Review Buku Nyanyian Sunyi


Judul : Nyanyian Sunyi (Kumpulan Cerita Yudhistira Sukatanya).
Penulis:Yudhistira Sukatanya
Cetakan I :Maret 2022
Cover:Mono Goenawan
Penerbit: Garis Khatulistiwa Jl. Borong Raya No. 75A Makassar.
ISBN:978 6237617 85 3
169.Hal.

Saat lidah kelu

Tak mampu berkata kata

Inilah tulisanku,

cetitaku,

untukmu Nyanyian Sunyiku

Yudhistira Sukatanya (penulis buku Nyanyian Sunyi)
koleksi privat sdm

Buku ini menjadikan saya tertarik untuk mereviewnya sejak diluncurkan dalam acara Dialoq Sastra Ramadan dan buka puasa Bersama : Membedah Karya Yudhistira Sukatanya oleh LAPAKKSS,
Kegiatan ini dilaksanakan di Red Corner Cafe Makassar.

Kegiatan Dialog Sastra, dibuka dan dibedah lansung Senator RI, Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM. sekaligus, pengatur jalannya Dialoq Sastra Ramadan.

Kenapa Nyanyian Sunyi ?
Karena dalam sunyilah saat paling memberi peluang bagi penulis untuk bercerita dan mungkin di dengar mata hati.

Karena pada sunyi suara penulis bisa lantang terdengar tanpa disela riuh gangguan tutur Yudhistira dalam Paladang.

Ketika di sebut Karya Pramoedya Ananta Toer, Nyanyian Sunyi seorang Bisu, penulis menceritakan tentang idolanya ini, buku Pram, di belinya dengan transaksi sembunyi, dan di sembunyi di selip di perut, karena buku tersebut terlarang di masa itu.

Pendaras Karya Sastra ini, Moch. Hasyimi Ibrahim,(1).
mengupas secara detail mulai dari identitas penulis hingga filosofis isi buku ini, begitu juga pembahasan Anil Hukmah(2).

Menemukan karya Yudhistira di pembahasan tertentu masuk dalam gendre Sastra Hijau terutama di cerpen Percakapan Sunyi.

Bagi saya ketika buku ini ditanganku, semua cerpen Bang Yudhistira bergizi dan daging semua, ini karena waktu ditulisnya di berbagai waktu dan tempat, yang ia kunjungi, seperti Minum Kopi di Banda Aceh (hal.29).mereviewnya juga agak kesulitan bagiku yang mana harus ku tonjolkan, bagiku karya ini sangat direkomendasikan bagi sastrawan dan cerpenis untuk  memilikinya.

Dalam cerita pendek Yudhistira, dalam buku Nyanyian Sunyi ada 20 cerpen, di antaranya mengekspresikan puisi seperti (hal 87) Judul Puisi Yang Terindah.

Kata-kata adalah Segala-galanya dalam PUISI

Sapardi Djoko Damono

Di dalamnya ada 3 puisi, semuanya dimulai dengan kalimat, Ya Tuhan, Engkau pasti Maha tahu (hal.88), – Ya Tuhan malu rasanya lidahku menyebut namaMu (hal.90), Ya Tuhan… Aku tak dapat berbuat apa-apa lagi (hal. 93).

Hal. 113, Terlanjur Mudik, saat covid 19, religius dan ini juga diungkap senator Dr. H. Ajiep Padindang, bahwa karya karya Yudhistira semakin menuju religius.


Keseluruhan Cerpen di buku Nyanyian Sunyi Karya Yudhistira Sukatanya sebagai berikut ;
1). Percakapan Sunyi
2). Belati di Antrian
3). Rajam
4). Minum Kopi di Banda Aceh
5). Perjalanan Kehilangan
6). Nilah Tangan yang Mengusap Rambutmu
7). Bunga Trauma
8). Tikus
9). Bawakaraeng
10). Percakapan dengan Bulan
11). Puisi Terindah
12). Suara yang Memanggil-manggil
13). Bebat
14). Audery Namanya
15). Terlanjur Mudik
16). I Sunu Harus Sekolah Lagi
17). Kisah Pengejar Cahaya
18).Semut di Daun Kelor
19). O Ammakku
20). Pledoi.

Sekilas Tentang Yudhistira Sukatanya
Eddy Thamrin, lebih populer dengan nama pena Yudhistira Sukatanya, lahir di Bandung pada  27 Desember 1956.

Yudhistira Sukatanya salah seorang Pendiri Sanggar Merah Putih Makassar (1978). Aktif menulis sejak Sekolah Menengah Atas.

Karya tulisannya meliputi semua genre sastra seperti puisi, drama, cerpen, kritik, esai dan artikel.

Aktifitas : Penulis, sutradara trater, Dosen Pengajar, Ketua Harian Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Sulawesi Selatan (LAPAKSS), Ketua IV Dewan Kesenian Makassar.
Yudhistira Sukatanya tentang Nyanyian Sunyi
Saya termasuk orang yang percaya menulis cerpen adalah salah satu merekam ingatan atas kesaksian peristiwa di sekitar.
Inipula cara saya mencoba mengabadikan peristiwa sebelum terlupakan. Karenanya saya berharap cerpen-cerpen saya dapat menjadi semacam pemicu ingatan  jika ingin mengetahui hingga memahami lebih jauh atas satu peristiwa yang sempat saya ceritakan.
(Jalan Melawan Lupa) menulis dan melahirkan buku.

Demikian keseluruhan isi buku Nyanyian Sunyi Karya Yudhistira Sukatanya, tentu butuh memilikinya ketimbang membaca resensi ini, membaca sebuah karya Sastra tidak afdal kalau tidak melihat aksaranya secara faktual tentu lebih nikmat dan gurih mengeja dan membacanya di bukunya.

Saya termasuk beruntung dapat lansung dari penulisnya sebagai kado hari puisi nasional. (28 April 2022).

Penulis buku Nyanyian Sunyi, sebagai, saudara, sahabat, abang dan teman diskusi kapan dan di mana saja selalu mensupport saya untuk selalu menulis.


Perkecillah dirimu, maka kamu akan tumbuh lebih besar dari dunia. Tiadakan dirimu, maka jati dirimu akan terungkap tanpa kata-kata”.

27 Ramadan 1443H.

Dr.Sudirman, S. Pd. M. Si.

Sudirman Muhammadiyah
(Reviewer, akademisi, pecinta literasi tinggal di Makassar).


(Visited 288 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

4 thoughts on “Nyanyian Sunyi Kumpulan Cerpen Yudhistira Sukatanya”
  1. Perkcillah dirimu, maka kamu akan tumbuh lebih besar dari dunia. Tiadakan dirimu, maka jati dirimu akan terungkap tanpa kata-kata”
    Ijin pak..apa maksud dari narasi ini?

  2. Dalam sunyilah saat paling memberi peluang bagi penulis / penghayal untuk bercerita dan mungkin di dengar mata hati.👍👍👍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.