandungan vitamin C dalam buah mampu meningkatkan daya tahan tubuh yang lemah dan berfungsi meningkatkan antioksidan pencegah kanker. Selain itu, Matoa juga mengandung vitamin E yang berguna sebagai penghilang stress, meningkatkan kesuburan, dan meminimalisir resiko terkena berbabagai macam penyakit.. Matoa adalah tanaman asli Indonesia dan sangat cocok untuk dijadikan tanaman penghijauan. Matoa sangat direkomendasikan karena dapat tumbuh di segala medan dan memiliki akar serta pangkal batang yang kuat. Selain itu, ternyata Matoa juga memiliki ketahanan terhadap segala jenis serangga. (diolah dari berbagai sumber: indonesiakaya.com, foto: koleksi pribadi dan Tokopedia.com)
#buahmatoa

